
Air mata Leah menetes sangat deras.
"Abi, kenapa begini, betapa merasa durhakanya aku padamu Bi, aku gak bisa kontrol emosiku " Kata Leah penuh dengan isak tangis. Leh menelfon Ruchan, tersambung namun tidak di angkat, akhirnya Leah mengirim chat.
"Abi maafin Mama juga, gak seharusnya Mama bersikap seperti tadi, Abi udah sampaimana? jangan telat makan ya? "
Pesan Leah juga gak dibalas,o pikirnya, mungkin Ruchan sedang dalam perjalanan kalau gak ya sudah sampai. Bahkan Leah juga tidak mengetahui di mana suaminya Tausiyah.
Dari pagi berganti siang, siang ke sore, sore ke malam, masih juga belum ada kabar dari Ruchan, Leah mulai panik, gelisah ,ia bertanya kepada Farhan dan Arifin, namun zonk, mereka berdua tidak tau, sebab Ruchan perginya dengan kelompok rabana, dan bukan untuk Tausiyah, melainkan hanya pertunjukan rabana.
Leah semakin panik, biasa nya ada Sindi yang selalu menemani Leah ketika Ruchan pergi. Kini hanya Aisyah yang menemaninya, namun tak ada tanda tanda aneh dalam Ais, mungkin Ruchan memang sedang baik baik saja pikir Leah.
Malam semakin larut, Leah sholat isyak dengan khusuk, ia memanjatkan doa agar segera mendapat kabar dari Ruchan, kemana sebenernya pentas rabana itu.
Sebentar sebentar Leah melirik ke Aish, tidurnya masih anteng anteng saja, hati Leah sedikit lega, tidak ada tanda tanda yang aneh. Tapi Leah sangat khawatir, tak mungkin juga Ruchan semarah ini sampai tak mengabari sama sekali.
Kali ini Farhan dan Arifin menemani Leah di rumah, di sana juga ada Ikhsan dan Vina.
Namun yang bikin membuat Leah cemas, kata Farhan, grup rabana juga gak bisa di hubungi, ada yang nyambung namun gak di angkat.
Farhan sengaja memeriksa salah satu akun facebook milik santri yang ikut grup itu.
"Fin, punya ne Agus nih, aktif 5 jam yang lalu, fotonya otw pulang dari Purworejo, weleh adoh men (jauh banget), mereka pentas gak ijin lho, Ruchan kok ya gak ngabari ngono lho.. " Kata Farhan.
__ADS_1
"5 jam yang lalu otw pulang? Jogja Purworejo kalau gak macet 3 jam sampe lo Han.. " Kata Arifin.
"Bener juga, lha Magelang Jogja aja 1.5 jam kelar lho.. "Sambung Farhan.
"Kita berdoa aja, mereka semua selamat sehat sampai rumah.. " Kata Ikhsan.
"Amiiin"
Leah semakin cemas, masa iya sampai sekarang gak ada kabar dari mereka salah satu. Hp Leah berdering, telfon dari nomernya Ruchan.
"Mas Ruchan telfon.. " Kata Leah.
"Alhamdulillah, yo wis angkat. " Kata Farhan.
"Maaf saya dari polantas Magelang, cuma mau mengatakan kalau rombongan yang memiliki hp ini atas nama Agus mengalami laka lantas, 2 orang luka berat dan lainnya maaf, meninggal dunia"
Seketika hati Leah serasa berhenti berdetak, di rombongan itu ada suaminya. Farhan yang melihat keadaan Leah langsung merebut hpnya.
"Assallamualaikum ada apa Han? "
"Astaghfirullah hal'adzim, Innalilallahi wainnaillahi roji'un, terus sekarang ada dimana? bagaimana?, iya ini kita langsung menuju ke sana, pastikan ada 12 orang ya Pak disana? Apa? hanya 11 orang, iya kami segera kesana. " Kata Farhan.
Saat Farhan mengucap kata Innalilallahi, semua orang kaget.
__ADS_1
"Ono opo Han? (Ada apa Han?) " Tanya Iksan.
"Rombongan Ruchan laka lantas, 2 kritis lainnya meninggal Kyai. " Kata Farhan.
"Leah, sabar ya, Ruchan pasti salah satu yang masih ada, Mbak yakin. Leah Le? " Kata Vina yang panik melihat ekspresi kosong Leah.
Leah tidak menangis, namun hanya tatapannya penuh kekosongan.
"Dek Leah, sadar Dek, istighfar " Kata Ikhsan.
"Telfon itu bohong kan? kalian kerja sama Mas Ruchan untuk ngerjain aku kan? gak lucu.!!" Kata Leah menangis.
"Biar pasti kita harus ke Magelang. " Kata Arifin.
"Biar Leah yang nyetir, aku akan. marah kepada kalian lalau ini lelucon kalian.. "Kata Leah dengan ekspresi datar 😑😑😑😑😑
"Tapi kamu sedang hamil lho Dek? " Kata Iksan.
"Kalian ikut atau enggak, terserah!! Mbak Vina, tolong jaga Ais, aku akan membawa pulang suamiku, dan menghukum kalian semua" Kata Leah pergi
Farhan, Arifin dan Iksan menyusul Leah, Leah mengemudi mobip dengan sangat kencang, Untung Leah pernah ke Magelang bersama Ruchan, jadi gak bingung lewat jalan yang mana, Farhan sangat ketakutan dengan cara mengemudi Leah.
Mereka berdoa, agar Ruchan salah satu dari korban yang masih bernafas walau itu kritis, namun masih memiliki harapan hidup.
__ADS_1