Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Curiga


__ADS_3

Masalah Viko dan Amara sedang di proses. Dan Viko pun sudah di tahan oleh pihak yang berwajib. Ia banyak melakukan kejahatan selama ini. Amara pun bisa bernafas dengan lega, kini ia hanya akan fokus untuk membesarkan dan mendidik anak semata wayangnya itu.


Sudah dua hari mereka di Jakarta. Aisyah sudah mulai tak nyaman, karena tidak. masuk sekolah. Akbar dan si kembarpun juga sudah merindukan suara jangkrik di malam hari di samping rumah.


"Pa, kita jadi gak sih ke Dufan nya? Kalau enggak. Kita pulang aja yuk ke Jogja. Abang udah kangen sama bubur kantin sekolah" Kata Akbar mengelus elus kaki Sandy.


"Kalian gak mau ke Dufan? " Tanya Sandy.


"Ya mau dong Om. Tapi kita ini gak suka lama lama gak masuk. sekolah. Rugi lah" Jawab Kabir.


"Emm iya deehh. Bentar yaa" Kata Sandy membuka laptopnya.


"Gimana kalau kita ke Dufan sekarang? mumpung masih pagi" Ajak Ruchan.


"Ke Dufan Om? " Tanya Delia.


"Iya, tapi satu hari aja, setelah ini kita pulang ke Jogja" Kata Ruchan.

__ADS_1


"Tapi mendadak gini? Terus pakai mobil dua dong" Kata Leah.


"Tenang, semua akan beres jika Kak Sandy mengurus semua ini. Benerkan Mas? " Tanya Ruchan melirik ke arah Sandy.


Sandy mengipitkan matannya, lakn kali Sandy akan membalas kecurangan Ruchan dengan mengarahkan kepal tangannya ke arah Ruchan.


"Supir udah ada dua nih, Mas Sandy sama Ruchan. Tinggal pembagiannya mau gimana? " Tanya Farhan.


"Gini aja, Anak anak dan Ustad Farhan sama Si Abi. Terus Kak Sandy, Aku, Glenca dan Amara di mobil yang berbeda" Kata Leah.


"Laah, enak di kalian dong" Kata Farhan.


Ruchan pun hanya tersenyum.


Anak anak telah siap berangkat berlibur. Di depan rumah, sudah nampak Irene yang sedang menunggu mereka keluar rumah.


"Farhan, bawa anak anak pergi duluan ya, Amara bisa nyetir kan? Farhan belum boleh menyetir soalnya" Pinta Ruchan.

__ADS_1


"Bisa kok Kak, Ayo Ustad. Anak anak kita berangkat" Ajak Amara.


Setelah anak anak pergi, Sandy pun merah besar terhadap Irene, tujuan Irene hanya ingin memperkeruh suasana. Setelah semua masalah telah usai, Sandy tidak ingin keliargannya di terpa masalah lagi.


"Irene!! Kenapa kamu di sini? " Tanya Sandy dengan nada tinggi.


"Sayang, aku kesini mau ikut liburan dong. Dan calon anakku Akbar" Kata Irene dengan senyuman jahat.


"Cukup Irene. Tolong jangan ganggu keluarga ku lagi. Pergi!! " Kata Sandy.


"Sandy... " Kata Irene terputus ketika Ruchan memotong pembicaraannya.


"Irene?? Tolong pergi" Kata Ruchan lembut.


Irene pun pergi dengan wajah kesal. Leah masih terus penasaran, kenapa saat Sandy mengusir bahkan membentaknya, Irene tetap tidak pergi. Sedangkan hanya di suruh Ruchan pergi dengan nada halus, Irene langsung menurut dan pergi begitu aja.


Leah semakin curiga dengan hubungan antara Irene dan suaminya. Pertanyaan di otak Leah makin besar, bagaimana Ruchan yang tinggal jauh di Jogja dan kuliah di luar negri bisa mengenal Irene yang sejak lahir tinggal di Jakarta.

__ADS_1


Sandy mengajak Ruchan, Leah dan Glenca menyusul Anak anak ke Dufan. Di dalam mobil suasananya jadi tegang dan hening. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benak Leah, mengenai Irene dan Suaminya. makasih


__ADS_2