
"Istighfar Ma, lihat Ais pun heran dengan Mamanya, kenapa tiba tiba tertawa gak jelas " Kata Ruchan.
"Astagfirullah hal'adzim si Abi, masa di bilang gak jelas sih " Kata Leah.
"Ya habis ketawanya horor" Goda Ruchan.
"Itu mantan Abi, si Sekar, hahaha lucu ya kalau marah hidungnya ngembang " Kata Leah.
"Mana ada mantan? Mama gak marah dia bilang suka sama Abi? " Tanya Ruchan.
"Cemburu sih pasti lah, masa iya ada wanita lain bilang suka sama suaminya diem aja, tapi Mama gak marah kok, Mama percaya kalau Abi cintanya cuma sama Mama " Kata Leah pede.
"Cinta Abi hanya buat Mama, Mama cinta pertama dan insyaallah juga cinta terakhir Abi, dah yuk " Kata Ruchan.
"Tapi dia mau jadi yang kedua lho Bi, " Kata Leah.
"Abi yang gak mampu" Kata Ruchan.
"Abi kan banyak uang, darimana gak mampunya? " Tanya Leah.
"Yang gak mampu hati Abi, tak mampu menampung wanita lain, karena sudah penuh dengan nama Mamanya Ais " Kata Ruchan.
"Gombal mukiyo " Kata Leah.
__ADS_1
Leah dan Ruchan melanjutkan belanjanya, beli baju koko dan gamis buat anak anak Pesantren, dan Farhan pun sudag kembali dari membeli takjil.
Selasai belanja mereka bertiga mampir di alun alun Jogja, bersantai ria menikmati indahnya pemandangab sore hari di Jogja, banyak keluarga yang menunggu buka puasa di sana, banyak juga yang baru saja keluar masuk toko baju, sepatu di sana.
Kali ini Leah dan Ruchan benar benar bisa menikmati suasana berdua, karena Farhan sedang bermain dengan Ais naik odong odong.
"Bi? " Kata Leah.
"Ada apa sayangku" Kata Ruchan.
"Ceritain tentang Sekar dong" Kata Leah.
"Dia bukan mantan bukan siapa siapa Abi Ma " Kata Ruchan.
"Abi tu lupa, ya seinget Abi ,dulu kan waktu kelas 2 Mts ada acara gitu di sekolah, lomba rabanna gitu, nah temen temen Abi kan nunjuk Abi jadi vokal cowok, dan Sekar itu vikal ceweknya, kita kenal juga karena sering latihan, selesai acara itu yaa bubar, gak deket lagi sama Sekar, bahkan Abi lupa wajahnya" Jelas Ruchan.
"Masa iya lupa sih Bi , sama Mama aja inget dulu waktu di kerjain saat Mama kecil, bahkan saat Mama di marahin sama Kak Sandy aja juga inget. " Kata Leah.
"Ya itu beda lah, di gak harus Abi ingat, bukan muhrim, bukan siapa siapa juga, gak penting aja, maksudnya gak pantas aja Abi fikirin, Kalau Mama kan memang udah di jodohin sama Abi, ya Abi ingat ingat lah " Kata Ruchan.
"Ah masa? " Kata Leah.
"Jangan fikir kaki Abi masih sakit, Abi gak bisa nyerang ya" Kata Ruchan.
__ADS_1
"Ih nantang " Kata Leah.
Ruchan bercanda ria dengan Leah, melihat sahabatnya yang bahagia membuat hati Farhan turut bahagia, Farhan sengaja membiarkan mereka berdua bicara, karena Farhan mendengar tentang kehadiran Sekar tadi.
"Farhan !!" Teriak Sekar.
"Lhah!! Sekar Assallamualaikum " Salam Farhan.
"Wa'alaikum sallam, turun dulu " Kata Sekar.
Farhan pun turun dari odong odong.
"Ada apa? " Tanya Farhan.
"Jadi benar wanita itu istrinya Ruchan? dan anak yang kamu gendong ini, anaknya Ruchan? " Tanya Sekar.
"lhaiyo " Kata Farhan sibuk bermain dengan Ais.
"Aku tu suka sama Ruchan Han? bantu aku ngapa buat dapetin Ruchan " Kata Leah.
"Astagfirullah hal'adzim Laillahaillah muhammadarrosullullah sollallahu'alaihiwasallam " .
Farhan tak menyangka hati Sekar sangat buruk, tega teganya dia ngomong seperti itu. Sesama wanita harusnya saling menjaga perasaan, bukan malah menikung dari belakang.
__ADS_1