
"Le, kita bisa pelanin mobilnya dikit gak? " Tanya Farhan.
"Ustadku sedang mengalami tragedi, kalian bisa santai gak sih, bawel aja dari tadi. " Kata Leah.
"Kita gak bawel lho Dek, santai ini, kamu juga santai ya, Ruchan pasti gak papa kok " Hibur Ikhsan.
"Dimana sekarang semuanya? " Tanya Leah.
"RSU Magelang Le, kamu tau? " Kata Farhan.
"Sekarang jaman dah canggih Ustad, cari di google map " Kata Leah kepada Farhan, yang duduknya di sebelah Leah.
"I-i-iya, ini ini " Kata Farhan menunjukan hasil pencariannya. Leah semakin melajukan mobilnya, Farhan pun berdoa sangat keras, ternyata dia masih trauma saat kecelakaan yang menimpanya 3 bulan lalu bersama Sandy.
Akhirnya sampai di RSU Magelang, mereka melihat mobil Pesantren yang ringsek, bahkan seperti sudah berbentuk mobil, Leah rasanya ingin menangis, dia takut kalau suaminya menjadi korban meninggal dunia.
Leah melihat lihat satu persatu korban meninggal dan korban kritis, namun Leah tak menemukan Ruchan, dimana Ruchan sebenarnya?.
__ADS_1
Farhan, Arifin dan Ikhsan menemui polisi dan perawat di sana, dan bertanya, masih ada satu orang yang belum terhitung.
"Lha tadi saya mau bilang ada 1 yang selamat, malah kalian main tutup aja telfonnya" Kata Polisi.
"Lah, terus mana yang selamat Pak" Tanya Farhan.
"Dia ada di ruangan itu, sedang berbicara sama Penyidik dan sopir dumtruck yang menabrak mobil rombongan kalian" Jawab Polisi.
Leah langsung berlari, dan menduga korban selamat itu adalah suaminya. Dari belakang, Leah sudah mengetahuinya, potongan rambut, postur tubuh, nada bicaranya, bahkan parfum nya masih wangi yang sama.
"Abi " Kata Leah dengan suara gemetar.
"Ruchan" Kata Farhan, Arifin, dan Ikhsan kompak.
"Kalian udah sampai? siapa yang ngabari? " Tanya Ruchan tanpa dosa.
"Pak Polisi, sudah kan bertanya dengan saksi? istri saksi ingin melepas rindu dengan saksi. " Tanya Farhan 😑😑
__ADS_1
"Sudah kok, silahkan Pak "Kata Polisi.
"Kyai, Fin tolong kalian urus administrasi, dan aku urus para perawat itu, eh maksudnya urus jenazah santri santri kita.. dan yang mengalami kritis "Suruh Farhan.
"Hah? " Kata Arifin dan Ikhsan.
"Abi, sini !!" Kata Leah.
Dengan ragu ragu Ruchan mendekat ke Leah, Leah memarik tangan Ruchan menuju belakang parkiran dan langsung Leah mencubit lengan Ruchan dengan emosi.
"Aw sakit Ma.. " Jerit Ruchan.
"Bisa gak sih Abi gak bikin otak istrinya ini panik, cemas, gelisah, galau, merana hah? Mama udah kehilangan orang tua selama lamanya, Kak Sandy jauh di Jepang sana? yang Mama punya itu hanya Abi, Ais dan calon anak kedua kita ini, bisa gak sih lain kali itu kalau pergi pamit, kasih kabar, ini udah gak jaman surat Bi, Abi tau gak, dari Jogja sampai sini Mama nyetir gak sampai 1 jam, bahayain Ust.Farhan, Ust.Arifin dan Mas Ikhsan, untuk memastikan kalau Abi ini baik baik saja. Bisa gak lain kali hp itu di pegang terus dan bisa gak sih..... . "
Ruchan memeluk erat Leah, Leah menangis, lega kalau suami tercintanya baik baik saja.
"Maaf, Abi salah " Kata Ruchan
__ADS_1
"Hapus air mata Mama, kita bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga kecil kita, tapi santri Abi.. ......." Kata kata Ruchan terputus, mengingat dan menjadi saksi para santrinya meregang nyawa. Ruchan menangis, menyalahkan diri sendiri, bingung harus bagaimana menyampaikan berita duka kepada setiap keluarga para santrinya.