Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Cerita Versi Ambu Ningsih.


__ADS_3

"Cari siapa ya? " Tanya sosok Ibu itu.


"Emm Ibu bisa bahasa Indonesia kan? " Tanya Leah.


"Bisa, ayok atuh masuk dulu, kasihan itu bayinya" Kata Ibu memepersilahkan Ruchan dan Leah masuk.


Leah melihat ke arah Ruchan yang sedari tadi tidak bicara sepatah apapun ketika ibu yang mirip dengan Umi itu membuka pintu.


"Silahkan duduk dulu, ini dari mana ya? " Tanya Ibu itu.


"Kami dari Jogja Bu, apa benar Ibu ini Ibu Ningsih? " Tanya Leah.


"Iya, saya ini Ningsih, dan kalian? " Tanya Ibu Ningsih.


"Assallamualaikum sebelumnya, perkenalkan saya Ruchan dan ini istri saya Leah, kami dari Pesantren Darussallam Jogja Bu, kami.... " Kata Ruchan.


"Pesantren di Jogja? A Mahfud? " Tanya Ibu Ningsih.


"Ibu kenal sama Abi saya? " Tanya Ruchan.


"Abi? kamu teh anaknya a Mahfud, Kyai Mahfud? " Tanya Ibu itu dengan nada agak keras.


Ruchan dan Leah mengangguk pelan.

__ADS_1


"Abah, Abah sini Bah, " Teriak Ibu Ningsih memanggil dengan sebutan Abah yang kemungkinan adalah suaminya.


"Ada apa atuh Ambu? meni teriak teriak? " Tanya Abah.


"Ini, ini anak dan mantunya a Mahfud sama teh Ninig" Kata Ibu Ningsih.


"Ikhsan? " Tanya Abah.


"Bukan Pak? " Jawab Ruchan.


"Sanes? " Kata Abah.


"Saya adiknya Mas Ikhsan, anak kedua dari Abi Mahfud dan Umi" Kata Ruchan.


"Abi dan Mas Ikhsan sering ke sini Pak? " Tanya Ruchan.


"Aa kamu baru sekali waktu umur 2 tahun, kalau Abi kamu dulu mah sering datang kesini ya mbu? " Kata Abah.


"Iya, tapi sudah sekian lama ini udah gak ada kabar, bagaimana keadaan mereka? Aa Mahfud, Teteh sama Ikhsan? "Tanya Ibu Ningsih.


"Lhoh, Ibu gak tau kalau Abi sama Umi sudah meninggal dunia? " Kata Ruchan.


"Innalillahi wainnaillahi roji'un, kapan? kok Ambu dan Abah gak tau? " Tanya Ibu Ningsih.

__ADS_1


"Kalau Umi, sudah 28thun yang lalu, saat nglahirin saya, sedangkan Abi kurang lebih 1 tahun lalu, malah belum genap setahun" Jelas Ruchan.


Dari dalam keluarlah seorang perempuan membawa minuman dan makanan untuk di suguhkan ke Ruchan dan Leah, perempuan itu nampak seperti TKW TKW yang pernah Leah temui di Singapura.


Ibu Ningsih dan Suaminya menawarkan minuman dan makanan yang di bawa oleh perempuan itu, kemungkinan usianya sekitar 30-35 tahunan, seusia Ikhsan.


Terlihat Ibu Ningsih meneteskan air mata saat mengenang Umi, dan ia pun mulai bercerita bagaimana mereka hiduo terpisah.


"Dulu saat Teteh sama Ambu usia 8 tahun, Teteh di adopsi sama pengusaha asal Jogja, karena faktor ekonomi Abahnya Ambu, kita dulu hidup prihatin, karena Teteh yang lebih sehat dan lebih baik, maka Abahnya Ambu menyuruh pengusaha asal Jogja itu mengadopsi Teteh, sedih mah kalau di ingat, kita jarang ketemu, ketemu juga saat Hari Raya saja, terakhir ketemu juga saat Ikhsan umur 2 tahun, dan itu terakhir, sampai gak kabar kabaran sampai sekarang" Cerita Ibu Ningsih.


"Di adopsi? tapi Kakek pihak Umi bilang, dulu Umi putri satu satunya di keluarga Kakek" Kata Ruchan.


"Justru pengusaha itu orang yang baik, dia tak pernah bilang ke siapapun soal Teteh, dianggapnya Teteh seperti anak kandung sendiri" Jelas Ibu Ningsih.


"Tapi Bu, apa memang gen Ibu sama Umi banyak yang kembar? " Tanya Leah.


"Panggilnya Ambu saja lah, kalian anaknya Teteh anak Ambu juga" Kata Ibu Ningsih.


"Iya, banyak dari keluarga kami yang kembar, contohnya anak kami juga ada yang kembar, cucu kami pun juga kembar, ada apa nak kok nanya seperti itu? " Sambung Ibu Ningsih.


"Bayi yang istri saya kandung juga kembar, dia heran karena dia tidak ada gen kembar di keluarganya. " Kata Ruchan.


Leah hanya tersenyum malu malu, perbincangan mereka semakin seru, Ruchan mulai akrab dengan Ibu Ningsih dan suaminya, begitu pun dengan Leah.

__ADS_1


Ibu Ningsih juga menyediakan makan malam yang menu nya khas orang Sunda.


__ADS_2