Surga Hitam

Surga Hitam
Syarat?


__ADS_3

Hari minggu adalah hari yang ditunggu semua orang. Hari dimana sebagian besar orang-orang libur dari aktivitas wajibβ€”bekerja. Banyak orang menghabiskan hari minggu dengan pasangan ataupun keluarga di tempat-tempat wisata atau pusat perbelanjaan hanya sekedar untuk melepas penat. Namun, semua itu tak berlaku untuk Aji, selama seharian penuh ia menghabiskan waktu di kamar bersama sang istri, ia keluar hanya di saat-saat tertentu saja seperti makan, sholat dan ke kamar mandi.


Setelah drama klanting yang terjadi tadi pagi, Aji berhasil menenangkan Intan. Ia membantu Intan menata kembali pakaian yang ada di atas ranjang ke dalam almari. Intan menghabiskan waktu di dalam kamar dengan melihat drama korea di laptop Aji. Waktunya habis di atas ranjang empuk dengan beberapa camilan yang disediakan oleh suaminya itu.


"Sayang, gak pengen jalan-jalan kemana gitu?" tanya Aji seraya membukakan biskuit untuk Intan. Mereka masih setia di atas ranjang.


"kemana Mas?" tanya Intan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Ji chang wook yang terpampang di layar laptop.


"Terserah kamu saja, aku hanya khawatir kalau kamu bosan karena seharian berada di kamar," ucap Aji sambil menyuapkan satu biskuit ke bibir sang istri.


Intan mengalihkan pandangannya ke arah Aji, ia menatap wajah suaminya itu dengan tatapan heran, "jangan-jangan Mas ya yang bosan karena nemenin saya di kamar terus?" tanya Intan seraya menaikkan satu alisnya.


"Duh salah lagi!" gerutu Aji dalam hatinya.


Senyum palsu mulai terlihat di wajah tampan itu, ia mengusap lengan Intan seraya memikirkan kata-kata yang tepat agar Intan bisa menerima ucapannya, "tidak, Sayang! mana mungkin aku bosan menemani istriku sendiri," kilah Aji dengan kedua sudut bibir yang terangkat.


"terus?" Intan masih curiga dengan suaminya itu.

__ADS_1


"kalau kamu tidak mau jalan, aku mau ke pondok putra," ucap Aji seraya menatap Intan.


Intan mengerucutkan bibirnya setelah mendengar Aji akan pergi. Entah mengapa hari ini rasanya ia tidak mau berjauhan dengan suaminya itu. Entah karena hormon kehamilan atau memang karena Intan sedang ingin dimanja.


"Sayang, gak boleh seperti itu, kan aku punya kewajiban mengamalkan ilmu di pondok. Aku punya tanggung jawab kepada santri-santri di sana, jadi ... boleh ya aku ke pondok putra dulu?" Aji mencoba memberi penjelasan agar Intan mengerti posisinya saat ini, "tidak lama kok, aku pasti segera kembali," Aji merayu Intan agar mengizinkannya pergi.


Beberapa detik kemudian, senyuman yang sangat manis terlihat menghiasi wajah tanpa polesan make-up itu. Intan menatap suaminya dengan tatapan penuh makna, "iya boleh kok Mas pergi ke pesantren tapi ada syaratnya!" ucap Intan dengan manik hitam yang tak lepas dari wajah sang suami.


"memang apa syaratnya?" tanya Aji, Ia sedang menerka, apa kiranya yang diminta sang istri.


Intan mendekat ke tempat Aji berada atau lebih tepatnya mendekat ke telinga Aji. Entah apa yang sedang diucapkan oleh Intan hingga membuat Aji membelalakkan mata. Namun, tak lama setelah itu, Aji terkekeh geli seraya menjauhkan Intan dari telinganya.


"kan bisa pelan-pelan, Mas!" protes Intan.


"hmmm baiklah, aku tidak mungkin menolaknya!" jawab Aji sambil mengusap rambut Intan, "kalau begitu kamu istirahat di kamar saja, tunggu sampai aku kembali dari pondok, oke!" ucap Aji sebelum berdiri dari ranjang.


Intan mengacungkan jempolnya setelah mendengar jawaban sang suami. Senyum yang sangat manis terlihat di bibir tanpa warna itu, ia tak mengalihkan pandangannya dari wajah tampan itu hingga tak terlihat lagi.

__ADS_1


Aji tak habis pikir dengan tingkah istrinya. Sebuah permintaan dari Intan tak mungkin ia tolak begitu saja karena ia sendiri menginginkannya lagi dan lagi. Intan tak pernah malu meskipun ia terlihat agresif karena baginya pelepasan mayonaise adalah sebuah kebutuhan.


"aku bersyukur memiliki istri seperti Intan, aku tak pernah kekurangan jadwal pelepasan bibit-bibitku seperti yang nasib dosen-dosen di kampus!" gumam Aji dalam hatinya saat melangkah menuju pondok putra.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka β™₯️😍 up tiga bab ye hari ini😎


βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–


Oh ya, btw sambil nunggu aku up kepoin juga yuk karya temen aku yang keren 😍 judulnya tuh Dendam, karya dari author Nazwa Talita. Nih blurbnya πŸ‘‡


Setelah disiksa, dikhianati dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan hampir tak bernyawa, Gendis bertekad Mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.


Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu.

__ADS_1


Penasaran kan? Yuk kepoin!


🌷🌷🌷🌷


__ADS_2