
Leah keliar dari kamar dan berpura pura murung, dia harus bisa bersandiwara agar semuanya merasa kasihan melihat Leah.
"Dek ? Kamu gak papa kan? " Tanya Ruchan yang memapah Leah duduk di sofa.
Leah tersenyum kecil dan menggeleng.
" Semuanya maaf, saya mengahambat sidang ini, sesuai dengan agama, bahwa yang berzina harus di nikahkan, dan saya setuju Mas Ruchan menikah siri dengan Linda, demi kehormatan Suami saya dan seluruh Pesantren ini " Kata Leah dengan pura pura menangis.
Semua orang pun kaget, semua beranggapan bahwa Leah lah yang berhati mulia, semua memuji bahwa sifatnya seperti almahrumah Ibu Kandungnya Ruchan.
Umi dan Linda tersenyum puas, akhirnya usaha mereka berhasil, dalam hati Leah, mereka boleh saja bahagia sekarang, lihat saja besok, bagaimana Leah akan menggagalkan pernikahan ini malam ini.
"Le, kamu serius? " Tanya Sindi.
"Dek, Mas gak nglakuin apapun lho, Mas gak mau nikah sama Linda, hanya kamu yang Mas cintai... " Kata Ruchan dengan nada lembut.
Leah hanya diam dan menundukan kepala.
Keputusan telah di tetapkan, semua orang pun pergi, Linda pergi dengan wajah sumringah, sedangkan Sindi, Farhan dan Arifin masih di rumah Ruchan. Mereka masih belum yakin dengan keputusan Leah.
"Hahahah gimana aktingku, bagus kan? " Tanya Leah.
"Le!! gak lucu tau, aku hampir aja lemas dengan keputusanmu itu.. "Kata Sindi.
"Dek kenapa kamu ketawa? "Tanya Ruchan.
"Hooh, iki dudu dolanan lho.. (Hooh, ini buka mainan lho..) " sambung Farhan.
__ADS_1
"Nah jadi gini nih guys, Mas ,.ternyata ini semua rencana nya Umi sama Linda, dan iya Sin, Ustad Farhan, tadi Umi mengakui semua yang Si Mbok katakan.... " Jelas Leah.
"Tunggu, maksud Adek apa? kok Umi sama Linda? Rencana apa? " Tanya Ruchan.
"Iya, sebenernya ada apa to? "Tanya Arifin pula.
"ck, ues to, pitakonmu ko tak jawab o aku, terus opo saiki sek mbok kudu lakoni Le? (ck, sudahlah, pertanyaanmu biar aku yang jawab,terus apa sekarang yang harus di lakukan, Le?) " Tanya Farhan.
"Ini pada ngapain sih, ada hal yang ndak aku sama Ruchan ketahui iki, mesti, iyo to Han? " Tanya Arifin makin bingung.
"Opo to cah iki, menengo, mengko tak critani ono kamar (Apa to anak ini, diamlah, nanti tak ceritani di kamar) " Kata Farhan gemes dengab Arifin.
"Jadi gini, malam ini juga, kita harus nemuin dan hapus semua bukti tentang kasusnya Mas Ruchan sama si uler itu, entah itu foto, viideo, apa suara apa lah, yang penting di hapus, " Kata Leah.
"Caranya? " Tanya Sindi.
"Lah. terus kami berdua? "Tanya Arifin.
"Kalian berdua bantu Mas Ruchan, nanganin Induk Ular... " Kata Leah.
"Astagfirullah hal'adzim.. yang Adek sebut Induk ular itu Umi kan? Dia juga Ibu Mas lho dek... " Kata Ruchan.
"Astaghfirullah hal'adzim.. maaf Mas, terbawa suasan.. "Kata Leah.
"Terus kapan ini kita beraksi...? " Tanya Farhan.
"Terserah kalian, yang penting malam ini, dan harus malam ini juga beres, biar besok aku tidak berbagi suami dengan Linda. " Kata Leah.
__ADS_1
"Siap boss.. "
"Assallamualaikum ..."
"Wa'alaikum sallam.. "
Sindi,Arifin dan Farhan pun pulang, Leah langsung masuk ke kamar, Leah kesal dengan Ruchan, bisa bisa nya Ruchan menerima tamu seperti Linda. Ruchan pun menyusul Leah ke kamar.
"Adek marah.. ?? Maaf in Mas yaa, kan gak nglakuin apa apa juga, Adek harusnya tau itu, Maaf yaa sayang.. " Bujuk Ruchan.
"Jangan lupa selesain masalah Umi, Adek mau istirahat, capek.. " Kata Leah.
Malam itu, Leah, Ruchan, Sindi, Ita, Arifin dan Farhan pu. melakukan rencana yang telah di rencanakan. Arifin dan Ita sudah memengetahui tentang Umi dan Linda. Sindi dan Farhan lah yang menceritakannya.
Malam panjang bagi mereka, rintangan demi rintangan mereka hadapi untuk bisa menghapus semua bukti yang ada di Umi, Linda, dan dua teman Linda.
Jam 02.00 pagi.
Tim perempuan berhasil memecahkan misi, ternyata video itu telah banyak di copy oleh Linda, namun Leah tidak bodoh begitu saja, Langsung resert ulang ponsel Linda 😂😂
Tim laki laki pun berhasil, mereka berkumpul di rumah Ruchan, Saat semua sedang tertawa dan bersenda gurau, tiba tiba Leah pinsan, Ruchan pun panik dan langsung membawa ke kamar, Semua orang panik.
Sirine Pesantren berbunyi, tanda jika sudah menunjukan 03.00 dan harus sholat malam. Sindi dan Ita pun pamit, takut penjaga santriwati curiga kalau sedang keliling, melihat mereka tidak ada.
Farhan dan Arifin menginap di kamar tamu rumah Ruchan, tentu saja mereka sholat dahulu.
Ruchan panik di dalam, kenapa akhir akhir ini Leah sering pinsan, tak lama kumudian Leah tersadar, dan dia hanya ingin istirahat
__ADS_1