
Glenca dan Amara saling menatap, mereka yang tak mengerti bahasa jawa dan di buat bingung oleh para penghuni pesantren.
"Mereka ngomong apa sih Kak?" Tanya Amara.
"Mana gue tau. Bahasa nya, opo, endi? Ah gak tau" Jawab Glenca.
"Brisik Lu pada, dasar Maemunah" Ejek Leah.
"Awas Lu... " Kata Glenca.
Amara yang tak mengerti bahasa mereka pun bertanya sama Farhan, karena sejak datang, Amara sepertinya menaruh hati dengan Farhan.
"Ehemm, Kakak. Kakak manis sama Kakak Ipar ngomongin apa yaa? Amara gak tau arti dari bahasa kalian," Tanya Amara.
"Emm Amara, kita sudah mau sampai, pertanyaan kamu di jawab nanti aja yaa" Kata Arman.
Amara pun di buat bete dengan jawaban Papanya.
Sesampai nya di pesantren, disana sudah banyak yang menyambut, ada para santri dan para santriwati, ada juga yang sedang memainkan rebana penyambutan.
Sholallah 'Alla Muhammad, Sholallah 'Allaihiwasallam.. Shollallah 'Alla Muhammad, Sholallah 'Allaihiwasallam..
"Kok lagu nya gitu sih Ma?" Tanya Glenca.
__ADS_1
"Iya, harus nya lagu BTS tuh. Mantap" Sambung Amara.
"Sttt... " Soraya menguruh anak-anak nya yang bawel itu diam.
Arifin membuka pintu untuk Kyai Mahfud dan para tamu. Para santri langsung menyalami Kyai Mahfud, Pak Arman, dan Uztadz Ruchan.
Sedangkan para santriwati menyalami Soraya, Leah, Glenca dan Amara.
Terlihat Ikhsan (kakak Ruchan), dan ibu tiri nya (Desi) juga ada di acara penyambutan itu.
Para santriwati berbisik menebak-nebak di antara mereka siapa yang beruntung menjadi calon istri Ustad Ruchan sang idolanya.
Tampak ada 3 santriwati yang tak suka dengan Leah yakni Linda, Arum dan Tia. Namun ada juga yang langsung menyukai Leah yang nantinya akan menjadi sahabat nya, yakni Sindi dan Ita.
"Sik endi yo calon Ustad gantengku, ehh maksude Ustad Ruchan... (yang mana ya calon Ustad gantengku, ehh maksud nya Ustad Ruchan)" Kata Arum.
"Kae kabeh ora cocok!! (mereka semua gak cocok!!)" Kata Linda yang sedari dulu diam-diam menaruh hati kepada Ruchan.
"Woo cen wong telu iku gaweane ghibah wae, wudhu oo ben sadar, doso ghibah iku (Woo emang kalian bertiga itu kerjaan nya ghibah aja, wudhu sana biar sadar, dosa ghibah itu)" Kata Sindi.
Kyai Mahfud pun memperkenalkan keluarga Leah dengan Istrinya dan kepada Ikhsan juga. Serta saudara-saudarnya yang ikut mereka ke pesantren.
"Assallamualaikum"
__ADS_1
"Waallaikum sallam"
"Umi, Ikhsan, perkenalkan, ini Arman teman lama abi, dan suami dari alumni pondok pesantren kita ini, yang sekarang ini sudah almahrumah" Kata Kyai Mahfud.
Ikhsan pun menyalami Arman.
"Dan ini istri kedua nya Arman, nanya Ibu Soraya, dan ini kedua anaknya nama nya Glenca dan Amara " Kata Kyai Mahfud.
" Lalu, diantara mereka berdua mana yang ingin di nikahkan dengan Dek Ruchan, Abi?" tany2a Ikhsan.
Ruchan pun langsung menengok kanan kiri, setelah Ikhsan bilang di antar mereka berdua, ternyata Leah ada di belakang dua bersaudara yang sedari tadi melambaikan tangannya bak univers Indonesia kepada para santri.
"Bukan di antara mereka nak Ikhsan, tapi di belakang mereka berdua. Ini dia calon nak Ruchan Bismillah" Kata Arman sambil memegang bahu Leah.
" Oh ini calon menantu kedua saya, cantik sekali siapa nama mu cah ayu?" Tanya Umi Desi ( ibu tiri Ruchan).
"Emm Leah Tante" Jawab Leah.
"Emm maksud Leah, Ibu Nyai" Jawab Leah sambil tersenyum.
semua pun tersenyum
"Kenapa? Leah salah ngomong ya? " Tanya Leah dengan wajah yang lucu karena canggung.
__ADS_1
"Enggak kok nak, tapi lebih tepatnya lagi, kamu harus panggil saya Umi, bukan Tante, atau pun Ibu Nyai. Kan Umi calon Umi nya Leah juga" Jelas Umi Desi.
Leah mengangguk-angguk tersipu malu, ia berfikir, itu bukan dunianya, ia juga sudah mulai tidak nyaman memakai gamis dan jilbab syar'i.