
Setelah Leah di bawa ke ruang inap, Sandy tak henti hentinya mencium keponakannya, dari ruang bayi sampai ke ruang inap, Sandy lah yang menggendongnya, betapa bahagianya dia, melihat sepasang bola mata milik Mama nya di wajah keponakannya itu, namun wajah dan keseluruhanya mirip Ruchan. Kulit putihnya ikut Ruchan juga.
Ruchan sangat bahagia, ia mengabari keluarga yang berada di Jogja, tak luput kedua sahabatnya, dan Sindy. Foto anaknya di kirim kepada Ikhsan.
Oh ya guys Mas Ikhsan juga baby nya dah lahir ya, sekarang berusia 3 bulan, dan anaknya berjenis kelamin laki laki.
*Ikhsan - Bayimu cantik Han, selamat ya, kamu sudah jadi bapak, aku juga sudah di panggil pak dhe, pengen ikut kesana, tapi kasian Ibrahim masih kecil, jadi titip doa ya, mungkin Abi dan Umi besok baru berangkat.
Ruchan - Terimakasih mas, iya tadi Arifin sudah ngabarin kalau besok berangkatnya, tapi insyaallah besok pagi sudah pulang*,.
Di Pesantren..
Umi dan Linda sangat kesal, ini mungkin memang sudah di rencanakan oleh Leah, agar dia bisa melahirkan keturunan Ruchan. Mereka berdua merencanakan sesuatu saat nanti Leah dan anakknya pulang.
"Umi bagaimana ini? Makin jauh aja lah aku dapatin Ruchan, pokokknya Linda gak mau tau, Ruchan harus nikah sama aku. " Kata Linda kesal
__ADS_1
"Sabar dong, Umi janji akan persatukan kamu sama Ruchan, hanya kamu yang harus jadi menantu di Pesantren ini, bagaimana pun caranya.. " Kata Umi yakin.
"Tapi kalau ada anak kayak gini gimana dong Umi" Tanya Linda.
"Tunggu dan lihat nanti, apa yang akan Umi lakukan, besok Umi mau ke Singapura dengan Abi, Arifin dan Farhan. Ibu akan buat dia down dan buat dia baby blouse hahahaha" Tawa Umi.
"Ikut donh Umi, udah 1 bulan gak ketemu Ruchan, kangen akunya" Kata Linda.
"Ikut ikut, kalau cuma ke Jakarta mah gak papa, lha ini ke luar negri lho, harus pakai paspor dan segala macam, wes gak usah ribut, tunggu kabar apikke wae yoo" Kata Umi.
Sindy pun merasa bahagia, baru saja menerima foto anak Leah dari Ruchan.
Ruchan - Alhamdulillah, lahir dengan selamat, sempurna tak kurang dari apapun.
Sindy - Selamat yaa Abi Ruchan*.
__ADS_1
Di Singapura ..
Ruchan menemani Leah, menyuapi dan bercerita dengan Leah di rumah sakit, di sampingnya Sandy tengah sibuk dengan keponakan barunya, tidurpun bayi itu di timang timang terus.
"Kak, itu kan baby nya dah bobok, ya di taruh dong.. " Kata Leah.
"Siapa sih kamu, ganggu aja, cewek kecil ini punya ku tau.. "Jawab Sandy.
Ruchan dan Leah tertawa melihat ekspresi muka Sandy, terlihat anaknya yang nyaman di dalam gendongan sang paman, Leah teringat akan Papa nya, pemandangan itu sangat mirip waktu Leah bersama Papa nya dulu saat masa kecil.
Apapun kemauan Leah waktu kecil selalu di penuhi, malah Sandy sebagai anak laki lakinya pun di nomor duakan, tak terasa air mata Leah menetes, Ruchan yang melihat itu langsung menyeka air mata Leah.
"Ada yang sakit? Kok banjir " Tanya Ruchan.
"Enggak Mas, lihat Kak Sandy sama anak kita jadi teringat Papa... " Jawab Leah.
__ADS_1
"Jangan lupa doain orang tua Adek di sana ya, doa anak yang sholihah itu akan sampai kepada orang tuanya" Kata Ruchan mengusap rambut Leah.
Malam semakin panjang, Ruchan dan Leah di buat kewalahan karena babynya terus menangis, maklum saja mereka baru pertama kalinya ngurus bayi, sedangkan Sandy ada shift malam di rumah sakit itu.