Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Tamu tak terduga.


__ADS_3

Leah sangat bangga kepada anak anaknya, semua cerdas, kini Ais pun tumbuh sebagai gadis cilik yang bawel, begitupun Akbar dan Kabir, mereka tumbuh menjadi anak yang super aktiv, berbeda dengan Syakir yang pendiam dan pemalu. Namun mereka memiliki keunggulan dalam mengaji.


Seperti beberapa hari lalu, Aisyah berhasil menghafal Al-Qur'an juz 1 ,walau baru sampai 3 lembar saja, namun itu sudah membanggakan bagi Ruchan dan Leah.


Siang itu Ruchan, Leah dan anak anaknya selesai sholat dzuhur berjama'ah. Ketika mereka sedang mengaji, terdengar seseorang mengetuk pintu.


Tok tok tok...


"Assallamualaikum "


"Wa'alaikum sallam"


Leah membuka pintu,dan terkejut, sesorang pengetuk pintu itu, yakni Umi Desi, di sampingnya juga ada Ikhsan. Leah pun memepersilahkan mereka masuk.


"Silahkan masuk Umi, Mas, eh Mas Ilham juga ikut? ayo masuk" Kata Leah.


"Abang dan si kembar ada Bu Lhek? " Tanya Ilham (anak Ikhsan dan Vina)


"Ada kok, kami baru saja selesai sholat, ayo masuk, temui mereka" Kata Leah.


Ruchan oun keluar dari dalam, dan langkahnya terhenti ketika melihat Umi Desi yang datang.


"Umi? "Kata Ruchan.

__ADS_1


"Ruchan, maafin Umi" Kata Umi bersimpuh kepada Ruchan.


"Umi jangan kayak gini lah Umi, berdiri ya, jangan kayak gini lagi, bagaimanapun juga Umi kan orang tua, Ibu Ruchan, Umi mungkin tidak mengandung Ruchan, namun dari bayi hingga menikah, Umilah yang selalu ada untuk Ruchan" Kata Ruchan.


"Umo benar benar minta maaf Ruchan, Umi salah, gak seharusnya Umi berbuat seperti itu, maafin Umi" Kata Umi Desi menangis.


"Umi, kadang orang tua memang membuat kesalahan, tapi gak munkin kita sebagai anak terus menerus menyalahka. Umi kan? kita ini manusia Umi, memeang tempat nya salah" Kata Leah.


"Umi minta maaf Leah, Umi menyesal, malu. Namun setelah keluar dari penjara, Umi gak tau harus kemana lagi, tidak ada tempat berlindung" Kata Umi Desi.


"Umi, Ridha Allah pada ridha orang tuanya, dan murka Allah pada mukrka orang tua, memang Umi melakukan kesalahan yang seharusnya tidak Umi lakukan karena itu berdosa, namun dengan Umi sudah menyesalinya, Allah akan mengampuni dosa dosa itu, jadi sekarang apakah kita bisa hidup berdamai Umi? " Tanya Ruchan.


"Leah? " Kata Umi.


"Leah juga ingin kita hidup damai Umi, kita lupakan masa lalu ya, kini kita buka lembaran baru" Kata Leah.


"Abi, Mama, Kakak mau berangjat dulu ya, udah jam 2 ,rugi nanti kalau telat" Kata Aisyah.


Umi Desi melihatnya dengan mata berlinang.


"Ais? inikah bayi yang dulu tak aku inginkan Ruchan? Maafkan nenek nak, maafkan nenek" Kata Umi seraya memeluk Ais dan menangis.


"Nenek? " Kata Aisyah.

__ADS_1


"Iya nak, Nenek minta maaf, dulu......." Kata kata Umi terpotong karena di hentikan Aisyah.


"Kadang orang tua itu berbuat salah kepada anaknya, namun orang tua tetaplah orang tua, mereka harus kita hormati dan kita sayangi bukan? tidak ada kesalahan yang tak bisa di maafkan oleh Allah, jadi apakah nenek sudah minta maaf sama Allah duluan dari pada Abi sama Umi? " Tanya Aisyah.


Umi Desi mengangguk pelan.


"Nah, berarti Abi sama Mama harus bisa memaafkan nenek juga, Rosulullah Sollallahu'alaihiwasallam bersabda: Man Laa Yarham La Yurham, yang artinya, siapa yang tidak mencintai maka ia tidak di cintai " Kata Aisyah.


"Tapi nenek mencintaiku kan? buktinya nenek tak melakukan hal yang membahayakanku lagi dulu, jadi aku mencintaimu, tolong cintai aku seperti nenek mencintai Abiku" Sambung Aisyah.


"Ruchan, dia persis sepertimu, seusia ini sudah sering memeberi Umi pencerahan, sayang, Abi mungkin tidak lahir dari rahim nenek, namun nenek sangat menyayangi Abinya Ais" Kata Umi Desi memeluk Aisyah.


"Jangan panggil aku Ais lagi ya nek, aku seorang Kakak, jadi panggil saja aku Kakak, agar adik adikku tak ada yang memanggilku dengan sebutan nama ku, aku sudah terlambat, boleh permisi dulu? akan rugi kalau aku telat" Kata Aisyah.


"Boleh dong, Kakak belajar yang rajin ya" Kata Umi.


Aisyah pun bersalaman dengan orang tuanya, tak lupa ia juga bersalaman dengan Umi Desi.


"Assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, oh ya Abi, Abang bilang, ia mau telfonan sama Om Sandy Bi, Abang nunggu Abi di kamar" Kata Aisyah.


"Iya nanti Abi temuo Abang, hati hati nak" Kata Ruchan.


"Iya Abi, Assallamualaikum warahmatullahi wabarokatuh " Salam Aisyah.

__ADS_1


"Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh "


Umi Desi pun bertanya tanya dengan siapakah yang di sebut Abang ini, Leah bilang kalau ia akan menceritakannya nanti, Leah memepersilahkan Umi duduk kembali dan mereka saling mengobrol seperti awal Leah menjadi menantunya. Sedangkan Ruchan ke kamar Akbar untuk menemuinya. Dan di sana nampak Akbar yang sedang siap siap akan ke TPQ bersama Ilham, Kabir dan Syakir.


__ADS_2