Surga Hitam

Surga Hitam
Tingkepan(Mitoni)


__ADS_3

Rasa bahagia tak akan pernah pudar untuk orang tua yang sedang menanti kehadiran sang buah hati. Apalagi seorang calon ibu, meski keadaan tubuhnya mengalami perubahan besar, baik itu secara fisik, mood, batin dan napsu makan. Semua itu rasanya terpupus kala janin yang tumbuh di rahimnya mulai bisa bergerak dan tumbuh dengan baik.


Intan pun mengalami hal itu. Akhir-akhir ini ia terlihat bahagia karena janin yang ada dalam kandungannya mulai aktif bergerak. Kandungannya memasuki usia tujuh bulan, perutnya pun sudah terlihat buncit. Intan terlihat lebih berisi karena napsu makannya mulai naik, pipinya pun terlihat semakin mengembang.


"Mas ... sini Mas!" Intan sangat antusias ketika merasakan tendangan di perutnya. Ia memanggil Aji yang sedang bermain dengan Izza—putri Ninis di karpet yang ada di ruang keluarga.


Raut wajah bahagia terlihat jelas di wajah Aji ketika tangannya merasakan denyutan di perut sang istri. Beberapa kali ia mengusap bagian itu hingga menimbulkan gerakan dari dalam perut istrinya.


"Anaknya Ayah sedang apa di dalam? udah gak sabar pengen ketemu Ayah dan Ibu ya," bisik Aji di sisi perut Intan. Aji sering melakukan hal ini—berbicara seorang diri di dekat perut sang istri.


Sepasang suami istri itu melarang dokter untuk memberitahu jenis kelamin bayinya. Mereka ingin mengetahuinya nanti saja saat melahirkan, dua nama pun sudah di siapkan Aji. Satu nama laki-laki dan satu nama perempuan untuk anaknya nanti.


"Papah dan Mamah jadi ke sini kah?" tanya Aji seraya mengalihkan pandangan ke arah Intan.


"Jadi, Mas! besok siang mungkin sudah sampai disini, katanya nginep di hotel dulu," ucap Intan dengan pandangan yang tak lepas dari Aji.


Setelah berbincang-bincang sebentar dengan istrinya, Aji kembali menemani Izza bermain. Ia membiarkan Intan duduk berselonjor di atas sofa sambil mengamatinya bermain. Ninis dan semua anggota keluarga yang lain sedang sibuk mempersiapkan acara yang akan diselenggarakan besok malam di rumah ini.


Berhubung kandungan Intan sudah berusia tujuh bulan, maka ummi Sarah dan kyai Yusuf menggelar acara syukuran atau biasa disebut dengan tingkepan(mitoni). Sudah menjadi tradisi di daerah ini, wanita yang hamil anak pertama akan melakukan acara tingkepan seperti biasanya. Terkadang ada yang melakukan ritual lengkap dengan siraman dan ganti pakaian sebanyak tujuh kali.


Intan sendiri tidak bisa membantu apapun untuk acaranya besok malam. Ia dilarang ummi Sarah melakukan aktifitas apapun yang membuatnya lelah karena ummi Sarah sangat khawatir terjadi sesuatu dengan kandungan menantu kesayangannya itu.


***

__ADS_1


Keesokan Hari ....


Pengajian Al-Qur'an sejak pagi telah digelar. Acara itupun selesai sebelum sholat ashar. Beberapa kerabat jauh pun sudah hadir dikediaman kyai Yusuf termasuk keluarga dari Tangerang. Semua persiapan sudah selesai dilakukan. Berbagai hidangan telah disiapkan untuk tamu undangan yang akan hadir nanti.


"Maaf Mi, saya mau tanya ... tadi saya lihat ada yg membuat hantaran ubi dan singkong kukus, itu untuk apa ya, Mi?" tanya bu Leni, ibu angkatnya Intan itu penasaran dengan makan rebus yang dijadikan hantaran.


