Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Sekar dan Linda.


__ADS_3

Di tempat lain, Sekar menjenguk Linda di penjara, Sekar nenawarkan kerja sama untuk menyingkirkan Leah, karena tujuannya sama, mereka berdua bekerja sama untuk memisahkan Leah dan Ruchan.


"Imbalan apa yang akan aku dapat jika aku membantumu? bukankah kita dari dulu iki musuhan? " Tanya Linda.


"Tenang wae Lin, tujuan awak dewe podo, rep gawe Leah karo Ruchan pisah, lebar kui, awak dewe mulai saingan maneh gowo coro sehat, pie? (Tenang saja Lin, tujuan kita sama, mau buat Leah dengan Ruchan pisah, setelah itu, kita mulai bersaing lagi dengan cara sehat, gimana?) " Kata Sekar.


"Jamin aku dulu, bawa aku keluar dari sini, aku setuju denganmu " Kata Linda.


"Baik, itu adalah hal yang gampang untukku, tapi aku dengar Uminya Ruchan adalah Umi kandungmu, apa itu benar? kira kira dia akan menghalangi niatan kita gak? " Tanya Sekar.


"Jangan fikirkan dia, yang penting tujuan kita berhasil, dan kita rayakan kemenangannya, pulanglah, jangan lupa secepatnya bawa aku keluar dari tempat busuk ini" Kata Linda.


Mereka berdua memang sudah saling mengenal dari sekolah Madrasah,dulu mereka adalah saingan mendapatkan hati Ruchan, selalu ada perdebatan di antara mereka, namun kali ini mereka bersatu akan membuat Leah pergi jauh dari Ruchan.


✳✳✳✳✳


Di Jepang....

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa? " Tanya Sandy yang melihat Sindi menumpahkan minuman panasnya.


"Kok perasaan ku gak enak ya Mas, dadaku sesak banget, seperti ada yang ngeganjal di dada, dan aku tiba tiba keinget Leah sama Ais " Kata Sindi.


"Aku telfon Leah aja ya yank, kamu ngomong gitu perasaanku jadi kacau juga" Kata Sandy.


Sandy dan Sindi merasakan ada masalah yang akan terjadi kepada Leah, entah itu hal buruk atau apa mereka tidak tau, dada Sindi sangat sesak teringat Leah.


"Nyambung? pasti mereka sedang makan malam, biasanya jam segini baru makan, karena buka nya mereka makan makanan ringan dulu" Tanya Sindi.


"Assallamualaikum Kak, ada apa? maaf habis nganter Abinya Ais chek up"


"Ruchan kenapa? " Tanya Sandy.


"Beberapa hari yang lalu kecelakaan kak, maaf gak ngabarin"


"Parah gak? terus gimana? cepet sembuh ya, salam buat Ruchan dan kesayanganku. Oh ya!? kamu baik baik saja kan?, Perasaan Kakak dan Sindi di sini gak enak denganmu, ada hal yang terjadi kah? " Tanya Sandy.

__ADS_1


"Kak Sandy tuman deh, gak pernah telfon, sekali telfon kayak wartawan, sebenarnya Leah mau curhat sama Kakak, tapi kayaknya gak pantes Leah ceritain deh"


"Kamu mau Ais Kakak bawa kabur? cepat cerita !!" Kata Sandy.


"Kayaknya memang sebentar lagi ada dua ular yang mau ngganggu rumah tanggaku Kak, barusan aku dapat info dari anak buah Papa yang aku suruh selidiki sesuatu, dab mereka bilang gadis yang bernama Sekar ingin menjamin Linda Kak"


"Jangan takut, pantau terus, hati hati. Kakak yakin Ruchan setia, tapi entah orang atau apalah si Linda itu sangat berbahaya Le, Ada apa apa hubungu Kakak mu ini, ok " Kata Sandy.


"Hey, Kakak santai aja di situ, aku bukan gadis desa yang polos Kakak, insyaallah aku bisa ngadepin dua ular itu, oh ya, bagaimana Kak Sindi di situ, sudah isi kah? "


"Aih Leah, pertanyaanmu membuat Kakakmu ingin menjitakmu, Sindi baru saja sakit, dia belum terbiasa dengab cuaca di sini, bentar dulu bikin Kakak buat Aisnya, kamu gih sana, bikin 11 anak lagi. biar rame keluarga kita" Goda Sandy.


"Pabrik libur, suplyer sedang terhambat "


"Wah, ternyata adikk kecilku sudah dewasa ya, hahahah, dah dulu ya Kakak mau ajak Sindi cari makan buat sahur,hati hati di situ, tetap waspada sama yang namanya Linda, jahat banget dia dulu telah membuat Kakakmu ini pincang Assallamualaikum " Tutup Sandy.


"Wa'alaikum sallam"

__ADS_1


__ADS_2