
Ruchan dan Leah pun berangkat ke pendopo. Disana sudah ada banyak orang, terutama keluarga besar Ruchan dan keluarga Leah pun juga sudah ada disana.
"Assallamualaikum" Salam Ruchan
Wa'alaikum sallam" Jawab semuanya.
"Lha ini dia peran utamanya sudah datang, kemari!" Kata Sandy.
"Lama banget sih Lu Le. Dasar putri siput!" Kesal Glenca.
"Mae, Gue butuh bantuan Lu kali ini, bisa nggak?" Kata Leah.
"Tumben Lu minta bantuan ke Gue? Bantuan apa, dan apa faedahnya buat Gue? Gue nggak mau rugi" Tanya Glenca.
" Jauhin Viko dari Gue! Barusan dia telfon Gue, dan itu ngganggu banget. Dia mau ngajak Gue kabur, nah tugas Lu, bawa Viko jauh-jauh dari Gue bisa nggak? Ada faedahnya kan?" Kata Leah.
"Kalau itu Gue mau banget Le. Ternyata Lu baik banget ya, akhirnya Lu lepasin Viko juga buat Gue. Siap pokoknya deh" Kata Glenca girang.
*****
Acarapun telah dimulai. Semua acara demi acara berjalan dengan lancar. Tidak beda jauh dengan acara pernikahan Leah dan Ruchan tadi pagi. Sederhana, tentram dan damai. Tanpa ada gangguan apapun.
Leah sedari tadi pandangannya tertuju oleh istri Kyai Ikhsan. Anggun dengan balutan syar'i, walaupun wajahnya tertutup cadar, namun dari matanya terlihat jelas jika wajahnya sangat cantik. Leah pun mulai menggoda Ruchan.
"Mas!" Bisik Leah.
"Ada apa Dek? Kamu sudah capek, apa sudah ngantuk?, Apa lapar?" Tanya Ruchan.
"Sejak kapan Mas jadi bucin kek gini๐?" Tanya balik Leah
"Bucin? Nggak juga, bucin makanan apa itu" Jawab Ruchan lembut.
__ADS_1
"Mas, lihat deh istri Mas Ikhsan. Bercadar gitu, Mas nggak pengen punya istri kek gitu? Bercadar, pakai baju syar'i, menundukan kepalanya. Mas nggak pengen?" Tanya Leah.
Ruchan tersenyum, ternyata pandangan Leah begitu tinggi, bahkan dia membandingkan dirinya dengan wanita seperti itu. Bukan sifat Ruchan membandingkan istrinya dengan wanita lain. Dalah benaknya, Leah ya Leah. Vina ya Vina. Mereka tidak akan pernah menjadi orang yang sama. Dan yang ia cintai hanyalah Leah, bagaimanapun keadaannya, Ruchan tetap mencintai Leah.
"Mas kok diam? Nyesel ya nikah sama Adek? Adek tau kok, " Tanya Leah.
"Gak lah dek, Mas juga pengen kok punya istri seperti Mbak Vina. Tapi kan Mas udah punya Adek, biarpun hukumnya wajib bagi kaum hawa untuk menutup seluruh aurat dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tapi, Mas yakin kalau Adek bisa menjadi istri solihah seperti halayaknya seorang muslimah, dan seorang istri yang baik, taat pada suami. Kita belajar bareng ya Dek menuju jalan Allah yang di ridhoi" Kata Ruchan dengan nada lembut, sambil membelai jilbab Leah.
"Amin" Leah pun tersenyum mendengar ucapan Ruchan.
------
Acara pernikahan pun selesai, Ruchan dan Leah menyalami Ikhsan dan Vina. Leah bilang ke Ruchan kalau Leah sudah capek, Leah mengajak Ruchan pulang istirahat. Karena besok pagi mereka harus pergi ke Singapore, Leah harus meeting di sana dan sekalian bulan madu (Sandy yang maksa).
Ruchan dan Leah pun berpamitan kepada seluruh orang di sana, termasuk Ikhsan dan Vina.
Sesampainya di rumah, Leah dan Ruchan bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah beres bersih-bersih, Leah dan Ruchan langsung ke ranjang dan merebahkan tububnya. Karena ini kali pertama mereka tidur bersama, rasa canggung itu tetap ada di antara mereka.
Ruchan - Dek....
Ruchan - Gak jadi deh.
Leah - Kenapa?? bilang aja.
Rucahn - Mas pengen...
Leah pun kaget, dalam benaknya pasti mau (wik wik).
Leah - Mas.. Adek capek.. besok malam aja yaa.. pas di Singapore, Bagus pemandangan nya di sana..
Ruchan - Apa sih dek, Mas bukan pengen begituan, kalau itu ya Mas tau., Adek mesti capeklah. Mas nggak sejahat itu kali.
__ADS_1
Leah - Lha trus Mas mau apa?
Ruchan - Cuma mau nanya. Adek dulu waktu kecil gimana?
Leah - Gimana apanya?
Ruchan - Mas udah capek tapi belom ngantuk, makanya Adek ceritain dong masa kecil adek. Ada Album masa kecil, saling perlihatkan atau apa gitu.
Leah - Emmm kirain, Adek ada kok 1 album foto masa kecil Adek, bentar tak cariin.
Leah pun mencari album foto masa kecilnya, yang kemarin di kirim oleh Amara dari Jakarta. Leah mengambil album kecil itu.
2 hari yang lalu..
Isi chat Amara dan Leah
Amara - Kak, lu lagi apa?
Leah - Lagi pusing, kenapa sih lu tanya - tanya!
Amara - Yee... hari ini aku mau ngirim dokumen dokumen yang berisikan persyaratan pernikahan Lu Kak, sekalian album foto masa kecil Elu.
Leah - Ngapain album foto lu kirim jamillah..
Amara - ๐ก๐ก Jamillah lagi, ya ada manfaatnya lah.
Leah - Apa manfaatnya buat gue,
Amara - Buat malam pertama Lu nggak canggung. Ok kakakku sayang.
Leah - Sok tau lu, nikah aja belom.
__ADS_1
Amara - Gue baca artikel lah, Gue gituloh. Bay, selamat menikmati malam pertama. Uh ah
"Ternyata bener apa yang di katakan Amara, kalau gini kan gak canggung " Batin Leah.