
Siang hari setelah memakamkan janin Leah dan Ruchan, Sandy dan Sindi kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Leah, sampai di rumah sakit, ternyata Leah sedang istirahat, dan di sampingnya ada Ruchan yang sedang mengaji.
"Kita beli makanan dulu buat Ruchan, pasti dia belum makan dari tadi pagi " Kata Sandy.
"Sudahlah, kalian pengantin baru, biar kami yang nemenin Leah dan Ruchan di sini" Kata Farhan datang bersama Arifin.
"Tidak !! Aku akan menemani Leah "Kata Sandy
"Maaf ya Sin, aku pinjam suamimu dulu.. ayo Mas " Kata Arifin.
"Mas, aku tau apa yang Mas Sandy rasakan. Tapi Mas juga harus fikirkan bagaimana perasaan Sindi dan keluarga nya, masa iya para tamu di tinggal begitu saja, pernikahan Mas kan sudah sederhana, masa Mas juga gak akan nemui tamu juga, Leah juga akan sedih kalau Mas bersikap seperti ini, di dalam juga kan ada suaminya. " Jelas Arifin.
"Kamu benar juga sih Fin, ya udah kalau gitu, nanti kamu belikan makanan buat Ruchan ya, aku pulang dulu" Kata Sandy.
"Saya udah bawain makanan buat Ruchan kok Mas, tenang saja, Mas pulang dulu saja ok ok monggo" Kata Arifin.
Sandy mengajal Sindi pulang, awalnya Sandy berat akan meninggalkan Leah, tapi bagaimana pun juga dia sudah ada istri dan di rumah masih ada banyak tamu, Sandy tidak mau menjadikan keluarga Sindi menjadi bahan omomgan tetangganya.
"Assallamualaikum "
"Wa'alaikum sallam"
__ADS_1
"Mas Sandy lah wes muleh, kono ndang muleh, eling, sore iki ngajar madrasah to?, aku ra nono jadwal dadi aku tak sek ngancani Han neng kene (Mas Sandy kan sudah pulang, sana cepat pulang, ingat sore ini ngajar madrasah kan?, aku tidak ada jadwal jadi aku yang akan menemani Han di sini). " Kata Farhan.
"Yakin? yo wis Alhamdhulillah nek ngono (kalau begitu) Aku permisi dulu Assallamualaikum " Salam Arifin.
"Wa'alaikum sallam warahmatullahi wabarokatuh "
Ketika Arifin sudah pergi, Ruchan keluar dari kamar.
"Farhan, sama siapa kamu? " Tanya Ruchan.
" Dewek lah (Sendiri lah) " Kata Farhan cengingisan.
"Aku ndak lapar, kamu makan aja gak papa"Kata Ruchan.
"Yoo jangan gitu to Han, kamu dari pagi belum makan lho, pas kejadian itu langsung bawa Leah kemari, dan ini sudah ashar pula, nih " Kata Farhan.
"Yo wis sini, Ais sama siapa, rewel gak? " Tanya Ruchan.
"Tenang aja, Ais itu anak pinter, dia anteng anteng aja kok. di rumah, aku tadi main sama kesayanganku itu hihihi lucune Han anakmu" Kata Farhan.
"Aku kangen sana Ais, nanti kalau Mamanya dah bangun tak vc lah, Ais di bawa siapa? " Tanya Ruchan.
__ADS_1
"Tadi sama si Ita, tapi kan dia ngajar sore, mungkin sama Mbak Vina Han " Jawab Farhan.
Di perjalanan Sandy.
" Mas kalau masih khawatir sama Leah, kita balik aja yuk" Ajak Sindi.
"Gak lah, disana sudah ada suaminya, di rumah kamu kan masih ada tamu, kita temui mereka dulu, semoga besok Leah udah bisa pulang, terus kita ketemu di Pesantren aja" Kata Sandy.
"Tapi mata Mas gak bilang gitu" Kata Sindi.
"Kamu tau kan bagaimana rasa sayang Mas sama Leah, dalam banget, hanya dia satu satunya harta yang aku miliki, ya sekarang kamu juga, dan dia juga udah ada yang jaga aku sadar itu, tapi namanya sayang,, ya kamu tau sendiri lah sayang, dari Mama meninggal, Leah gak pernah dapat perhatian dari Papa, ah pahit kalau di ceritain " Cerita Sandy.
"Ya udah gak usah di ceritain deh, jadi Mas ingin pernikahan sederhana ini karena Irene? " Tanya Sindi.
"Maaf aku gak bisa beri kamu pernikahan yang megah yank, ya aku mampu beri kamu pernikahan yang megah tapi, aku sengaja bikin sederhana gini kalau Irene tau, dia akan berulah, benarkan dia berulah, malah Leah yang jadi sasarannya. " Kata Sandy.
"Mas, ini bukan megah atau seserhana pernikahan kita, jika kamu kasih tau aku dari awal, aku akan memilih nikah KUA aja udah cukup. " Kata Sindi.
"Kamu ini, tapi aki janji, di Jepang aku akan memperlakukan kamu seperti tuan putri, malah lebih dari Leah, gimana kursus bahasa Jepang kamu yank? lancar? " Tanya Sandy.
Sandy dan Sindi saling bersenda gurau di mobil, sedangkan Ruchan setelah sholat ashar membangunkan Leah untuk sholat juga, mereka juga saling menghibur satu sama lain, kemesraan mereka membuat Farhan merasa seperti obat nyamuk, melihat ekspresi wajah Farhan, Leah jadi tertawa terpingkal pingkal. Hah Akhirnya Leah sudah bisa tertawa.
__ADS_1