Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Sambil menyelam Minum Air.


__ADS_3

Allahu Akbar Allahu Akbar......


Suara adzan dzuhur telah berkumandang, Leah bersiap siap sholat dzuhur, namun ia bingung harus bagaimana. Ingun sholat namun tak ada yang menjaga Ais.


"Assallamualaikum, Ais, Akbar, Mama, Abi pulang" Suara Ruchan mengetuk pintu.


Bagai mendapat harta karun ketika suami pulang dari aktivitasnya, Leah langsung lari dan membuka pintu, Ais yang mendengar suara Abinya pun juga merangkak ke ruang tamu.


"Waalaikum sallam, tumbem. pulang cepat bi? " Tanya Leah sambil mencium tangan Ruchan, dan Ruchan mencium kening Leah.


"Iya nih, tadi ternyata cuma pertemuan aja, lihat apa yang Abi bawa? " Kata Ruchan menunjukan tas kresek.


"A Bi " Kata Ais terbata bata.


"Eh putri Abi, udah jelas banget bilang Abinya, Akbar mana Ma? " Tanya Ruchan menggendong Ais.


"Astaghfirullah hal'adzim, Akbar di ruang tengah Bi, tunggu yaa " Kata Leah masuk mengambil Akbar.

__ADS_1


Ruchan duduk memangku Ais dan membuka oleh oleh yang di bawanya untuk Ais dan Akbar.


"Assallamualaikum Akbar" Salam Ruchan.


"Wa'alaikum sallam Abi, Abi bawa apa untuk Kak Ais dan Abang Akbar?" Tanya Leah.


"Ini untuk Abang, ini untuk Kakak, dan ini untuk Mama, yang ini untuk kita berdua" Kata Ruchan, membagi satu persatu oleh oleh yang di bawanya.


Ruchan adalah sosok Ayah yang sangat baik, bukan kepada Aisyah saja, namun dengan Akbar yang bukan anak kandungnya juga perhatiannya sama seperti Aisyah.


Siang itu suasana sedang bahagia, Leah menceritakan semua nya tentang stabilnya keadaan usaha keluarganya, Ruchan ikut bahagia mendengarnya. Ruchan pun juga menceritakan tentang kembaran Uminya yang ada di Bandung. Dan telah mengetahui alamatnya.


Ruchan mengajak Leah dan Anak anaknya untuk berkunjung ke Bandung, namun dirinya juga memikirkan kandungan Leah yang masih rentan.


"Sunggih Bi? Abi menemukan kembaran Umi? " Tanya Leah bahagia.


"Alhamdulillah iya Ma, Abi pengen ajak Mama dan Anak anak ke sana, tapi Mama lagi hamil muda, lain kali aja deh, nunggu si kembar lahir " Kata Ruchan mengusap perut Leah.

__ADS_1


Leah berfikir ini bisa sekalian melihat peternakan dan perkebunan miliknya, bisa sambil menyelam minum air.


"Aa Abi, sebenarnya Mama harus melihat pertenakan dan perkebunan di sana, sama sama di Bandungkan? masih satu kota kan? " Tanya Leah.


"Iya juga sih, tapi si kembar? " Tanya Ruchan.


"Kita hati hati aja jalannya, santai tapi tetap sampai di sana, bagaimana? " Kata Leah.


"Emm baiklah, jadi Bu Boss kapan kita berangkat? " Tanya Ruchan.


"Bagaimana kalau besok? malam ini Abi em em yuk" Gida Leah.


"Emm " Ruchan piun tersenyum malu sendiri.


Leah pun sholat dzuhur saat Ruchan masih ada di rumah, sekalian Leah menyiapkan makan siang untuk Ruchan. Di sini mereka saling beruntung, bukan siapa yang beruntung mendapatkan siapa, namun mereka saling beruntung. Leah masih butuh pengajaran hidup dari Ruchan, begitupun Ruchan yang sangat beruntung, mendapatkan istri modern namun tetap bisa menerima dirinya dan mau tinggal bersamanya.


Tak ada kata mana pasangan kita yang sempurna, namun menutupi kekurangan pasangan dengan kelebihan yang kita miliki, di iringi kata bersyukur, pasti hidup berkeluarga akan menjadi lebih berkah.

__ADS_1


__ADS_2