Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Kemesraan itu


__ADS_3

Benar benar mengulang semua kejadian waktu lalu, agar ingatan Ruchan kembali pulih, Rumah itu telah di beli oleh Rio, dan dengan sangat senang hati Rio memberikan kesempatan kepada mereka untuk menempatinya selama 4 hari di sana.


Siang setelah sholat dzuhur, Leah dan Ruchan hanya duduk berdua di ruang tamu, mereka banyak membicarakan masa depan, Ruchan tidur di pangkuan Leah sambil mengelus ngelus perut Leah, seraya bersholawat untuk calon anaknya.


"Ma? " Panggil Ruchan halus.


"Hmm? "


"Aku mencintaimu" Kata Ruchan dengan lembut.


"Abi, itu dari hati Abi? "Tanya Leah.


Ruchan pun bangun dari pangkuan Leah, dan menggenggam tangan Leah, dan tangan satunnya memegang pipi Leah.


"Cinta ini gak bisa di bohongi Ma, mungkin Abi lupa 1,5 th terakhir, namun Abi gak pernah bisa menghilangkan rasa cinta ini ke Mama" Kata Ruchan membelai pipi Leah.


"Benar? " Tanya Leah.


Ruchan mencium kening Leah dengan lembut, ciumannya agak lama, Ruchan terbayang bayang sesorang yang sedang menikah, dan memadu kasih di kamar yang sama yang ternyata di kamar Leah yang ada di rumah Rio.


"Aw? " Jerit Ruchan.


"Sakit lagi? apa ingat sesuatu? " Tanya Leah.

__ADS_1


"Apa kita pernah melakukan hubungan suami istri di rumah ini? " Tanya Ruchan.


"Iya, kita melakukannya yang ke dua kali kayaknya, pertama di rumah kita di Pesantren, yang waktu itu Mama pakai baji sexi terus Abi nganga itu lho " Goda Leah.


"Mana ada? Iman Abi kuat kali?! " Kata Ruchan ngeles.


"Mau di ulang lagi? " Tanya Leah.


"Aa jangan! Mama kan lagi hamil juga, gak boleh kali hubungan badan?! " Kata Ruchan gugup.


"Hahaha kata siapa gak boleh? Mama udah memasukkii trimester ke 2 ,dan menurut Dokter Rio boleh boleh aja" Kata Leah.


"Emm itu, Emm Abi mau itu, masak buat makan siang yaa" Kata Ruchan lari ke dapur.


"Abi" Goda Leah sambil memeluk Ruchan dari belakang.


"Astaghfirullah hal'adzim " Ruchan kaget dan guguk, sontak membuat Leah tertawa terpingkal pingkal.


"Mama jangan ganggu ih, gak boleh tau, itu " Kata Ruchan.


" Abi ngomong apa sih, gak jelas deh, kan kita suami istri, emang gak boleh peluk pelukan? gak boleh mesra mesraan? " Tanya Leah.


"Ya ada saatnya nanti " Kata Ruchan malu malu.

__ADS_1


"Kapan Abi? " Goda Leah mendekatkan diri ke Ruchan.


"Abi mau masak dulu, sana Mama istirahat saja, ntar kalau dah mateng Abi panggil, sana sana" Kata Ruchan.


"Emm iya deh Bi, yang enak masaknya ya Chef Ustadku" Kata Leah


"Ma? " Panggil Ruchan.


"Emm?? "


"Alhubbu kal harbi, minal sahli an tus'ilaha, walaakin minas sah' bi, an tukhmidaha" Kata Ruchan dengan senyuman manis nya.


"Artinya Bi? " Tanya Leah senyum senyum.


"Cinta itu laksana sebuah perang, sangat mudah mengobarkannya, namun sangat sulit memadamkannya, muaachh "Kata Ruchan menggoda.


"Ihh Abi genit, gemes ih, pake emmuach emuach segala ih, romantis" Kata Leah merangkulakan kedua tangannya ke leher Ruchan.


"Jangan gini dong geli" Kata Ruchan.


"Abi yang buat Mama gini, tanggung jawab dong" Goda Leah.


"Ya gimana nanggung jawabnya, kan kita udah nikah? " Tanya Ruchan.

__ADS_1


Leah mengode Ruchan agar mencium bibirnya, namun Ruchan masih saja malu malu, dengan perlahan Ruchan mencium dahi Leah, karena ia masih gugup jika harus ciuman bibir, Leah nampak bete, kesal, keinginannya gak terlaksan, dengan kesal Leah pun keluar dari dapur, dan duduk di ruang keluarga.


__ADS_2