
Sandy terpukul dengan kepergian Sindi, ia meminta suster untuk keluar dan memberinya waktu bertiga dengan anak dan istrinya.
"Tapi Dok, Bayinya segera di beri Asi, kebetualan masih banyak donor Asi " Kata Dokter meminta bayi Sandy.
Sandy pun memeperbolehkannya, ia memandang wajah istrinya yang seperti bersinar, dan ada senyuman di wajahnya, di tambah dengan hijab warna maroonnya yang membuat wajah Sindi memliki aura, walau sudah tidak lagi bernafas.
"Yank, kenapa kamu tega ninggalin aku sama anak kita yank, salahku apa? apa kamu marah jika aku masih mementingakan Leah, namun Leah dan kamu sama sama berlian di kehidupanku yank, " Tangis Sandy.
"Aku tak sanggup jika jadi ayah sekaligus ibu untuk anak kita yank, aku masih butuh kamu, kamu lihat? cahaya hatiku redup karena kepergianmu yank" Sambung Sandy.
Ia teringat oleh pesan terakhir yang di sampaikan Dokter tadi, Ruchan pun memutar rekaman suara itu.
"Assallamualaikum Mas Sandy, kata Dokter, anak kita laki laki ya, aku belum sempat melihatnya, pasti persis seperti kamu, Mas, terima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan kepadaku, memeberikanku seorang adik yang pemberani, memberiku kesempatan menjadi seorang ibu, mencukupi segala kebutuhanku, dan mengajakku tinggal di Jepang ini, tapi pendaharan ku gak berhenti henti juga Mas, perut dan kaki ku sudah terasa dingin, mungkin aku akan pergi, tolong titipin anak kita ke Leah dan Ustad Ruchan ya, aku tau kamu belum bisa ngurus bayi, tapi mereka bisa. Titip salam untuk keluarga ku juga ya Mas, tolong sampaikan permintaan maaf dariku untuknya. Dan iya, Mas Sandy Aku sangat mencintaimu Assallamualaikum "
Air mata Sandy menetes, teringat pesan terakhir dari Papanya, ia berfikir kenapa semua orang yang dia sayang harus pergi.
__ADS_1
"Baik yank, aku akan titipin anak kita ke Leah dan Ruchan, Ruchan bisa mendidiknya dengan baik, anak kita juga harus bisa mendoakanmu kan? aku akan kabari Leah tentang kamu meninggalkanku" Kata Sandy menangis.
Sesak memang jika orang yang di kasihinya pergi, namun apa daya, kehidupan memang tak jauh dengan kata kematian, perpisahan dan kehilangn. Sandy pun mengabari Leah dan keluarga Sindi. Dan menyuruh orang untuk mengurus kepulangan jenazah Sindi, dan mengurus bayi yang baru saja lahir, agar bisa di bawa pulang ke tanah air.
Leah :" Assallamualaikum Kak? "
Sandy :" Wa'alaikum sallam"
Leah :" Kak, Kakak gak papa kan? kok suara nya gitu semua baik baik saja kan? "
Leah :"Gak lucu"
Sandy :"Ya emang gak lucu"
Leah :" Kak, ngoming yang bener dong"
__ADS_1
Sandy :" Anakku sudah lahir Le, laki laki, sehat lincah juga sepertimu, namun Sindi, meninggal pasca melahirkan karena pendarahan"
Leah :" Innalillahi wainnaillahi roji'un, secepatnya aku ke sans untuk urus semuannya ya Kak"
Sandy mematikan hp nya tanpa memberi penjelasan lain, Leah sangat panik, gelisah, dia bingung dengan keadaan yang terjadi, masalah demi masalah muncul, dan sekarang kepergian Sindi.
Pasti Sandy sangat terpukul dengan semua ini, usaha keluarga hancur, istrinya meninggal, dan menjadi orang tua tunggal, Ruchan melihat Leah yang sedang menangis dan tidak memperhatikan Ais yang hampir saja lari keluar.
Ais menangis dan Leah pun masih ngalamun hal yang tidak Ruchan ketahui.
"Assallamualaikum, Ma "
"Mama Ais, sayang!! " Kata Ruchan.
"Astaghfirullah hal'adzim, iya Bi, butuh apa? " Tanya Leah tersadar dari lamunan.
__ADS_1
Ruchan memberikan Ais kepada Leah dan memeluk Leah dengan lembut. Leah menangis sejadi jadinya. Ais yang tak tau apa apa terdiam dari nangisnya dan melihat Mamanya.