
Sang surya enggan menampakkan diri, membuat pagi terasa dingin tanpa adanya sinar yang menghangatkan seperti biasa. Awan pun nampak redup, awan seputih salju tak lagi terlihat, warna abu-abu mendominasi pemandangan langit kota Ciputat pagi ini.
Rintik gerimis mulai turun membasahi Kota Ciputat. Rasa dingin semakin terasa kala angin mulai berhembus mesra. Suasana pagi yang sendu membuat siapapun kembali bersembunyi di balik selimut. Seperti semua orang yang ada di dalam rumah Pak Gatot. Mereka kembali ke kamar masing-masing setelah menikmati sarapan bersama. Jarum jam pun masih berada di angka tujuh.
Intan berdiri di sisi jendela, ia menatap hujan yang tak kunjung reda. Semakin lama hujan turun semakin lebat, apalagi angin mulai ikut campur menambah suasana semakin syahdu.
"Sayang! tutup jendelanya, dingin loh!" ujar Aji sambil menatap Intan. Pagi ini Aji sibuk dengan laptopnya, ia harus memeriksa laporan cafe yang belum sempat ia kerjakan.
Akhirnya, Intan menutup jendela sesuai yang diinginkan Aji, lalu ia mengayun langkah menuju ranjang, dimana suaminya berada. Ia merebahkan diri di sisi Aji seraya menarik selimut.
"Mas, sebelum kita balik ke Jombang, nginep di hotel yuk!" ajak Intan seraya menatap Aji dengan senyum yang sangat manis.
"Hotel?" Aji menaikkan satu alisnya setelah menatap sang istri, "pengen nginep di hotel mana?" tanya Aji setelah menangkap maksud Intan.
"Terserah Mas aja, saya ngikut!" jawab Intan dengan pandangan yang tak lepas dari Aji.
Rencana jalan-jalan pagi ini bersama Kinar gagal total karena cuaca yang sedang melanda daerah mereka. Rencana berubah haluan menjadi rebahan di kamar, bersembunyi di balik selimut bersama pasangan.
Hujan tak kunjung reda hingga penunjuk waktu berada di angka sembilan pagi. Aji menutup laptop setelah menyelesaikan pekerjaannya. Ia menyusul Intan untuk bersembunyi dibalik selimut tebal. Cuaca dingin membuatnya ingin menerkam istrinya itu. Rasanya, ingin sekali ia memadu kasih di tempat ini.
"Sayang, cuacanya cocok untuk berkembang biak ya," gumam Aji dengan suara lirih, "seharusnya kita bikin adonan nih, siapa tahu nanti berhasil," lanjut Aji dengan jari-jemari yang sedang bermain-main di beberapa titik tubuh Intan.
"aku lagi mager, Mas! aku terima jadi aja gimana?" tawar Intan seraya menatap Aji.
"oke Sayang, aku siap memberikan full servis untukmu," kelakar Aji seraya mengubah posisinya, duduk di samping Intan.
Alam seakan mengerti apa yang diinginkan dua insan yang sedang memadu kasih itu, karena hujan pun semakin deras tatkala Aji mulai berpacu dalam ritme yang lebih keras. Suara guntur pun terdengar menggelar seiring dengan lenguhan manja yang lolos dari bibir Intan. Permainan berlangsung lama hingga membuat Intan kelelahan, ia sampai protes kepada Aji agar segera mengakhiri permainan ini.
__ADS_1
"semoga jadi," ucap Aji setelah turun dari lembah penuh cinta. Ia mengecup perut bawah Intan sebelum tidur di sisi Intan.
***
Malam telah datang setelah mendung menguasai sang raja sinar. Kini, sang rembulan mulai menampakkan diri meski terkadang memilih bersembunyi. Setelah satu hari berada di rumah, akhirnya kedua pasang suami-istri itu keluar dari rumah. Mereka naik mobilnya Farhan tuk mengelilingi kota Ciputat.
Setelah puas jalan-jalan ... Farhan mengarahkan setir mobilnya ke arah cafe. Mereka berempat sepakat mengunjungi cafe untuk melihat perkembangan langsung yang terjadi di sana. Rupanya, Farhan ingin menunjukkan menu baru yang sudah tersedia di sana.
