Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Farhan Tersadar


__ADS_3

Ruchan dan Leah masuk membawa Ais, ketika melihat tubuh Farhan terbaring lemah dan menutup matanya di atas tempat tidur seperti itu membuat Leah menangis, teringat semua ini disebabkan oleh Umi dan Linda. Mereka memang orang yang jahat.


Leah meletakkan Ais di samping Farhan, Ais menangis sangat kencang, dan membuat para suster berdatangan.


"Maaf bu, tapi anak di bawah umur 12 tahun tidak boleh masuk, apa lagi masih bayi.." Kata Suster itu.


"Bentar ya Sus" Kata Sindi.


Sindi berupaya mengalihakan para suster itu, namun mereka tak mau menghiraukan, di dalam ruangan, Leah sangat berharap tangisan Ais bisa membuat Farhan membuka matanya.


"Ayo Ustad Farhan, ini keponakan kamu minta gendong lhoo.. " Kata Leah.


"Han bangun, lihat Ais, dia kangen sama candaan kamu Han.. " Kata Ruchan.


Tangisan Aisyah semakin kencang, dan benar!! Mata Farhan terbuka, dan tangan nya bergerak gerak, Ruchan langsung menyuruh Sindi untuk memperbolehkan suster suster itu masuk, dan membawa Leah dan Ais keluar.


Terlihat air mata Farhan menetes saat Ais di bawa keluar.

__ADS_1


"Ais... ais... "Kata Farhan perlahan. Seberapa besar kasih sayang Farhan terhadap Aisyah itu, hingga tangisannya bisa membangunkannya. Farhan memang dekat dengan Leah, bahkan sering membantu Leah jika Ruchan sedang sibuk, Farhan lah orang lain pertama yang sangat bahagia ketika mendengar kehamilan Leah, Farhan lah yang sering bermain dan menjaga Aisyah ketika masih di Singapura, walau bersama dengan Sandy. Dimata Farhan, Aisyah sama seperti Ruchan, orang yang sangat berjasa dalam kehidupan nya. (Ahhh situasi mac apa ini).


Saat Leah keluar dan menenangkan Aisyah, Semua orang bahagia karena Farhan sudah sadar. Dan Sandy akan melaporkan kejadian seperti ini ke pihak yang berwajib, Awalnya Ruchan melarangnya, karena bagaimana pun Umi adalah Ibu yang telah merawatnya dari kecil, namun dalam hati terdalamnya, ia juga tidak ingin, Umi semakin menjadi jadi. Akhirnua Ruchan setuju dengan tindakan Sandy.


Sandu dan Sindi pun memutuskan untuk pergi ke kantor polisi dan melapor, karena sampai saat ini, motor yang Sandy tumpangi belum juga di perbaiki, maupun di sentuh bengkel untuk barang bukti.


Dirumah Sakit, Farhan dinyatakan sudah membaik dan di pindah di ruang inap lain, yang lebih luas, Leah dan Ruchan sangat bersyukur.


"Dokter, apa boleh kami menjenguknya..? " Tanya Intan.


"Boleh saja, tapi bayinya jangan lama lama di dalam ya, seharus nya tidak kami perbolehkan, namun, suster tadi ada yang bilang, kalau pasien bisa siuman berkat bayi itu, ya siapa tau jika pasien melihat bayi itu, bisa semakin membaik. " Kata Dokter.


Leah, Ruchan, Arifin dan Intan masuk dan melihat Farhan tersenyum akan kehadiran Aisyah.


"Ais, sini peluk Pak lhek, Pak Lhek kangen ee, " Kata Farhan.


"Mari sek Han, gek iso bopong Ais, saiki cukup nyawang sek wae.. (Sembuh dulu Han, baru bisa nggendong Ais, sekarang cukup melihat dulu saja) " Goda Arifin.

__ADS_1


"Ck opo sih Fin, " Kata Farhan


Semua pun tertawa, Farhan memang sosok humoris dari Ruchan dan Arifin, bahkan baru koma pun bisa langsung membuat semua orang tertawa.


Farhan menanyakan tentang motornya yang rem nya blong, padahal selama ini ia merawat motornya dengan baik, mana mungkin tiba tiba blong, Ruchan dan Leah menceritakan semuanya, tentang perbuatan Umi dan Linda yang akan membuat Sandy dan Farhan ketahui.


"Kenapa Umi melakukan itu? Aku tidak pernah berbiat rusuh dengan Umi maupun Linda. " Tanya Farhan.


"Jawban nya simple Ustad, rencana kita telah di ketahui oleh Umi dan Linda.. " Kata Leah.


"Siapa kita? " Tanya Ruchan.


"Siapa lagi kalau bukan Adek, Ustad Farhan dan Sindi. " Jawab Leah.


"Tapi kita harus tetap jalan kan rencana ini, 2 minggu lagi pokoknya. " Kata Farhan.


"Apapun rencana kalian, Aku selalu dukung kok, asal itu tidak melewati batas, tapi yang penting sekarang kesehatan Farhan, harus stabil dulu, ok.. " Kata Ruchan.

__ADS_1


Ruchan memang suami yang sangat baik bagi leah, selalu mendukung apa yang Leah lakukan, tidak membatasi Leah, Selalu berbicara lembut dan tenang. Leah sangat bersyukur memiliki suami seperti Ruchan, karena bagi Ruchan, Leah lah Cinta pertama dan terakhir yang akan mendampingi Ruchan hingga Allah berkehndak memisahkan mereka.


__ADS_2