Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Bab. 78


__ADS_3

Rombongan Sandy, di sambut dengan hangat, ciri khas orang Jogja yang sangat ramah tamah, dan tutur sapa mereka yang halus. Rombongan Sandy di persilahkan masuk dan duduk, Farhan memilih untuk duduk di luar bersama dengan Aisyah.


Acara pun di mulai oleh Ikhsan, sebagai wakil wali dari Sandy, memang Sandy dan Leah memiliki Ibu dan Saudara tiri. namun dari dulu Sandy tidak pernah menyukai mereka, maka itu Sandy memilih Ikhsan untuk menjadi walinya. Di tambah lagi Iksan dan Sandy sudah mengenal sejak lama, jauh sebelum Leah dan Ruchan menikah.


Acara Lamaran telai usai, semua orang sangat bahagia, terutama Sandy dan Sindi. Kini semua telah di hidangkan berbagai jenis masakan khas Jogja dan makanan banyak lagi, Farhan tengah sibuk bermain dengan Ais kecil. Lalu, Leah meminta Ruchan untuk memanggil Farhan untuk masuk.


"Bi, Ais sama Ustad Farhan di luar, suruh Ustad Farhan makan dulu.. "Kata Leah.


Ruchan keluar dan memanggil Farhan, suasana menjadi tambah nikmat dan seru ketika Farhan bergabung di dalam. Farhan terus saja menciptakan kelucuan seperti biasanya. Tibalah di penghujung acara, Ikhsan memohon izin untuk pamit, mereka semua pun berangkat pulang.


Isi lamaran tersebut, Sandy akan menikahi Sini satu bulan lagi, di karenakan itu hari yang baik untuk orang menikah sesuai pawektu Sandy dan Sindi. Dan lagi Sandy juga hanya bisa cuti bulan depan lagi.


"Pak Buk, Kami serembongan mohon undur diri,pamit pulang dulu ya, Assallamualaikum" Kata Ikhsan.

__ADS_1


"Iya Kyai,monggo derekanken, Wassallamualaikum.. "Kata Bapak Sindi.


"Dadah Kakak ipar ciee yang mau nikah hehehe " Goda Leah.


Sindi tersipu malu, rombongan Sandy sudah berangkat pulang. Acara demi acara berjalan dengan lancar, niat baik Sandy pun di terima oleh keluarga Sindi. Dua minggu lagi giliran lamaran untuk Arifin dan Intan di Singapura. Ikhsan mengajak Istrinya membuat paspor untuk bisa pergi bersama sama ke Singapura, namun Vina tidak mau, ia akan menunggu kabar baik dari Pesantren saja, Vina memang gadis pendiam, tutur sapa yang lembut dan halus, bicaranya juga sangat pelan.


Berbeda dengan Leah, biarpun berpakaian menggunakan gamis syar'i, Leah tetap masih Leah yang sama, lincah, berterus terang, dan manja di depan Kakaknya.


"Alhamdulillah, acara selesai, selamat ya bro, semoga lancar sampai hari H " Kata Ikhsan.


"Cie Kakak, maun nikah nie.. "Goda Leah.


"Anak kecil, sini Ais Kakak yang gendong, kangen dari tadi nggak gendong kesayangan aku satu ini" Kata Sandy.

__ADS_1


"Kakak ah, sana bikin anak sendiri " Kata Leah.


Sore itu Sandy harus pulang ke jepang, karena masa cuti nya tlah usai, Leah merapikan dan menyiapkan barang-barang yang akan di bawa oleh Sandy. Antara bahagia dan sedih saat itu, bahagia karena sebentar lagi Kakak tersayangnya akan menikah, namun ia juga sedih karena Sandy akan kembali ke Jepang untuk bertugas.


"Sebulan lagi Mas Sandy pulang lagi lah Ma, jangan sedih gitu dong" Kata Ruchan memecah lamunan Leah.


"Iya tau Bi " Kata Leah.


"Cie yang udah Abi Mama an aja.. harus nya Abi Umi, Papa Mama nggak imbang ih.. " Sambung Sandy.


"Ck apa sih kak, nyambung aja deh, kan biar beda gitu" Kata Leah.


"Kasihan Ais nanti, bingung manggilnya" Goda Sandy.

__ADS_1


Ruchan tersenyum melihat Kakak beradik itu begaduh. setiap ada Sandy, senyum Leah terlihat sangat berbeda seperti biasanya, Adik mana yang tidak bahagia di sayang sama Kakaknya seperti kasih sayang Sandy ke Leah.


__ADS_2