Suami Akhiratku

Suami Akhiratku
Kejutan.


__ADS_3

Alarm berbunyi pukul 3.30 pagi, Leah terbangun namun Ruchan sudah tidak ada di sampingnya. Fikir Leah mungkin suaminya melakukan rutinitas di sepertiga malam.


Leah bangun cuci muka dan kedapur. Leah heran, perasaan dirinya sudah mematikan lampu ruang keluarga, ia pun berjalan ke ruang keluarga dengan perlahan, tanpa suara yang di takutkan jika ada pencuri masuk.


Saat Leah mengintip dari balik korden, pemandangan yang membuat haru Leah membuatnya tersenyu, ia melihat suaminya sedang menggendong Akbar dan dirinya tertidur.


Leah ingin sekali membangunnkan kan, pasti posisi seperti itu akan membuat kepala Ruchan pusing, namun ia takut malah membuat Akbar terbangun akhirnya Leah pun melewatinya dan berjalan ke dapur.


Ia mulai meracik bumbu, mengiris sayur dan menggoreng lauk yabg sudah di siap kan semalam. Semua telah tersiapkan sekarang tinggal menumis dan membuat makanan untuk Ais.


Saat Leah akan mengambil penggorengan, Ruchan memeluknya dari belakang, dan entah kapan sejak kapan Ruchan terbangun Leah tidak tau.


"Assallamualaikum Sayang " Salam Ruchan memeluk Leah dari belakang.


"Wa'alaikum sallam, Abi bikin kaget aja deh" Kata Leah.


"Masak apa Ma? " Tanya Ruchan


"Masak enak lah, sana Abi siap siap gih ke masjid, jangan ganggu Mama" Kata Leah.

__ADS_1


"Di usir nih? " Tanya Ruchan.


"Iya, sholat ya jamaah sana di masjid Bi? agar dapat 27 pahala dari Allah" Kata Leah.


"Iya deh, eh nanti jadi kan ke bidannya? " Tanya Ruchan.


"Jadi dong, Abi jangan telat pulangnya" Kata Leah.


"Ya kalau gak lama tadarusannya ya, tapi Abi usahain" Kata Ruchan.


Ruchan pun bersiap pergi ke masjid sebelum adzan subuh, Leah pun juga sudah menyiapkan buat di masak nanti, sekarang ia sedang menggoreng lauk yang biasanya memakan waktu lama dari memasak.


Rutinitas pagi telah usai, sarapan yang Leah siapkan juga sudah di santap habis oleh Ruchan. Akbar dan Ais pun juga sudah kenyang minun susu, Ais juga sudah makan bubur buatan Leah sendiri.


Kini mereka telah siap pergi untuk ke bidan,Leah memang sengaja meminta waktu pagi, karena siang ini Ruchan ada Tausiyah di luar kota. Dan Leah juga tidak ingin cek up jika tidak bersama Ruchan.


Menempuh perjalanan ke bidan tidak lah lama, karena hanya di sebelah desa di mana Leah tinggal. Sampai di sana ternyata sudah ada pasien yang sudah antri. Karena Leah sudah ada janji, ia pun langsung di suruh masuk oleh Bidan tersebut.


Akbar dan Ais melakukan imunisasi di pangku oleh Ruchan, karena ia tidak tega melihat kedua anaknya menangis sangat keras, namun ternyata kali ini Ais tidak menangis saat di imun, Akbar pun juga seperti itu.

__ADS_1


Kini giliran Leah yang menjalanani pemeriksan, dari timbang, keluhan, serta dengar detang jantung janin, Ruchan pun meminta Usg, agar bisa lihat kandungan Leah benar benar sudah siap pasca keguguran apa belum nya. Sementara Ais sedang bermain dengan perawat yang di situ, dan Akbar di pangkuan Ruchan.


Saat melakukan Usg, alangkah terkejudnya Leah dan Ruchan kalau mereka di beri kejutan oleh Allah.


"Tuh kan benar, bayi kalian ada dua, tapi belum tau jenis kelaminnya lagi, lagi lagi kembar" Kata Leah.


"Kembar? " Tanya Ruchan dan Leah kaget.


"Kalian ini haha, kok kaget sih, jika ada keturunan kembar kenapa mesti kaget? " Kata bidan tertawa.


"Tapi saya gak ada gen kembar lo Bu? " Kata Leah yakin.


"Tapi keluarga Pesantren ada gen kembar" Kata Bidan.


"Masa sih? " Kata Ruchan heran.


"Ibu kandung Ustad Ruchan, dia memiliki saudara kembar yang tinggal di Bandung, Karen di adopsi orang" Kata Bidan.


Leag dan Ruchan hanya saling menatap, bahkan Ruchan pun tidak pernah tau akan kembaran Ibunya, bahkan Ibunya memiliki kembaran saja Ruchan tidak mengetahuinya.

__ADS_1


__ADS_2