Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Kesibukan


__ADS_3

Malam itu semua orang berunding, adat Jawa ini banyak sekali acara setelah kelahiran bayi, Kyai Mahfud dan Ruchan mengusulkan kalau setelah 45 hari, Leah dan anaknya di bawa pulang ke Jogja, karena butuh waktu dan biaya banyak jika semua acara harus di lakukan di Singapura, awalnya Sandy tidak setuju, karena dia masih was was dengan Ibunya Ruchan.


Namum dengan pengertian Kyai, Sandy pun menyetujuinya dengan syarat, Sandy akan menemani dan berada di samping anak Leah 24 jam (hihihihi lucu Kak Sandy) . Intan pun ingin juga ikut ke Jogja, alasan nya sih untuk membantu Leah, tapi di samping itu, Intan punya niat lain, yaitu agar bisa dekat dengan Arifin.


Sementara itu, Farhan dan Leah pun mengubah rencana mereka.


✳✳✳✳


Suara subuh berkumandang, terlihat semuanya sedang siap siap sholat jama'ah di ruang keluarga, karena rumah Sandy tidak ada musholanya, Leah yang belum bisa sholat karena nifas, terbangun karena tidak menemukan anaknya, Leah panik dan langsung berteriak, hingga membuat Ruchan yang sedang wudhu kaget.


"Anakku ilaaaaanng.... " Teriak Leah.


"Ada apa, ada apa Dek? " Tanya Ruchan.


"Anak kita mas, anak kita mana? kok gak ada.. " Kata Leah panik.


"Adek lupa?, tenang dulu yaa, 2 jam yang lalu anak kita nangis terus karena ASI kamu kan gak keluar keluar, terus di bawa Mas Sandy kan? di kasih susu formula dulu.. " Jelas Ruchan menenangkan Leah.

__ADS_1


ASI Leah memang belum bisa keluar, karena itu Sandy mengusulkan memberi sufor terlebih dahulu, setelah Leah tenang, Ruchan keluar dari kamar dan menunaikan sholat subuh berjama'ah di ruang keluarga.


Saat Leah akan membangunkan Sandy, Leah melihat anaknya tidur dengan pulas di pangkuan Sandy, Leah sangat bersyukur memiliki Kakak seperti Sandy.


"Kak, bangun yuk, Mas Ruchan dah nungguin Kakak untu sholat subuh. " Kata Leah.


Sandy bangun, dan menaruh anak Leah di tempat tidur, terlihat nyenyak sekali bayi itu tidur, Leah pun tidur di samping anaknya.


Pagi itu, Kyai Mahfud dan Umi bersiap siap akan pulang ke Jogja dengan Farhan, karena Arifin akan pulang beberapa hari lagi, ada hal akan ia selesaikan dengan Intan, sebelum Intan akan mengunjungi halaman rumah Arifin.


"Biar saya aja yang ngantar Kyai, Ruchan biar bisa menemani Leah, soalnya,pasangan cinta mau jalan jalan katany. " Kata Sandy melirik ke Intan.


"Ya sudah ndak papa, Ruchan kamu pulang bareng Leah apa mau kapan? ini soal Persmian gedung belum kamu tanda tangani lho.. " Tanya Kyai Mahfud.


"Bareng sama anak istri aja Bi, soal itu, biar Mas Ikhsan dan Farhan yang ngurus " Jawab Ruchan.


"Owalah yo wis kalau gitu, ayo nak Sandy " Kata Kyai Mahfud.

__ADS_1


" Monggo, Leah Ruchan,, awas jaga kesayangan kecilku, awas kalau sampai menangis.. " Kata Sandy menunjuk Leah.


"Iya Om Sandy.. " Kata Leah.


"Assallamualaikum... "


"Wa'alaikum sallam.. "


Oek oek oek...


Anak Leah menangis ketika di tinggal Sandy pergi, Ruchan menyarankan Leah untuk menyusui nya, ketika Leah menyusui, Ruchan membawakan makanan dan menyuapi Leah dengan telaten.


Satu suapan, satu kecupan di kening Leah, Suasana romantis yang jarang mereka nikmati berdua, kini mereka nikmati bertiga, bersama putri kecil mereka.


✴✴✴✴


Waktu demi waktu berlalu, hari demi hari berganti, kini sudah hari ke 44 selama Leah mengurus anaknya, anaknya kini semakin gemuk dan chuby, bahkan Leah pun ikut ikutan gemuk, bahkan lebih gemuk dari sebelum hamil, karena Leah tidak diet sama sekali, menurut Ruchan badan gemuk Leah membuatnya semakin sayang, pasalnya dia menyayangi anaknya, dengan makan apa adanya, agar bisa menyusi putri kecilnya. Banyak wanita di luar sana, yang usai melahirkan sibuk ingin diet, namun Leah bukan tipe wanita rewel masalah badan.

__ADS_1


Sandy pulang membawa koper koper kecil yang lucu untuk keponakanya, dan di dalam nya juga sudah ada persediaan untuk tinggal di Jogja, biar tidak mendadak beli peralatan bayi disana, karena harga pun juga berbeda, di Singapura kuwalitas ok, harga bersahabat.


Leah hanya tersenyum melihat Kakaknya yang sibuk sendiri, seperti Sandylah bapaknya. Semua di beli untuk keponakan kecilnya itu.


__ADS_2