
Setelah membagikan oleh-oleh ke semua orang, Leah pun terkapar lemas di kamar, merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.
"Sayang, sore ini Mas berangkat ya," Kata Ruchan dengan lembut.
"Sama siapa aja Mas?" Tanya Leah.
"Biasa, sama Arifin dan Farhan, siapa lagi? Mereka kan memang selalu ikut kemana Mas pergi." Jawab Ruchan.
"Kalian bertiga udah sama-sama ya sejak lama?" Tanya Leah
"Lumayan, dari kita kelas 2 sekolah dasar, sampai sekarang hehehe," Jawab Ruchan.
"Itu mah bukan lumayan lagi Mas, tapi lama banget dah ah. Terus mereka juga ke Kairo? dan orang tua mereka kemana? Selama aku disini nggak pernah melihat orangtua mereka datang deh," tutur Leah.
"Adek ini..
Leah tersenyum,
"Iya mereka juga menuntut ilmu di Kairo, mengenai orang tua mereka, mereka sudah menjadi anak yatim piatu sejak kecil, mangkanya, Abi dan Umi kandung Mas, mengadopsi mereka menjadi saudara Mas gitu" Jelas Ruchan.
"Ohh pantes, kalian sangat akrab banget hehehe. Mas kapan pulangnya? Adek takut rindu." Goda Leah
"Mungkin 2 harian lagi Mas udah sampai rumah yang, Mas bawa kunci ya, takutnya kalau Mas pulangnya malam, dan Adek dah tidur, ganggu tidur nya Adek," ucap Ruchan lembut.
"Jangan lupa selalu kirim pesn loh," Kata Leah manja.
"Iya sayangku, Jangan lupa ya Adek belum sholat ashar, jangan ditunda lagi ya." Kata Ruchan sambil mengecup kening Leah.
__ADS_1
Leah mengantar Ruchan sampai di depan pintu. Leah ingin sekali ikut Ruchan Tausiyah, namun Ruchan tidak mengizinkannya. Ruchan takut Leah akan kecapekan, karena mereka juga baru pulang dari Singapura.
Malam itu, Leah tidur sendiri, karena Tausiyahnya malam, jadi Leah tidak bisa berkomunikasi dengan Suami nya. Saat Leah mulai terlelap, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.
Tok Tok Tok.
"Assallamualaikum"
"Wa'alaikum sallam, sebentar!"
"Eh Sindi, ada apa? Mari masuk, kok malam-malam sih?" Tanya Leah.
"Gini lho mbak, tadi siang Ustad Farhan itu bilang sama saya, kalau malam ini sampai Ustad Ruchan pulang, saya di suruh nemenin mbak, mbak nggak keberatan kan?" Tanya Sindi.
"Ya enggak dong Sin, malah aku seneng banget ada temenya, terus si Ita gak kamu ajak sekalian kah?" Kata Leah dengan mata mencari-cari.
"Innalillahi, sakit apa? Besok kita jenguk yuk. " ajak Leah
"Cuma masuk angin katanya mbak, aduh, Rumah Ita itu jauh mbak, ada di Purworejo sana." Kata Sindi.
"Panggilnya Leah aja, nggak usah pake mbak, kurang enak di denger, lagian kan tuaan kamu hehe" Kata Leah.
"Aduh nggak enak lah mbak, masa iya aku panggil nama gitu saja sih, kan Mbak istrinya Ustad Ruchan." kata Sindi.
"Ish, apa bedanya, Ustad kan hanya gelar Sin," kata Leah.
Leah dan Sindi mengobrol banyak hal, sampai mereka tertidur pun belum ganti baju. Jam 02.00 pagi, Leah terbangun, dan melihat hp nya, berharap ada chat dari Suami tercinta nya, benar! .Ruchan telah mengirim banyak chat kepada Leah, tapj Leah tak tau karena asyik mengobrol.
__ADS_1
"Assallamualaikum bidadari q,.. π udah tidur yaa..
"Dek.
"Yank..
"Masya Allah, Mas di tinggal bobok iniππ
"Ya udah, selamat tidur yaa sayang, nggak lupa berdoa dulu to sebelum tidur..
Leah senyum-senyum sendiri, Betapa bahagia nya Leah, ternyata sesibuk apa pun Suaminya, tetap ngasih kabar ke Istrinya walau hanya mengucapkan selamat malam.
Leah cepat cepat membalas chat dari Ruchan, berdalih Suami nya masih terjaga.
"Wa'alaikum sallam, Suami Akhirat Q.. π Bucin sekaliπ
"Maaf, adek tadi boboknya cepet, kecapekan ngobrol sama Sindi..
"Sayangku sehat sehat di situ ya., jangan lupa makan yang teratur.. I Love You Yank πππ
Saat hendak ke kamar mandi, hp Sindi bergetar, tidak sengaja Leah melihatnya, berfikir siapakah yang sudah menelfon Sindi sepagi ini, apakah calon suaminya, atau keluarganya. Saat Leah melirik ponselSindi, Leah pun terkejut, ia Kakaknya yang menelfon.
"Kak Sandy? Ketahuan, kenapa telfon Sindi ya, apa tau kalau aku sedang bersamanya," Bisik Leah.
Tak lama kemudian, muncullah pesan dari Kakak nya di ponsel Sindi.
"Udah bangun belom calon istriku..
__ADS_1
Leah pun kaget, sejak kapan mereka menjalin hubungan, dan kenapa Kakak nya tidak cerita, Leah mulai mencurigai gerak gerik dua sejoli itu.