Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Bahaya Terus Terjadi


__ADS_3

Ita menceritakan sangat detail, dan membuat Leah semakin khawatir dengan bayinya.


"Sin, bagaimana kalau Umi, semakin hari semakin menjadi, takutnya dia akan berbuat lebih nekat" Kata Leah.


"Aku punya usul, tapi usul ini sudah aku usulkan ke Ustad Ruchan, namun dia gak menyetujuinya. " Kata Sindi.


"Apa? " Tanya Leah.


Saat Sindi ingin mengucapkannya, tiba tiba Ita pinsan, mungkin itu efek deri racun yang sudah di taburi dalam kue yang Ita makan, Sindi pun memanggil beberapa santriwati untuk membantu mengangkat Ita ke klinik Pesantren.


Beberapa menit kemudian, dokterpun keluar, seharusnya Ita baik baik saja, yang iya makan bukanlah racun, namun obat peluntur, dikarenakan Ita sedang tidak enak badan, maka kekebalan tubuhnya tidak bisa menahan obat itu.


Leah merasa bersalah, berhutang budi juga kepada Ita, mungkin kalau Ita tidak sigap, Leah akan kehilangan bayi nya.


Sindi mengantar Leah pulang dan menyuruhnya untuk istirahat, di depan pintu rumah, Ruchan dan dua sahabatnya sedang berbincang bincang di ruang tamu.

__ADS_1


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam.. "


Leah masih memasang wajah lesu, mencium tangan Ruchan, dan langsung masuk ke kamar. Ruchan pun menanyakan kepada Sindi, apa yang sebenarnya terjadi kepada Leah. Sindi pun menceritakan apa yang tadi terjadi, Ruchan, Farhan dan Arifin terkejut. Apa yang sebenarnya Umi inginkan.


Sindi pun mengusulkan usulan waktu itu kembali, dengan harap kali ini Ruchan akan menyetujuinya, namaun tetap sama saja, Ruchan bersikeras tidak menyetujui apa yang Sindi usulkan, menurut Ruchan, itu akan mempersulit Ruchan memantau Leah dan calon anaknya.


"Tapi Ustad, beberapa hari lagi, kamu akan keluar kota kan? tolong fikirkan lagi, semua ini juga demi kebaikan Leah dan calon anak kalian. "Kata Sindi berusaha menyakinkan Ruchan.


"Mohon Ustad pertimbangkan lagi ya, aku permisi dulu, Ita sendirian di klinik, aku harus menemaninya, Assallamualaikum.. " Pamit Sindi.


"Wa'alaikum sallam.. "


"Sindi ikut.... " Kata Farhan.

__ADS_1


Sindi berbalik dan melototi Farhan, Farhan pun duduk kembali dan menundukan kepala.


"Dasar bocah, ingat umur coy, udah gak ABG lagi, nih belum di tandatangani.. " Kata Arifin.


"Usaha kali Fin.. " Kata Farhan.


Ruchan beranjak dari sofa, dan masuk ke kamar, ia melihat Leah yang sudah tertindur. Bahkan tidurpun mengerutkan keningnya, Leah benar benar merasa khawatir.


Lalu Ruchan mencium kening istrinya dengan lembut, mengusap perutnya dan berbisik " Maafkan aku" Ruchan pu. meneteskan air mata, ia tak tega melihat istrinya di ganggu oleh Uminya terus menerus, namun juga tak sanggup jika harus berpisah lama denga Leah.


Ruchan bingung harus bagaimana, kalau Leah berada di Jakarta, apa Ibu dan Saudara tirinya akan memperlakukan dengan baik,Ruchan takut kalau mereka akan menyulitkan Leah.


Namun jika terus berada di Pesantren pun, tidak baik untuk kandungan Leah, jika Leah terus terusan di buat setres.


"Ya Allah, berikan aku petunjukmu, kulo kepingin, garwo kulo kalian calon lare kulo sehat wal'afiat Ya Allah (saya ingin, istri saya dan calon anak saya sehat walafiat Ya Allah)

__ADS_1


Ruchan kembali mengecup kening Leah dan pipinya, betapa dia mencintai istrinya itu, Ruchan teringat saat pertama kali melihat Leah, Leah sungguh gadis periang, pemberani, ceplas ceplos, bebas, dan sexi. Demi Ruchan, dia berani berubah seperti orang lain, menjadi santun, halus, mau memakai baju muslim dengan tiba tiba, bahkan mampu belajar mencintai Ruchan, walau dulu pernikahanya bermula dari Perjodohan.


__ADS_2