Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Di Bandara


__ADS_3

Ruchan membantu Leah bersiap siap, wajah Ruchan kelihatan lesu sekali, Leah tau, ini keputusan yang lebih baik, namun jika yang di bahayakan anaknya, Leah tidak bisa berdiam diri, sudah lama Leah menanti anak itu.


"Mas akan antar sampai Bandara ya.." Kata Ruchan mengecup kening Leah.


Leah tersenyum, dan memeluk Ruchan, sungguh berat harus berpisah seperti ini, namun hanya ini pilihanya, jika sesorang ingin menang dalam pertempuran, ia harus mengalah dahulu, sampai waktunya nanti tiba, lihat saja bagaimana Leah membuat Umi dan Linda minta maaf kepadanya.


Di luar sudah ada banyak orang, ada Kyai, Umi, Sindi, Ita, Ikhsan, Arifin dan Farhan, bahkan Linda pun ada di sana.


"Le? Kamu baik baik ya di sana... "Kata Sindi memeluk Leah.


"Tolong awasi Linda untuk ku, jangan biarkan dia mendekati suami ku.. "Bisik Leah.


Sindi tersenyum penuh dengan arti.


"Leah anakku, jaga diri baik baik di sana ya, selalu kabari setiap perkembangan anakmu, jangan stres, jaga kesehatan kamu.. " Kaya Kyai Mahfud..


"Enggih Abi, insyaallah.. "Kata Leah mencium tangan Kyai Mahfud


"Hati hati ya nduk.. selamat jalan... jangan cepat kembali, " Bisik Umi yang saat itu memeluk Leah.


"Iya Umi, Leah akan secepatnya pulang, setelah anak ini lahir, dan akan ngasih Umi kejutan, " Kata Leah dengan senyuman palsunya.

__ADS_1


"Mbak, Mas, Leah pamit dulu ya, kabari jika Mbak udah lahiran nanti.. " Kata Leah ke Ikhsan dab Istrinya..


"Iya Dek, nanti Mas kabari ya.. " Kata Ikhsan


Akhirnya, drama itu telah usai, di sepanjang perjalanan, Ruchan tidak pernah melepas genggaman tanganya, Ruchan memang belum sanggup untuk jauh dengan Leah. Namun demi anaknya, ia harus rela jauh dari Leah untuk waktu yang sangat lama bagi Ruchan.


Sampai di bandara, Ruchan masih tetap menggenggam tangan Leah, sampai akhirnya harus berpisah.


"Dek, jaga anak kita baik baik ya, jangan lupa sholatnya, tadarusnya, dan satu hal lagi, perbanyak bersholawat, karena itu akan menenangkan hati si bayi ya, kalau Mas ada waktu, Mas akan nyempetin njenguk Adek di sana.. " Kata Ruchan mengecup kening Leah.


"Kamu tenang saja, Leah aman bersmaku, ayo Leah.. " Kata Sandy.


"Adek pergi dulu ya Mas, Assallamualaikum.. "


"Kabari kita kalau kalian sudah sampai yaaa" Teriak Farhan.


"Ayo Han, Nanti malam masih ada pertemuan... Kita harus bersiap" Kata Arifin.


Dengan wajah murung, Ruchan pun kembali bersama dua sahabatnya, Di pesawat, Leah terlihat sangat sedih, ini pertama kalinya saat dia menjadi seorang istri, pergi ke luar negri tanpa suaminya.


Sandy yang melihat kesedihan Leah mencoba untuk menghiburnya.

__ADS_1


"Le? Lele Usil !!! " Seru Sandy.


"Apa sih kak, Leah mau bobok jangan ganggu... " Kata Leah.


"Yakin mau tidur, Kakak ada pesen sesuatu buat kamu.. "Kata Sandy.


"Apa !!" Jawab Leah.


"Galak amat neng, nih coklat panas.." Kata Sandy


"Waw, baunya aja udah enak banget... minum yaa " Kata


Melihat senyum Leah sudah membuat Sandy bahagia, dalam benaknya, Leah adalah satu satunya harta berharga miliknya, di tambah, akan ada baby kecil yang ada di perut Leah, Sandy sangat bahagia akan itu.


🍁🍁🍁🍁


Sesampai nya di Singapure, Sandy berniatan mengajak Leah jalan jalan, karena hari ini Sandy masih cuti, Leah pun merasa senang.


Setelah Leah aholat isyak, Leah mengirim pesan kepada Ruchan, memang waktu yang sibuk buat Ruchan, namun Leah berharap pesannya akan di balas dengan cepat.


Leah - Assallamualaikum Ustad ku 😍

__ADS_1


Sudah 15 menit pesan Leah belum juga Ruchan buka, Leah berfikir pasti sedang sibuk, Leah pun tertidur. Sandy membawakan makan malam untuk Leah, melihat Leah sudah tidur pulas, Sandy membawa kembali makananya, Sandy tidak tega untuk membangunkan Leah, apa lagi pasti Leah sudah kecapekan jalan jalan tadi sore.


__ADS_2