Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Bab. 24


__ADS_3

Ruchan berbalik badan sembari menutup mata. Leah yang heran akan tingkah laku Ruchan pun bertanya.


"Mas Ruchan ngapain di situ, bantu Adek ngapa? Udah nikah juga, bukannya semalem juga udah lihat.. " Kata Leah bete.


"Em anu, itu. Maaf Dek, Mas belum terbiasa, sebentar ya tak ambilin handuknya dulu. Tunggu di situ" Kata Ruchan.


Tidak lama Ruchan pun kembali membawa handuk.


"Gendong" Pinta Leah manja.


"Tapi Dek?" Kata Ruchan ragu.


"Mas nggak mau gendong Adek? Sakit ini b*k*ngku Mas" Kata Leah dengan nada manja.


Tidak ada pilihan lain, Ruchan pun menggedong Leah di belakang punggungnya. Terdengar detak jantung Ruchan berdetak sangatbkencang. Seperti orang yang baru selesai marathon 10km. Leah yang mendengar detak jantung Ruchan pun berniat untuk menggodannya.


"Deg deg deg deg. Tuuuuttt, Deg, deg, deg" Kata Leah menepuk-nepuk bahu Ruchan dengan jarinya.


" Kenapa Dek? " Tanya Ruchan.


"Denger deh Mas, kayak ada suara jantung berdetak sangat keras deh. Jantung siapa yaa?" Jawab Leah menahan tawa.


Ruchan merasa malu, Ruchan belum pernah yang namanya jatuh cinta kepada perempuan mana pun. Hanya Leah perempuan satu satunya yang di cintai, setelah ibu kandungnya. Ruchan mendudukkan Leah di bangku kamar.


"Bentar, Mas ambilin baju Adek dulu" Kata Ruchan.

__ADS_1


"Eh nggak usah Mas, Mas kalau mau mandi ya silahkan, Adek bisa kok ambil baju sendiri, sekalian mau masak juga. Udah sana" Kata Leah.


" Yakin? Bukannya tadi kesakitan ya?" Tanya Ruchan.


"Yakin Ustad kuh" Goda Leah.


" Ya udah Mas mandi dulu yaa" Kata Ruchan.


Akhirnya, Ruchan pun masuk ke kamar mandi. Setelah itu, Leah pun memakai baju, kali ini Leah memakai gamis dan jilbab. Sesuai dengan setatus nya yang kini istri dari seorang Ustad. Walau masih ada paksaan hati di dapam dirinya.


Saat Leah memasak, Sandy yang dari tadi malam pun pulang. Sandy yang lupa akan adik dan adik ipar nya di situ, masuk tanpa salam. Ia masuk begitu saja dengan wajah yang terlihat sangat letih. Leah pun menegurnya.


"Assallamualaikum Kakak" Salam Leah dengan lirikan mata.


"Eh iya Waalaikumsalam Adekku yang cantik, cie yang berhijab. Jadi tambah anggun deh" Goda Sandy.


"Kerjaan dokter ya gini lah Dek, kan kakak sift malam" Jawab Sandy.


"Tunggu, sejak kapan Kakak jadi Dokter? Bukannya Kakak itu pengusaha ya? Mencurigakan ah!" Tanya Leah.


"Pengusaha sampingan Dek" Jawab Sandy.


"Wah sultan, sini duduk dulu. Leah sudah siapin makanan kesukaan Kakak" Kata Leah.


"Widih, enak nih kayaknya. Sejak kapan kamu pinter masak gini?" Tanya Sandy.

__ADS_1


Makanan yang Leah siapkan langsung Sandy melahapnya. Suapan demi suapan masuk kedalam mulut Sandy, tiba-tiba Sandy pun terhenti.


"Kenapa? Masakan Leah nggak enak ya! sini biar Leah masakin lagi, dan yang itu nggak usah di makan" Kata Leah mau mengambil piring Sandy.


Plak! Tangan Leah di tepis oleh Sandy.


"Culametan" Kata Sandy.


"Ya kirain udah nggak mau dimakan. Kalau nggak enak nggak usah dimakan kali ah" Kesal Leah.


"Enggak kok Le, masakan kamu itu enak banget, Kakak cuma lagi mikirin nasib Kakak aja." Kata Sandy.


"Memang nasib Kakak gimana? Bukanya Kakak ini sukses, mapan, ganteng, baik hati lagi. Apa yang kurang coba?, Setia, sayang sama keluarga!" Tanya Leah.


"Suami mu mana?" Kata Sandy.


"Tau dari tadi di kamar, belom juga keluar juga" Kata Leah.


"Le?, Sekarang Kakak bener-bener sendiri, Mama udah lama ninggalin kita. Papa sibuk dengan dunianya, satu-satunya orang yang Kakak sayang ya kamu, tapi kamu udah nikah dengan Ruchan. Sedangkan Kakak...... " Kata Sandy menghela nafas.


Leah pun memeluk Sandy.


"Kata siapa Kakak sendiri, Leah ada kok untuk Kakak, Leah di sini kak," Kata Leah.


"Ya kamu di sini kan karena Kakak yang minta, itu pun besok pagi udah mau pulang kan? Dan iya, kamu di sini pun juga harus mengutamakan suami, pada akhirnya Kakak juga di nomor duakan, hufft malangnya nasib ku" Kata Sandy.

__ADS_1


"Kakak, nggak usah lebay gitu deh" Kata Leah memeluk Sandy.


Ruchan yang sedari tadi di balik pintu dapur pun mendengar percakapan Kakak beradik itu. Ruchan merasa Sandy sudah waktunya mencari pendamping, tidak selamanya juga Leah ada di samping Sandy.


__ADS_2