Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Akbar.


__ADS_3

Sesuai janji Leah dan Ruchan kepada anak anaknya, mereka kini mengabulkan keinginan Ais dan Akbar.


Janji Ruchan kepada Aisyah, jika ia bisa menghafal Al-qur'an walaupun hanya 3 lembar, ia berjanji akan membelikan sepeda mini untuk ia gunakan pergi ke sekolah.


Dan janji Leah kepada Akbar, jika Akbar tadi pergi ke TPQ ia akan mengabulkan permintaan Akbar yang ingin menelfon Papanya.


Benar saja, tidak hanya menelfon. Semuanya bisa video call dengan Sandy.


"Assallamualaikum Papa"


"Wa'alaikum sallam Abang, apa kabar kalian? " Kata Sandy.


"Om Sandy lihat deh, Kakak tadi di beliin Abi sepeda, hadiah sih, tapi cowok cowok malas ini gak dapat, karena mereka gak mau belajar" Kata Aisyah.


"Wah Kakak hebat ya, tadi Mama udah cerita ke Om Sandy, ponakan Om ini memabg cerdas " Kata Sandy.

__ADS_1


"Alhamdulillah "


"Oh ya, katanya Abang kangen sama Papa, kok diem aja? " Tanya Ruchan.


"Papa kapan pulang? Abang pengen ke makam Mama Sindi bareng Papa, bareng Abi sama Mama Leah juga tentunya" Tanya Akbar.


"Papa belum bisa cuti nak, tapi secepatnya Papa pulang, besok kalau Papa pulang, kalian semua Papa ajak ke Dufan, mau kan? " Kata Sandy.


"Mau Om, kita mau" Teriak Kabir.


Namun Akbar terlihat murung saat mendengar jawaban Sandy, ia nampak tak senang dengan jawaban Papanya itu.


"Papa gak usah janji janji lagi, seringkali Papa janji tapi gak pernah Papa tepati, Papa gak sayang sama Abang, Cuma Abi sama Mama Leah yang sayang Sam Abang" Kata Akbar menangis dan berlari ke kamarnya.


Terlihat Sandy sangat sedih, bapak mana yang tidak ingin berjumpa dengan anaknya, bermain bersama anaknya, dalam hati kecil Sandy ingin sekali bisa bertemu dengan Akbar setiap hari.

__ADS_1


"Biar Abi aja yang bicara sama Abang ya " Kata Ruchan.


"Kak, Kakak gak bisa sempetin waktu gitu buat Abang, ini yang Leah takutkan Kak, jika dulu Mas Ruchan gak bilang kalau Akbar itu anak Kakak, dia gak berharap kayak gini Kak" Kata Leah kesal.


"Mama kok ngomongnya gitu sih? gak boleh Ma? Om Sandy lagi sedih karena Abang marah sama Om Sandy" Kata Aisyah mengahapus air mata Leah dan memluknya. Kabir dan Syakir pun ikut memeluk Leah.


"Maafin Mama nak, sahrusnya Mama gak mengatakan itu di depan kalian, Maafin aku Kak?!" Kata Leah.


"Kamu gak salah Le, kita hanya ikuti takdir, Kakak sayang banget sama kalian semua, termasuk kamu Le? Kamu benar, andai saja Ruchan dan Kamu gak bilang kalau Kakak adalah Ayah kandung Akbar, paling Akbar gak harus bersedih seperti ini kan? " Kata Sandy.


"Kakak sebenernya gak sopan jika ikut campur urusan orang tua, tapi kalian berdua salah, Mama salah, Om Sandy juga salah, seharusnya kalian gak bikin Akbar sedih. Tolong renungkan lagi tentang semua ini, fikiran Kakak belum sampai kalau masalah ini, Kakak lihat Abang dulu ya, Assallamualaikum Om Sandy " Kata Aisyah.


"Lihat anakmu Le, gadis 7 tahun, pemikirannya lebih dewasa dari kita dulu, ini hasil didikan Ruchan kan? Akbar di asuh oleh orang yang tepat, Kakak Sayaaaang banget sama kamu Le? Akbar milikmu, tolong buat dia bahagia yaa, tolong sampaikan maaf dariku untuknya" Kata Sandy.


Melihat Mama dan Omnya seperti itu, Kabir dan Syakir pun masuk kamar, menemui Akbar.

__ADS_1


"Akbar milik kita Kak, setatusnya Anak Kandung Sandy. Kita sama Sam berusaha buat Akbar bahagia, " Kata Leah.


Sandy dan Leah saling meminta maaf dan merenungi kata kata yang mereka sempat lontarkan untuk berdebat tadi. Benar, seorang anak itu bisa menjadi penawar saat orang tua sedang dalam Masalah,Amarah maupun saat lelah.


__ADS_2