"Mari, Bang ...." ucap Farhan setelah turun dari mobil. Aji pun mengekor di belakang Farhan, meninggalkan Intan dan Kinar yang sibuk dengan Kevin.
Setelah selesai mengurus Kevin yang agak rewel malam ini, kini Intan dan Kinar masuk ke dalam cafe. Mereka berjalan beriringan dengan wajah yang melukiskan senyuman terindah khas masing-masing.
"selamat malam," sapa Kinar saat melewati pramusaji yang berdiri di dekat meja kasir.
Ketiga pramusaji tersebut membungkuk kan tubuhnya untuk memberi hormat kepada kedua bu bos mereka. Semua pegawai cafe pun sudah mengenal kedua wanita yang berbeda penampilan itu.
"Intan!"
"Kamu!" Intan membelalakkan matanya ketika melihat siapa yang memanggilnya.
"Kenapa dia ada disini!" bisik Kinar dengan pandangan yang tak lepas dari pria yang semakin dekat dengannya.
"Apa kabar, Tan?" pria bernama Aldi itu mengulurkan tangannya ke arah Intan, ia tersenyum tulus kepada Intan.
Intan tertegun ketika melihat pria yang ada di hadapannya, lalu tak lama setelah itu ia menangkupkan kedua tangannya di dada, "kabar ku baik-baik saja," ucap Intan dengan suara yang terdengar merdu dan lembut.
Respon yang di tunjukkan Intan berhasil membuat Aldi menjadi kikuk. Ia tidak menyangka jika Intan telah berubah drastis, bukan dari segi penampilannya saja, tapi secara sikap pun sangat berbeda.
__ADS_1
Aldi adalah seorang anak pengusaha rental mobil yang dulu sempat mengejar-ngejar Intan. Bisa dikatakan jika Aldi sangat terobsesi kepada Intan. Hampir setiap malam Aldi datang ke studio tato hanya untuk melihat Intan bekerja. Berkali-kali Intan menolak pria bernama Aldi itu karena rasa cintanya kepada Aji, padahal kejadian ini terjadi jauh sebelum Intan bertemu dengan Aji atau lebih tepatnya saat Intan baru bekerja di studio Tommy. Dulu kabar terakhir yang di dengar Intan, Aldi masuk penjara gara-gara terseret dalam kasur penggelapan mobil yang dilakukan temannya, mungkin saat ini ia baru saja bebas dari tahanan.
"bisa kita ngobrol berdua sebentar?" tanya Aldi dengan suara bariton dan sikap yang cool. Wajahnya terlihat semakin tampan saat ini.
"Tidak bisa!" Kinar spontan menjawab pertanyaan Aldi.
Aldi terlihat kecewa karena keinginannya tidak kesampaian. Ia ingin sekali bisa bicara berdua dengan wanita berhijab yang ada di sisi Kinar. Apalagi setelah melihat perubahan yang terjadi dalam penampilan Intan saat ini.
"Kenapa tidak bisa?" tanya Aldi dengan raut wajah penasaran.
"Karena Intan adalah wanita yang bersuami, tidak sepantasnya dia ngobrol berdua dengan pria lain," tiba-tiba terdengar suara Aji di belakang tubuh Intan.
Intan memejamkan matanya setelah Aji berdiri di sisinya. Ia takut Aji salah paham karena situasi ini, karena Intan tahu Aji adalah pria yang posesif, semua akun media sosialnya pun dipantau oleh Aji setiap harinya.
"ini suami kamu, Tan?" tanya Aldi lagi seraya menatap Intan dengan intens.
"Iya, dia suamiku ...." akhirnya Intan mengeluarkan suaranya seraya menatap Aji. Sorot mata penuh kecemburuan terlihat jelas dari mata teduh itu.
"Saya Ajisaka, suaminya Intan!" ujar Aji seraya mengulurkan tangannya ke arah Aldi.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka β₯οΈπ
Nih, aku punya rekomendasi karya untuk kalian, kepoin yuk sayπππ
__ADS_1
π·π·π·π·π·