Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Penjahat bertingkah lagi.


__ADS_3

Siang itu, Irene dan beberapa anak buahnya berkunjung di penjara, untuk menemui Sekar dan Linda.


"Siapa sih yang mau ketemu kita lagi, berasa artis aku ini" Kata Sekar.


"Jangan jangan pengacaranya Kak Sandy lagi" Kata Linda.


"Sandy? kakaknya Leah? idih " Kata Sekar.


Mereka berdua sampai di tempat bertemunya para penjenguk, mereka berdua tak mengenali sosok perempuan cantik itu.


"Siap lagi dia? badan perlindungan wanita kah? " Tanya Linda.


"Gak tau, tapi bentuknya gak kayak orang sosial, malah kayak artis, konglomerat, lihat emas nya yang dia pakai, udah berasa lihat toko mas aku" Kata Sekar.


Irene pun berbalik badan.


"Udah ngomong dari belakangnya? " Tanya Irene.


"Lha mbaknya membelakangi kami, ya kami ngomong dari belakang lah, kalau.. ." Kata Sekar.


"Cukup, kalian mau bebas?? " Tanya Irene.


"Ya mau banget lah, emang situ mau bebasin kita? " Tanya Sekar balik.


"Salah satu dari kalian akan berguna buatku, siapa yang ingin bebas?" Kata Irene.


"Sekar aja" Kata Linda.


"Loe gak. mau bebas? " Tanya Linda.

__ADS_1


"Pengen, tapi jika untuk melakukan kejahatan lagi, aku gak mau" Tolak Linda.


"Cih munafik" Kata Sekar.


"Bodo amat, apa untungnya aku bantu mbak ini? " Kata Linda.


"Mendapatkan Ruchan dan membuat hancur Leah" Kata Irene.


"Mereka berdua tuh tahan banting Mbak, udah ah, aku mau masuk aja" Kata Linda.


Linda meninggalkan mereka berdua berbicara, kali ini Limda benar benar hanya ingin pasrah, ia tak mau melakukan kejahatan lagi, yang ujunh ujungnya masuk penjara lagi.


"Bagaimana denganmu? waktu ku gak lama" Kata Irene.


"Apa rencanamu? dan apa keuntunganku? " Tanya Sekar.


"Mudah, jadilah pelakor di rumah tangga Sandy" Kata Irene.


"Buat rumah tangga Sandy hancur dulu, lalu dengan mudah aku akan membuat hancur Leah, dan kau bisa mendapatkan Ruchan secara cuma cuma" Kata Irene.


"Apakah akan berhasil? " Tanya Sekar.


"Pikirkan lagi, 2 hari lagi aku akan ke sini" Kata Irene.


"Tapi kasusku berat, woy Mbak, hey main pergi aja" Kata Sekar.


Sekar kembali ke selnya dan Linda memperingatinya, Linda kali ini akan berubah, ia sadar, kejahatan akan membuatnya jauh dari Ruchan, mungkin dia tidak bisa memiliki Ruchan, namun setidaknya, Ruchan tak membencinya, itu sudah cukup bagi Linda.


✳✳✳✳✳

__ADS_1


Di Jepang,


Sandy telah pulang ke Jepang, bertemu dengan Sindi istrinya yang sedang hamil besar, dan kembali ke rutinitas masing masing, sedangkan Rio telah pulang ke Singapura, namun sementara tinggal di hotel, karena rumah yang dulu di tempati sedang di tempati Leah dan Ruchan.


"Mas, gimana keadaan Leah sama Ruchan? Aku sangat khawatir dengan mereka" Tanya Sindi.


"Alhamdulillah mereka baik baik aja ko yank, ya emang Ruchan sedikit hilang ingatan, namun Leah berusaha membuat ingatanya kembali dengan membawanya ke Singapura" Jelas Sandy.


"Siapa yang berbuat jahat sampai se tega itu ya Mas? " Tanya Sindi.


"Linda sama Sekar" Kata Sandy.


"Sekar? Sekar.... " Kata Sindi.


"Kenapa yank, kamu kenal yang namanya Kembang itu? " Tanya Sandy.


"Kembang, bunga kali Mas" Kata Sindi.


"Bunga bangkai, kasihan orang tuanya, pasti malu punya anak seperti dia" Kata Sandy.


"Kita pernah satu kelas dulu sama Sekar" Kata Sindi.


"Kok bisa? " Tanya Sandy sok heran.


"Aku, Linda, Ustad tiga serangkai itu kan seumuran, sekolah bareng, ke madrasah bareng, dan sekelas sama Sekar itu" Kata Sindi.


"Bau dong" Kata Sandy.


"Ih Mas ah, gak baik tau seperti itu" Kata Sindi.

__ADS_1


"Lha bunga bangkai" Kata Sandy tertawa.


Irene tak henti hentinya membuat Sandy hancur, benar dulu dia yang meninggalkan Sandy, namun dia tidak rela jika Sandy dimiliki oleh orang lain. Berbagai rencana telah ia siapkan untuk membuat rumah tangga Sandy hancur.


__ADS_2