"kalau di sini namanya polo pendem Bu, kalau ada orang mitoni seperti yang kami lakukan saat ini pasti membuat polo pendem sebagai pelengkap. Sudah tradisi disini Bu membuat rujak buah dan polo pendem saat tingkepan," ummi Sarah menatap besannya itu seraya menunjukkan apa saja yang sudah disiapkan.


Polo pendem itu makanan sejenis umbi-umbian yang direbus atau dikukus seperti ... ubi, singkong, talas, kacang tanah, kacang kapri, gembolo, labu dll. Sebagian besar orang jawa pasti menyertakan ini di saat mitoni dan membuat rumah baru.


"kalau boleh tau kenapa harus menyertakan polo pendem ya, Mi?" tanya Bu Leni lagi.


"Saya juga belum tau pastinya, Bu. Kalau menurut mbah uti saya dulu waktu beliau ndongeng, katanya 'seng asale soko lemah mesti balik maneh ning lemah' (yang berasal dari tanah akan kembali lagi ke tanah)" ucap ummi Sarah, "setelah saya cerna mungkin polo pendem ini simbolis dari salah satu unsur manusia yaitu tanah," lanjut ummi Sarah.


Waktu begitu cepat berlalu. Satu persatu tamu undangan mulai datang menghadiri undangan dari Aji tepat setelah sholat isyak. Setelah semua undangan hadir, acara pun segera dimulai.


Satu jam telah berlalu begitu saja, kini tibalah acara terakhir yaitu doa. Pembacaan doa dipimpin langsung oleh kyai Yusuf sendiri, semua tamu undangan tak ada yang bersuara hingga acara selesai. Acara pun di tutup dengan pemecahan dua cengkir gadhing (kelapa gading muda) yang dipecah langsung oleh Aji—itu pun salah satu tradisi di jawa saat tingkepan.


Semua anggota keluarga kyai Yusuf dan beberapa kerabat berkumpul di ruang tamu setelah tamu undangan pulang. Intan duduk berlonjor di samping Kinar dan Bu Leni, mereka sedang asyik berbincang dengan ummi Sarah dan Ninis. Beberapa kali Intan mengusap perut karena gerakan dari dalam perut.


"Eh Komodo! gimana kata dokter, cowok apa cewek nih?" bisik Kinar seraya ikut mengusap perut Intan.


"gue gak tahu, Piranha! gue sama Mas Aji sengaja tidak mau tahu dulu jenis kelamin bayi yang gue kandung ini, biar surprise gitu," jawab Intan dengan suara yang lirih, senyumnya mengembang begitu saja saat menatap Kinar.

__ADS_1


Kinar berdecak, sebenarnya ia sangat penasaran dengan calon keponakannya itu. Ia ingin menyiapkan kado spesial jika bayi Intan lahir nanti.


Acara mitoni telah berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Aji akhirnya bisa bernapas lega setelah acara selesai. Setelah ini tinggal mempersiapkan kelahiran anak pertamanya dua bulan lagi. Semoga tidak ada kendala apapun sampai anaknya lahir nanti—ya begitulah harapan Aji saat ini.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍 jika ada penjelasan yang kurang sesuai tentang mitoni dan polo pendem, silahkan komen yak😍tapi jangan pedes² ya, asam lambung othor tinggi nih😀****kalau penasaran dengan polo pendem, bisa cek google yak😀


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Nih aku kasih rekomendasi karya bagus dari temenku, kepoin yuk biar gk nyesel😍👇Judulunya tuh Malena karya dari author Khodijah Rahman. nih aku kasih blurbnya👇


"Pergi! Jangan sentuh aku! pergi!"


Malena, gadis yang mengalami trauma psikis akibat diperkosa saat usianya baru 10 tahun. Dia bagaikan mayat hidup selama hampir 3 tahun setelah kejadian saat itu. Hanya kata-kata itulah yang keluar dari mulutnya jika dia melihat orang asing terutama laki-laki.


Orang tua malena berjuang sekuat tenaga untuk menyembuhkan putrinya, hingga memutuskan pidah dari Napoli ke Firenze.


Akankah Malena sembuh total dari traumanya? Akankah Malena bertemu dengan laki-laki yang mampu menghilangkan traumanya?


🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2