
Badai telah berlalu, gelombak ombak tinggi gelah mereda, panas telah dingin, dingin jadi hangat, masalah demi masalah telah usai, sekarang berjalan dengan semestinya, semua telah kembali ke kedamaian hidup.
Satu hari lagi akan di adakan pernikahan Kak Sandy dan Sindi, yang akan di adakan di rumah Sindi, 6 hari lalu setelah masalah Ruchan dengan kecelakaan group rabanna Pesantren telah tuntas, Sandy kembali ke Jepang untuk kerjaannya di sana, dan sore ini Sandy harus pulang lagi ke Pesantren untuk acara pernikahannya dengan Sindi.
Awalnya Iksan dan Leah sudah menawarkan pernikahan di gelar di Pesantren, namun Sandy dan Sindi menolaknya, Upacara ijab qobul dan resepsi sederhana ala anak santri akan di adakan di rumah Sindi. dan dua hari setelah itu, Sindi harus ikut Sandy tinggal di Jepang, semua persiapan telah Sandy selesaikan, karena alasan pekerjaan Sandy yang tidak bisa di tinggal.
Sore itu, Sandy sampai di rumah Leah, Leah dan Ruchan menyambutnya dengan baik, mereka saling mengobrol dan bersenda gurau.
"Kenapa gak respepsi sekalian aja sih Kak? kenapa harus nunggu tahun depan, kemungkinan tahun depan kalian sudah punya anak malah tambah repot dong " Kata Leah.
"Kakak maunya gitu, langsung resepsi dan membuat pesta mewah buat Sindi, tapi keluarga Sindi gak mau, katanya menghambur hamburkan uang, dan katanya suruh di tabung aja uang Kakak buat masa depan" Jelas Sandy.
"Ya mau bagaimana lagi, itu juga yang di lakukan Rosullallah, yang penting sah di hadapan agama dan negara itu jauh lebih bagus, " Kata Ruchan.
"Stop!! jangan menghakimi adikku di depan ku, jika kamu mau menghadapi dia, lakukan di kamar, cepat sana, aku mau main dulu dengan kesayanganku. " Kata Sandy memotong kata kata Ruchan.
"Maghrib sebentar lagi Mas, Mas mau bareng ke masjid atau menyusul? " Tanya Ruchan.
"Aku sholat di rumah saja, aku masih capek setelah perjalanan jauh, gak apa apa kan Ustad. " Kata Sandy.
"Iya gak papa kok Mas, aku duluan ya, Ma, Assallamualaikum.. " Kata Ruchan terburu buru, yah dia takut terlambat.
__ADS_1
"Waalikum sallam"
" Kak nitip Ais dulu ya, aku mau siap siap sholat maghrib dulu" Kata Leah.
"Iya nanti gantian ya.. "Kata Sandy.
Setelah Sholat subuh, Ikhsan memulai dakwahnya seperti biasa sebelum tadarusan, kali ini Ruchan sangat tenang memgikuti dakwah dan tadarusan. Karena di rumah Leah tidak sendirian, ada Kakaknya yang menemaninya.
Malam semakin larut, Aisyah telah tertidur di pangkuan Sandy di kamarnya, lengket sekali Ais dengan pamanya. Ruchan juga beluk kembali.
Malam itu Leah streaming film islami, tentang hijab, namun di film itu tak. ada penjelasan yang jelas menurutnya, ia berencana menanyakan itu dengan Ruchan, karena suaminya pasti banyak menguasai ilmu agama.
"Assallamualaikum "Sapa Ruchan yang baru saja. pulang.
Leah telah menyiapkan secangkir teh hangat untuk Ruchan.
"Kok sampai jam segini sih Bi, Besok kan acaranya Kak Sandy?" Tanya Leah.
"Nah itu Ma, harusnya Mas Sandy tadi ikut, tadi setelah tadarusan, semua Ustad sedang membahas acara Mas Sandy, ternyata sudah di wakilkan ke Mas Ikhsan. " Jawab Ruchan.
"Terus? "
__ADS_1
"Ya kita lihat aja besok " Kata Ruchan sambil menarik selimut.
"Si Ais udah tidur Ma? " Sambung Ruchan.
"Udah di kelonin sama Kak Sandy.. lengket banget dia kalau sidah sama om nya, " Kata Leah.
"Ya gak papa dong " Kata Ruchan.
"Eh Bi, Mama boleh nanya gak? " Tanya Leah.
"Ya boleh sayang, mau tanya apa? " Tanya Ruchan.
"Hijab itu kn wajib ya, tapi tujuannya apa sih selain menutup aurat? " Tanya Leah.
"Sayang, Hijab atau jilbab itu hukumnya wajib bagi muslimah di seluruh dunia ini, pertama memang itu sudah kwajiban, jadi seburuk buruknya perilaku perempuan, jangan salahkan jilbabnya jika dia berjilabab karena dia sudah melakukan kwajiban, jadi jadikan berjilbab itu suatu kebutuhan" Jelas Ruchan.
"Terus kalau ada yang bilang, nantilah itu urusan hati, jadi susah jika harus di paksa, itu gimana bi cara membuat kita itu bisa tulus ikhlas menggunakan jilbab? " Tanya Leah.
"Emm gimana ya, kita mikirnya gini lho, permpuan jika belum bersuami, masih menyandang setatus jadi anak, kita harus berfikir jilbab ini untuk bapaknya, karena jilbab ini yang menolongnya dari panasnya api neraka nanti di akhirat, dan sebaliknya untuk wanita bersuami, itu menolong suaminya di akhirat nanti, emang Mama mau bareng bareng masuk neraka? " Tanya Ruchan.
"Ah Abi, jangan nakutin ah" Kata Leah.
__ADS_1
"Ma, eem eem yuk" Kata Ruchan.
Ruchan terus saja merayu, akhirnya Leah pun mau juga, malam begitu panajang, anak. ada yang ngejagain, pasutri ini bisa bebas ngapain aja malam ini. Sampai pagi.