
Seminggu berlalu, genap 2 minggu Sandy menyandang setatus duda ber anak satu.
Hari ini, Sandy pamit pulang untuk kembali ke Jepang, melakukan pekerjaannya sebagai seorang Dokter jantung di sana.
"Kak " Kata Leah membopong Akbar.
"Kakak titip Akbar, Ruchan didik dia seperti Abimu mendidikmu, Mas yakin belum bisa mendidik dia lebih baik darimu, tapi Mas akan kembali suatu saat nanti untuk bermain denganny" Kata Sandy mencium Akbar.
"Mas jangan khawatir, insyaallah aku akan merawat dan menjaga Akbar seperti anakku sendiri, kan Akbar sudah aku anggap seperti anakku sendiri Mas" Kata Ruchan.
"Enak aja, aku yang bikin, kamu ngaku ngaku anggap anak? hufft " Kata Sandy bercanda.
"Gak boleh nih, ya udah bawa lagi aja ke Jepang, Sekolahin biar kayak naruto" Lawan Ruchan.
"Hey macem macem? aku akan culik Leah sama Ais dan aku ajak kabur mereka ke Alaska" Kata Sandy.
__ADS_1
"Oh ya? kalau gitu, Akbar aku buang ke padang pasir biar di temu oleh para musafir, biar di naikkan di punuk onta " Kata Ruchan tak mau kalah.
"Kalian, percakapan macam apa ini? " Kata Leah.
"Emm enggak kok Le, kita kan best brother, iya kan bro" Kata Sandy mengusap usap lengan Sandy.
"Iya Ma, best brother heheheh" Kata Ruchan.
"Kak Sandy, udah waktunya, Abi antar Kak Sandy, jangan sampai dia mampir ke janda sebelah" Kata Leah langsung masuk ke dalam.
"Hey, awas kamu Le, Ayo Ruchan, cepat antar aku " Kata Sandy.
"Kamu mau, ingatan mu gak balik? " Kata Sandy.
"Jangan dong, kasihan istriku, sampai sekarang aku masih belum menyentuhnya e, pasca aku sakit" Kata Ruchan.
__ADS_1
"Wah rugi Han "Kata Sandy.
Entah guyonan apa lagi yang mereka obrolkan, dari jauh nampak mereka asyik mengobrol saling mengejek, Leah sangat bahagia telah melihat senyuman di bibir Kakaknya, dan mulai akrab lagi dengan Ruchan.
Leah memandang Akbar sangat dalam, wajahnya begitu mirip antara Sindi dan Papanya, entah itu hanya rasa sedih Leah yang sudah di tinggalkan oleh Papanya dan sahabatnya, atau memang Akbar benar benar mirip keduannya.
Kali ini Leah tidak mengantar Sandy ke bandara, hanya di antar oleh Ruchan dan Farhan saja, karena ia harus mengurus dua bayi sekaligus sekarang.
✳✳✳✳
Suara adzan Dzuhur berkumandang, Ruchan belum juga pulang, padahal Leah sudah sangat capek menguris dua bayi itu. Ais yang sudah mulai belajar berdiri membuat Leah lebih waspada ketika Ais berdiri, takutnya tiba tiba terjatuh, Akbar pun juga tidak bisa tidur dari pagi saat Sandy pulang.
Terlihat Ais kelaparan, Leah pun menyiapkan makanan dan susu untuk Ais sambil menggendong Akbar, setelah menyuapi Ais, Ais minum susu dan tiduran di ruang keluarga. Melihat Ais tiba tiba tidur Leah pun ikut mengantuk karena kecapekan. Leah pun tertidur dan Akbar pun juga ikut tertidur.
Sampai sampai Ruchan pulang tidak di sambut, Ruchan pun bingung kenapa tidak ada yang menjawab salam Ruchan, lalu Ruchan mencari cari Leah di kamar, namun tidak ada.
__ADS_1
Saat Ruchan hendak kedapur, ia melihat istri dan kedua anak nya telah tertidur juga. Ruchan mengerti kesibukan Leah, apalagi di tambah satu bayi, tapi mau bagaimana lagi? itu wasiat dari Sindi yang harus Leah tunaikan.
Ketika Ruchan mendekati Leah, mungkin tangan Leah mulai lemas hingga Baby Akbar mau jatuh, dengan sigap Ruchan menangkapnya, dan Leah pun kaget ketika Ruchan tiba tiba sudah ada di depannya.