
Leah pun mengingat-ingat kembali kejadian yang Ruchan ceritakan. Karena Leah yakin, cerita Ruchan tidaklah asing baginya.
"Terus, setelah itu, yaa sekitar 2 tahun setelah itu, Mas beneran terbang ke Kairo. Pertama sih niat nya memang mau lanjut sekolah, belajar di penjara suci gitu. Dan menjadi seorang Ustad memang keinginan Mas sendiri, ya tujuan keduanya ya buktiin ke anak perempuan kecil yang super nakal itu.. " Kata Ruchan.
"Terus setelah itu, bagaimana dengan si anak kecil yang super nakal itu Mas?" Tanya Leah yang sedari tadi masih memainkan tasbih pinknya itu.
"Ya setelah itu, sekitar 5 tahunan lah, Mas pulang ke pesantren, dan mulai menyebarkan ajaran yang mas dapat dari sekolah di sana. Tausiyah kesana kesini, gantiin Abi," Ruchan bicara dengan melirik tasbih yang Leah mainkan.
"Terus, teruss? Setelah itu apa lagi?" Tanya Leah.
"Terus apa?" Kata Ruchan sambil mengecup bibir Leah.
"Mulai deh ah,. Ya itu janji yang kamu buat ke anak perempuan kecil yang super nakal banget itu lho sayaaaang" Kata Leah gemas.
"Oh.. Ya tetap Mas tepati dong istriku, kan janji adalah hutang," Kata Ruchan tersenyum.
"Tunggu, tunggu dulu deh. Minuman asin, Kakak marahin, dua saudara menertawakan, janji suruh jadi Ustad, terus tasbih pink ini? Tunggu.. " Kata Leah masih terus berfikir.
__ADS_1
"Istriku ini mikirin apaan sih ha?" Tanya Ruchan mecubit dagu Leah.
"Kayak nya semua ini nggak asing deh. Tasbih ini kayak dari nenek. Ah iya! Tunggu dulu, jadi cowok yang pas itu tiba-tiba nyium adek waktu itu Mas Ruchan kah?" Tanya Leah sedikit dengan nada keras.
"Ih Astaghfirulloh hal'adzim, masa iya Mas tiba-tiba mencium gadis yang bukan mahramnya sih, Naudzubillah, dosa tau, kan dulu belum muhrim," Goda Ruchan.
"Ih jangan bercanda deh, Adek tuh inget banget wahai suamiku, betapa takutnya dulu waktu kamu nyium adek, ih agresif ih," Kata Leah menunjuk Ruchan.
"Takut kenapa, cuma cium pipi doang kan, nggak berbekas juga kan? Agresif darimana coba?" Goda Ruchan.
"Iya waktu itu kan Mas cium Adek di pipi, setelah itu tiap malam Adek kepikiran, Adek bakal hamil nggak ya? Gitu tau!. Soalnya kata si Maemunah dulu, kalau kita di cium oleh lawan jenis bakal hamil gitu, parnonya, sampai semingguan nggak mau keluar kamar adek tuh," Kesal Leah sambil memukul-mukul manja Ruchan.
Tawa Ruchan, melihat tingkah lucu Leah, tak lama Adzan subuh pun berkumandang, Leah dan Ruchan sholat subuh berjama'ah, tapi karena mereka bersentuhan, mereka kembali wudhu lagi. Leah yang tidak kuat ngantuk pun, melanjutkan tidurnya, dan Ruchan berdzikir dan mengaji sampai pagi hari.
🍃
Setelah semua itu terlaksana, Ruchan menyiapkan sarapan, dan berkemas untuk pulang ke Jogja hari itu juga.
__ADS_1
"Semua beres, tinggal bangunin Adek, terus mandi, Alhamdulillah hiroobil'alamin" ucap Ruchan.
"Istriku.... Bangun yuk, udah siang lho, kata masih mampir dulu mau beli oleh-oleh kan? Kita kan kemaren nggak sempat mau belanja" Teriak Ruchan membangunan kan Leah dengan mengecup kening
"Toko di sini bukanya agak siangan Mas, 5 menit lagi yaa, masih ngantuk aku tuh," Kata Leah.
"Nggak ada lima menit lima menitan! Ayo bangun, entar sarapan Adek, Mas makan semua, dan Adek nhgak usah sarapan sekalian," Kata Ruchan membuka selimut Leah dan berusaha membangunkan nya.
"Aaaa masih ngantuk," Manja Leah.
"Ayo bangun, jangan lupa berdoa dulu setelah bangun tidur, katanya berusaha jadi istri solihah, bangun pagi contohnya" Kata Ruchan mengusap kening Leah.
"Adek dah bangun kok, nih matanya dah Adek buka, istri solihah, istri solihah, istri solihah," Kata Leah menuju kamar mandi.
Ruchan tertawa kecil, melihat istri imutnya itu. Mereka berdua sarapan bareng, dengan menikmati pagi yang cerah di Singapura.
"Yank, Mas Sandy nggak pulang lagi, telfon gih, takutnya tiba-tiba dia sudah di Bandara, kita kan ngulurin waktu karena mau belanja dulu," Kata Ruchan.
__ADS_1
"Ah iya, entah apa yang merasuki Kakak ini, dari dulu sifatnya nggak pernah berubah-berubah," Leah sambil menelfon Sandy.
2x panggilan tak di angkat oleh Sandy, Leah mengulangi nya kembali, dia tak ingin pulang sebelum bertemu dengan Kakak nya, dan memastikan bahwa Sandy baik-baik saja, karena akhir-akhir ini, ada yang salah dengan Sandy.