
"Udah kamu ungkap semua Han? Gimana? Entengkan? " Tanya Farhan.
"Istriku masih marah, dia belum tau" Jawab Ruchan menyenggol tangan Farhan yang luka.
"Ck sakit lah" Tepis Farhan.
"Maaf hehehe" Kata Ruchan.
"Aku Ada ide" Kata Farhan.
"Apa? "Tanya Ruchan.
"Kita kerjain istrimu hihihi " Kata Farhan.
"Jangan dong, kasihanlah. Gimana caranya?? " Tanya Ruchan.
"Balik cuekin dia. Tapi di ujung nanti, kamu bikin kejutan untuk di. Makam malam romantis gitu, mumpung masih di Jakarata. Anak anak biar aku yang ngurus. Tenang aja" Kata Farhan.
"Setuju!! " Kata Ruchan menyalami Farhan.
Leah pun mendekati Ruchan dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi di antara Sandy dan Irene. Dan kenaoa bisa berpelukan, bahakan ini di depan umum.
Namun Ruchan mengabaikan pertanyaan Leah dan malah mengahmpiri anak anak, dan main bersamanya. Dalam batin Ruchan aslinya tidak tega, namun ia lakukan agara Leah mengerti. Laki laki itu tidak sepenuhnya mengerti apa keinginan perempuan. Ada seorang suami atau pacar yang mengerti kemauan istri atau pacarnya. Namun tak semua laki laki memiliki kepekaan jika ia sudah mulai mendewasakan fikirannya. Apa lagi sudah menjadi orang tua, harusnya cukup dengan mengerti.
Sebagai perempuan ataupun sudah menjadi seorang istri, harusnya mempercayai suaminya dan mengerti suaminya. Apa lagi mengingat dengan Aib. Aib itu tidak boleh di bicarakan dengan siapapun. Walaupun dengan istri sendiri tataplah ada dosanya.
__ADS_1
Karena, Seorang muslim yang dapat menutup aib saudara dan istrinya, maka aibnya akan di tutup di Akhirat nanti. Sebagaimana telah di sabdakan oleh Rasulullah "Seorang hamba tidaklah menutup (Aib) hamba yang lain di dunia, hiangga Allah akan menutup (Aib) nya di Akhirat kelak" (HR Muslim).
"Kayak nya Ruchan marah tuh, kamu tadi cuekin dia kan? marah ma dia kan? " Goda Glenca.
"Sok tau lu Maemunah" Kata Leah.
"Kumat" Kesal Glenca.
Akbar yang melihat Papanya memeluk wanita lain selain ibunya oun marah kepada Ruchan.
"Abi, kenapa Papa memeluk Tante itu? mereka bukan muhrim kan? " Tanya Akbar kesal.
"Eh Abang udah mengerti tentang muhrim? " Tanya Farhan.
"Abang, kita main aja yuk, itu dunia dewasa. Abnag bwlum saatnya mengerti. Nanti Abi jelasin di rumah aja ya.Tuh Kabir sama Syakir udah manggil manggil Abang terus" Kata Ruchan lembut.
"Tapi Abang gak suka dengan Tante itu, dia jahat. Pernah pegang tangan Abang Bi" Kata Akbar ngeyel.
"Iya Bang, ntar Abi kasih pengertian ya untuk Tante itu" Kata Ruchan.
Akbar pun kembali bermain dengan saudara saudaranya. Sandy pun mengajak Irene dan memintanya untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi saat kita kebablasan waktu itu, kamu jadi mengandung? " Tanya Sandy.
Irene mengangguk.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak bilang sih" Tanya Sandy.
"Kamu waktu itu sedang kuliah kedokteran kan San, dan aku tidak ingin kamu gagal karena anak itu. Papa juga memaksa ku terus untuk menggugur kandunganku waktu itu. Aku bingung, akhirnya aku kabur ke Kairo dan bertemu Ruchan, Farhan dan Arifin. Awalnya aku gak nyangka bakal ketemu lagi dengan mereka" Jelas Irene.
"Tapi kamu menyakiti Sindi. Dan aku tidak bisa terima itu Ren, dia adalah cintaku hingga sekarang" Kata Sandy.
"Jadi tidak ada harapan untuk aku?? " Tanya Irene.
"Aku belum bisa Ren" Jawab Sandy.
"Tapi aku butuh bantuanmu San" Kata Irene.
"Apa itu? " Tanya Sandy.
"Tolong donorkan sum sum tulang belakangmu untuk anak kita. Dia sakit leukemia San, Aku frustasi sekarang" Kata Irene menagis.
"Dia anakku kan? Aku akan melakukannya demi dia. Ayo kapan kita akan lakukan itu? " Tanya Sandy.
"Kamu serius? " Tanya Irene.
"Iya lah, dia anakku kan?? " Kata Sandy.
"Kalau kamu ragu, kita biasa tes DNA dulu, agar kamu yakin dan percaya. Ruchan dan Dua badutnya itu juga sudah tau sejak awal. Bahkan sebelum mengenal kamu sebagai kakaknya Leah" Kata Irene.
Melihat keseriusan dalam mata Irene, Sandy percaya kepadanya. Memang cara yang di lakukan Iren waktu lalu adalah kesalahan. Namun tetaplah Sandy dan keluarganya harus bisa memaafkan kesalahan Irene. Karena sesorang jika sudah di desak dengan kata "kepepet" dan terpaksa. Ia akan menggunakan dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Walaupun keburukan yang akan mereka tempuh.
__ADS_1