
3 Bulan berlalu, Sandy telah mantap menetap di Jepang, hubungannya dengan Sindi pun juga semakin dekat, Ais kecil juga sudah bisa tengkurap, malah sudah bisa mengangkat kepala nya, Umi dan Linda masih sama saja, mereka selalu punya rencana rencana jahat untuk membuat hidup Leah sengsara.
Intan dan Arifin pun sudah melaksanakan ta'aruf, dan kini Intan sudah pulang ke Singapura meneruskan bisnisnya di sana. Farhan pun juga sudah pulih dari kecelakaan 3 bulan lalu, yang membuat kaki Farhan retak, dan tangan nya luka parah.
Dan Leah pun juga mengalami perubahan, ia mulai memakai baju syar'i, semakin cantik dan anggun di lihat.
Hari ini ada acara peresmian gedung baru untuk belajar mengajar agama khusua untuk anak dan orang dewasa yang berkebutuhan khusus.
Walau mereka berkebutuhan khusus, nama nya agama harus tetap di utamakan, karena jika kita mengenal agama, hidup kita akan terasa sangat berarti dan memiliki tujuan, apapun agamanya, Tuhan kita tidak akan mengajarkan hal buruk untuk masa depan kita.
"Han? cobo delokko, aku ono gamis lucu gawe ponakanku, gamis bayi hihihi warna ne jambon, lucu koyo aku, engko mbok anggono ya, omongo karo Leah. Matur suwun (Han? Coba lihat, aku ada gamis lucu buat keponakanku, gamis bayi hihihi warna nya pink, lucu ya seperti aku, nanti kamu pakaikan ya, bilang sama Leah, Terima Kasih) " Kata Farhan yang saat itu membawa bingkisan kecil.
"Gak usah repot repot lah Han " Kata Ruchan.
"Yo gak repot, buat kesayanganku kok" Kata Farhan.
"Yo wis, makasih yo, kamu lanjutin ini ndekornya, aku tak pulang dulu kasih ini ke Mamanya Ais.. " Kata Ruchan.
"Assallamualaikum.. "
"Wa'alaikum sallam.. "
Farhan melanjutkan ndekor nya untuk acara nanti, setelah ba'da dzuhur,Farhan ingat harus bicara dengan Leah dan Sindi tentang rencana itu. Farhan pun menyuruh santri lain mendekor tempat itu, dan mencari Sindi.
"Assallamualaikum Ustad" Salam Santri.
__ADS_1
"Wa'alaikum sallam.. eh kalian lihat Sindi gak? " Tanya Farhan.
"Endak Ustad.. " Jawab sabtriwati itu.
"Yo wis,.. Assallamualaikum.. " Kata Farhan.
"Wa'alaikum sallam.. "
Farhan sudah mencari Sindi ke sana kesini tapi belum menemukan Sindi. Ketika berada di depan perpustakaan, Farhan bertemu dengan Ita.
"Assallamualaikum "
"Wa'alaikum sallam.. "
"Usatd, Usatd mau kemana? " Tanya Ita.
"Ke hatimu.. "Goda Farhan.
"Gimana? " Tanya Ita.
"Em Astagfirullah hal'adzim,.. Mas cari Sindi, Dek Ita tau Sindi ada di mana gak? " Tanya Farhan dengan nada gugup.
"Oh Sindi, dia ada di rumah Leah, katanya sama Ustad Farhan juga, kok malah Ustad nyari ke sini sih.. " Kata Ita.
"Ealah wong iki, yo wis yo, Mas tak otw neng omahe Ruchan sek yo, (ealah orang ini, ya udah ya, Mas mau otw ke rumahnya Ruchan dulu ya) Assallamualaikum.. " Kata Farhan.
__ADS_1
"Wa'alaikum sallam.. "
Farhan langsung buru buru ke rumah Ruchan, sambil ngedumel gak jelas, Farhan gak tau kalau sendalnya menginjak kotoran ayam.
"Assallamualaikum " Farhan sampai di rumah Ruchan.
"Wa'alaikum sallam, lho Han? kok kamu ke sini ada apa? "Tanya Ruchan.
"Mau cari Sindi sama Kakak Ipar ku.. " Jawab Farhan kesal.
Leah dan Sindi yang mendengar suara kerasnya Farhan pun langsung keluar.
"Ustad Farhan kemana aja sih, udah jam berapa ini" Tanya Sindi.
"Kamu itu yang kemana, punya hp itu di guna in.. " Jawab Farhan kesal.
"Bentar, kok kayak bau kotoran ayam ya.. " Kata Leah.
"Heem, bau banget... " Sambung Sindi.
"Pantes, Han sendalnya.. " Kata Ruchan menunjuk sendal Farhan yang ada kotoran ayamnya.
"wuihh asyem ik, sendalku ono telek ee, midak nyandi iki (wuih asyem ik, sendalku ada kotoranyan, nginjak dimana ini)" Kata Farhan membalik sendal nya.
Leah,Ruchan dan Sindi tertawa malihat tingkah lucu Farhan, Ruchan yang mengetahui tentang hubungan tiga serangkai ini pun masuk ke kamar menemani Aisyah yang sedang tidur. Dan Leah pun memulai diskusinya.
__ADS_1