Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Bertemu dengan Kembaran Umi


__ADS_3

Masih seperempat perjalanan lagi, kali ini Leah dan Ruchan istirahat di rumah makan, ah guyonan kecil mereka muncul lagi.


"Kok berhenti Bi? " Tanya Leah yang sedang memberi susu(botol) untuk Akbar.


"Mama lapar gak? " Tanya Ruchan.


"Banget" Jawab Leah singkat


"Mau makan apa? jangan Bakso jangan Mie Ayam ok" Kata Ruchan.


"Curang ih " Kata Leah.


"Biarin, kan demi si kembar, Mamanya harus makan yang bergizi dong" Kata Ruchan.


"Emmm apa yaa, gurame? " Tanya Leah.


"Boleh juga, biasanya di sana juga banyak masakan sayuran, emang ada di daerah sini? " Tanya Ruchan.


"Pasti ada lah, google map" Kata Leah.


"Baiklah" Kata Ruchan.


"Nah ketemu nih, bintanyan 4.5 review nya juga ok, mereka bilang istimewa, go? " Tanya Leah.


"Siap Bos" Kata Ruchan.


"Gantian nyetir gak? kasihan Abi pasti capek ya, dah sejaub ini? " Kata Leah.


"Terus Abi mana tega lihat bumi nyetir? gak ah, Abi masih kuat kok" Kata Ruchan.


"Gak papa lah, Abi tidur tiduran dulu, ini juga mau sampai warung maka nya kan? " Paksa Leah.

__ADS_1


"Gak Ma, Mama yang lebih capek, Abi mah cuma duduk doang kok" Kata Ruchan.


"Capek dari mana coba, Mama dari tadi kan tidur" Kata Leah.


"Haih, Yang ngurus Kakak sama Abang siapa? Mama kan? mereka rewel minta susu minta maem juga minta siapa? Mama kan? di tambah lagi kesana kesini bawa si Kembar di perut, Abi mana tega Ma? " Kata Ruchan.


"Abi, kenapa sih Abi baik banget, selalu ngertiin Mama,Mama gak minta aja Abi selalu tau keinginan Mama, apa lagi saat Mama minta" Kata Leah memeluk lengan Ruchan.


"Itu udah kwajiban Abi Ma, Abi yang harusnya bersalah" Kata Ruchan.


"Salah kenapa? Abi itu selalu perfect dimata Mama" Kata Leah.


"Abi belum bisa ingat semua nya, rugi Abi " Kata Ruchan lesu.


"Gak papa Bi, asal jangan yang di ingat Linda sama Sekar, Mama mah oke oke aja" Kata Leah.


"Astaghfirulloh hal'adzim, sampai mereka dibawa, mereka itu gak bisa di bandingin sama Mama, jauh beda, Mama ini berlian yang sangat berharga" Kata Ruchan.


"Enak aja, carinya susah main gadai gadai, gak boleh lah" Kata Ruchan.


Mereka pun sampai di resto yang mereka tuju, ternyata Leah sudah memesan tempat secara online, mereka duduk dan menikmati pemandangan yang indah di belakang resto itu.


Tak lama kemudian makanan pun telah di hidangkan, mereka makan penuh dengan suka cita, bercanda, bercengkrama bahkan saling menggoda satu sama lain.


Setelah cukup beristirahat, mereka pun melanjutkan perjalanannya yang tinggal sebentar lagi sudah sampai Bandung. Sampai alamat yang di tuju, Ruchan pun bertanya kepada setiap warga di sana tentang kembaran Uminya itu.


Karena hari juga sudah gelap, Ruchan kesulitan mencari jalannya karena minim penerangan, dusun yang kembaran Uminya tinggali sangatlah jauh dari kota. Namun semua itu membuahkan hasil, Ruchan dan Leah menemukan rumah kembaran Uminya itu.


Tempatnya pun juga tidak jauh dari perkebunan dan peternakakn Leah, mungkin membutuhkan waktu kurang dari 1 jam untuk menuju peternakan dan perkebunan Leah.


Sampai di depan rumah panggung yang sangat asri, teras luas dan sangat bersih, rumahnya juga di penuhi dengan tanaman bunga bunga yang sudah bermekaran.

__ADS_1


"Abi, ini rumahnya" Tanya Leah.


"Kata bapak bapak yang tadi sih benar ini, kenapa Ma? " Tanya Ruchan.


"Ini mah gak jauh dari peternakan dan perkebunan Papa" Kata Leah.


"Alhamdulillah dong, oh ya Kakak sama Abang di bungkus biar anget, udaranya dingin banget disini, Mama juga jangan lupa pakai jaket yang tebal, bawa kan? " Tanya Ruchan.


"Abi, " Kata Leah.


"Abi sayang sama kalian semua" Kata Ruchan.


"Iya Abi" Kata Leah.


Ruchan menggendong Ais, sedangkan Leah menggendong Akbar, karena kata Ruchan, si Abang berat badannya belum seberat Ais.


"Assallamualaikum "


"Gak ada yang jawab salam kita Bi, jangan jangan lagi bepergian lagi, " Kata Leah.


"Kita salam sekali lagi" Kata Ruchan.


"Assallamualaikum "


"Waalaikumsallam, sakedap " Salam seseorang dari dalam.


"Ada Bi" Kata Leah.


"Allhamdulillah "


Terdengar seseorang membuka pintu dari dalam, dan terkejudnya Ruchan dan Leah, melihat siapa yang membukannya, sosok perempuan yang hampir mirip dengan Umi kandung Ruchan. Namun bedanya ia jauh lebih tua dari foto saat Umi mengandung Ruchan.

__ADS_1


__ADS_2