Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Fakta 2


__ADS_3

Tanpa waktu panjang, Ari telah menemukan siapa pengirim paket pagi itu.


Setelah sholat Isyak, Ruchan kedatangan tamu dari jauh, ternyata Kakak nya yang ada di Pontianak.


"Assallamualaikum, Ustad, Mbak Leah" Suara Santri mengetuk pintu.


"Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh " Ruchan membuka.


"Oh kamu, silahkan masuk " Kata Ruchan mempersilahkan santri itu masuk.


"Eh minal 'adzin walfaizin njih Ustad, ini saya di utus oleh Kyai untuk menyampaikan pesan bahawa Mas nya yang dari Pontianak sudah datang, baru saja " Kata Santri itu.


"Alhamdulillah hirobbil'alamin, secepat nya tak kesana, terima kasih ya" Kata Ruchan.


"Ya udah, saya permisi dulu kalau begitu" Kata Santri itu.


"Lho, ndak masuk dulu, itu istri saya udah masak lho " Kata Ruchan.


"Hehehe isyaallah nanti nanti aja Ustad, saya pamit dulu, Assallamualaikum " Pamit Santri itu.


"Yo wis, Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh "


Sementara itu, di dalam kamar, Leah sedang mengangkat telfon dari Ari.

__ADS_1


"Giaman Ri? kamu udah tau siapa pelakunya. " Tanya Leah.


"Bos, ada dua orang dalang pengiriman paket itu"


"Siapa mereka? kamu dapat informasi apa saja? " Tanya Leah.


"Yang satu namanya Sekar, dan yang satunya lagi saya belum mengetahuinya, namun mengenakan jilbab, dan yang dulu pernah menyabotase motor Kakak Bos"


"Apakah seorang ibu? paruh baya gitu?" Tanya Leah.


"Tidak Bos, dia masih muda, seumuran suami Bos"


"Apa yang mereka rencanakan? apakah kamu sudah mengetahuinya? " Tanya Leah.


"Mereka berencana akan membuat rencana baru bos, karena paket yang mereka kirmkan tidak membuat Bos takut, tapi kali ini akan lebih nekat lagi, Bos harus hati hati"


"Ma, ayo " Ajak Ruchan.


"Bentar ya, sudah dulu ya, aku akan menemui saudara jauhku dulu Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam "


Leah segera menggendong Aisyah yang sedang tengkurap, dan Ruchan sudah menunggunya di depan pintu. Ruchan mendengar semua percakapan Leah di telfon, ingin Ruchan bertanya, namun tidak sempat karena Kakaknya sudah menunggu.

__ADS_1


Pertemuan antara Ruchan dan Kakaknya sangat seru, pasalnya Kakaknya sudah begitu berumur namun belum saja menikah, Ahkam lebih suka menyendiri, karena pernah beberapa kali akan menikah selalu gagal.


Banyak sekali yang ia obrolkan dengan Leah, karena ternyata Ahkam pernah bertemu dengan Leah sebelumnya di Jakarta.


"Tunggu, kamu si gadis kecil yang bandel itu kan? "Tanya Ahkam.


"Lhoo kalian sudah saling mengenal? " Tanya Ikhsan.


"Ah cuma sekali bertemu dan gak sengaja kenal kok Mas dulu" Kata Leah.


"Kok bisa? " Hawa hawa cemburu Ruchan, karena biarpun Ahkam lebih tua 10 tahun darinya, pesona Ahkam sangat terpancar, apalagi ia laki laki ber uang.


"Kamu cemburu dek? tenang, Mas ini pernah ketemu istrimu ini saat dia masih SMP waktu itu, mana Mas tertarik sama anak kecil hehehe iya kan? " Kata Ahkam.


"Wah, mana Ruchan cemburu sih Mas, " Kata Ruchan dengan senyuman terpaksa.


"Wes wes, iki lho Mas putri Pesantren kita, namanya Aisyah" Kata Ikhsan menunjuk ke Ais.


"Aisyah? wanita pemberani ya, Aisyah siapa? " Tanya Ahkam.


"Aisyah Putri Handika Mas " Jawab Ikhsan.


"Handika? nama laki? " Kata Ahkam.

__ADS_1


"Itu nama keluarga dari Ibunya " Kata Ikhsan.


Dari dapur, Vina memberi kode untuk Leah agar masuk ke dapur, Leah pun permisi ke dapur, dan memberikan Aisyah ke Ruchan. Terlihat Aisyah sangat nyaman berada di pangkuan Abinya.


__ADS_2