
Rumah Sindi sangat asri, jauh dari keramaian kota, rumah adat jawa yang sederhana, ada taman taman kecil di depan rumah, sangat bersih, karena ada bekas ukiran sapu lidi, yang kemungkinan baru saja di sapu oleh Ibunya Sindi.
"Assallamualaikum.. "
"Wa'alaikum sallam"
"Mari masuk, maaf ya gubuk Sindi masih sederhana.. " Kata Ibu Sindi memersilahkan Leah dan Farhan masuk.
"Em ini adik kamu Sin? " Tanya Leah.
"Iya, namanya Arif, Rif salim ngono karo mbak Leah, iki lho garwone Ustad Ruchan. (Rif salim gitu sama mbak Leah, ini lho istrinya Ustad Ruchan) " Kata Sindi melototi Adiknya.
"Opo lho Sin, Adikmu iki seh cilik, ngomongo apik apik, ojo mbok di pendelikki ngono, sakno, yo nang. ( Apa lho Sin, Adikmu ini masih kecil, bicara yang baik baik, jangan kamu pelototin gitu, kasihan, ya nak? )" Kata Farhan.
"Emm si Ustad udah bicara, ya aku ndak bisa balas, takut nanti aku kena skors" Canda Sindi.
"Sudah, Ustad Farhan ini memang terkenal humoris ya.. " Kata Bapaknya Sindi.
"Ah endak juga Pak'e, lha saya ini kalem kok, pendiam juga, alhamdulillah pintar menabung hehehe" Kata Farhan dengan cengingisan tanpa dosa.
Semua di buat tertawa oleh sifat lucu Farhan, Farhan bukan orang yang lucu, melainkan sifat nya yang periang dan selalu membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
"Ini bukannya nak Leah, istri Ustad Ruchan yaa, " Tanya Ibu Sindi.
"Iya bu, saya Leah... " Jawab Leah.
"Panggil saja si mbok, sama manggilnya seperti Sindi.. " Kata Bapak Leah.
"Oh iya Pak, gini lho Bapak, Mbok, pertama tama kedatangan kami kesini mau silaturahmi.. " Kata Leah.
"Alhamdulillah "
"Di lain itu, ada hal yang ingin saya tanyakan kepada Embok, tentang hubungan Umi Desi dengan Linda, kata Sindi, Embok tau tentang masa lalu Umi.. " Sambung Leah.
"Maaf jika pertanyaan saya kurang berkenan, Bapak, Mbok... " Kata Leah dengan wajah lesu.
"Desi, dia adalah sahabat Mbok nduk.." Kata Ibu Sindi.
Leah, Sindi dan Farhan terkejut.
"Mbok dulu alumni Pesantren Darussallam juga, dari SD kita sudah bersahabat, masuk SMP kita sama sama nyantri di Pesantren Darussallam. Sampai ada kejadian yang sampai sekarang masih membuat Mbok sakit hati... " Kata Ibu Sindi sambil mengelap air matanya yang mulai banjir.
Sindi dan Bapaknya mendekati Ibu Sindi dan menenangkan nya.
__ADS_1
"Kalau itu menyakiti hati Mbok, gak usah di terusin cerita nya ya... " Kata Leah.
"Endak nduk, kamu harus tau hal ini, 25 tahun yang lalu, Desi hamil dengan salah satu santri juga di sana, selama kehamilannya Desi menyembunyikan kehamilan itu menggunakan kendhit (korset), Desi melahirkan seorang bayi perempuan di pinggir kandang sapi Pesantren. Dengan tangan ini, Mbok membatu melahirakan bayi yang tidak berdosa itu lahir, dan dengan mulut ini, Mbok mengunci rapat rapat rahasia Desi... " Kata Ibu Sindi dengan mengulurkan telapak tangan nya dan menangis.
"Lalu, dimana bayi itu Mbok, maksud Leah, sampai sekarang Umi tidak mengakui kalau dia sudah pernah melahirkan.. " Tanya Leah.
"Tentu saja dia tidak mengaku, bayi itu Mbok dan Desi taruh di depan gerbang Pesantren, dan dia tumbuh besar di sana, karena setelah 6 bulan, Desi menjebak Kyai agar Desi bisa menikah dengan Kyai Mahfud, dan menjadi istri ke dua..." Sambung Ibu Sindi.
"Astaghfirullah hal'adzim "
"Nyuwun sewu Mbok, jangan bilang kalau bayi itu adalah.... " Kata Farhan.
"Iya, Linda !! Linda adalah anak Desi, mungkin tujuan menikah kan Ruchan dengan Linda, ya salah satunya untuk menguasai Pesantren... " Kata Ibu Sindi.
"Astaghfirullah hal'adzim, "
Leah, Sindi dan Farhan pun kaget, mereka tidak menyangka, kalau Umi Desi dan Linda adalah anak dan ibu. Jadi selama ini keluarga Kyai Mahfud telah di bohongi.
Diam diam Leah merekam pengakuan Ibu Sindi, pikirnya, rekaman itu akan menjadi salah aatu bukti untuk membongkar rahasia yang Umi miliki.
Leah berusaha memperjuangkan cinta nya, walau dia tau, Ruchan tidak akan pernah menerima Linda menggantikannya, namun yang namanya Umi Desi dan Linda akan terus menggunakan segala cara untuk memisahkan mereka.
__ADS_1