
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Hayya 'alashshalaah
Hayya 'alalfalaah
Qad qaamatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah ....
Aji mengumandangkan iqomah dengan suara yang lirih di telinga kiri putranya. Ia mengecup pipi putranya yang sedang mengedipkan mata beberapa kali setelah mendengar suara Aji. Jari telunjuknya membelai pipi yang terasa halus itu dengan perasaan yang membuncah di dada.
"Hay jagoannya Ayah, selamat datang di dunia ini ... ini adalah suara ayah mu, Nak!" gumam Aji dengan diiringi bulir air mata yang berjatuhan—sebuah air mata bahagia.
Aji menegakkan tubuh setelah seorang perawat menghampirinya. Keduanya berbicara serius di sisi box bayi lalu tak lama setelah itu perawat tersebut menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Aji.
"berarti ini nanti diserahkan ke ibu lagi?" tanya Aji setelah memeriksa surat pemberian perawat tersebut.
"iya Pak," jawab perawat tersebut, "nanti setelah kondisi istri Bapak pulih akan dipindah kan ke ruang rawat inap beserta bayinya pak," ucap perawat tersebut setelah Aji bertanya kapan istrinya dipindahkan.
Aji segera keluar dari ruangan bayi yang ada di sisi ruang bersalin untuk mengurus beberapa surat yang dibutuhkan untuk akte kelahiran putranya. Sebelum itu, ia menghampiri ummi Sarah terlebih dahulu untuk memberi kabar kepada ibunya bagaimana kondisi Intan dan putranya.
"Bagaimana keadaan istrimu, Nak?" tanya ummi Sarah setelah melihat Aji keluar dari ruangan.
__ADS_1
Senyum yang sangat manis mengembang di wajah tampan itu setelah mendapat pertanyaan dari ummi nya, "Intan baik-baik saja, Mi ... persalinannya lancar dan bayinya juga sehat," ucap Aji dengan pandangan yang tak lepas dari ummi Sarah.
"lalu cucu Ummi laki-laki atau perempuan?" sorot mata bahagia terlihat jelas dari mata teduh itu.
"Alhamdulillah laki-laki, Mi!" jawab Aji seraya mengusap lengan ummi Sarah dengan lembut.
"Kamu serius, Nak?" ummi Sarah meyakinkan jawaban putranya itu.
Aji mengangguk pelan sebelum merengkuh tubuh ummi Sarah. Entah mengapa perasaannya tiba-tiba saja menjadi bercampur aduk tak karuan setelah melihat rona bahagia di wajah sang ibu.
"Terima kasih Mi karena selama ini sudah mendoakan Aji dan Intan," ucap Aji seraya mengusap punggung ummi Sarah dengan lembut, "Maaf jika selama ini Aji punya banyak dosa dan kesalahan kepada ummi," lanjut Aji setelah mengurai tubuhnya. Ia tengah menatap manik hitam berembun yang ada di hadapannya.
"Ummi sangat bahagia sekali, akhirnya kamu menjadi seorang ayah. Ummi sangat bersyukur atas semua rezeki yang Allah berikan kepada kita semua." ummi Sarah mengusap rahang putra bungsunya itu dengan penuh kasih sayang.
"Seorang ibu pasti memaafkan semua kesalahan anak-anaknya. Ibu tidak akan mungkin menyimpan dendam kepada darah dagingnya sendiri, kalaupun ada itu hanya beberapa." Ummi Sarah mengembangkan senyumnya kepada Aji.
Setelah ngobrol beberapa menit, Aji akhirnya pamit keluar sebentar untuk mengurus berkas dari perawat. Langkahnya semakin jauh dari sosok paruh baya yang sedang menunggu di depan ruang bersalin.
Langit berubah menjadi gelap kala sang surya mulai kembali ke singgasananya. Bulan purnama terlihat indah dengan wujud sempurnanya hingga mampu mengalahkan pesona bintang. Semilir angin yang berhembus mesra semakin menambah syahdunya suasana malam yang membahagiakan ini.
Tepat pukul delapan malam, Intan dan bayi nya telah dipindahkan ke ruang rawat inap. Seorang Bidan masuk ke dalam ruangan Intan untuk memberikan panduan kepada Intan bagaimana cara memberi ASI dengan benar.
"Jangan panik Bunda jika bayinya menolak puncak dada Bunda!" ucap Bidan tersebut setelah melihat Intan panik karena putranya belum bisa menyesap dengan benar.
Bidan tersebut menemani Intan sampai putranya bisa menikmati ASI dengan benar. Penjelasan demi penjelasan telah disampaikan Bidan tersebut sampai Intan benar-benar paham tentang ASI.
"Saya permisi dulu ya Bunda, nanti kalau ada kesulitan lagi segera panggil saya," ucap Bidan tersebut sebelum berlalu dari ruang inap tersebut.
Setelah kepergian bidan tersebut, Aji mendekat ke tempat sang istri. Ia duduk di tepi bed yang di tempati Intan untuk melihat bagaimana keadaan putranya saat ini.
__ADS_1
Aji tersenyum bahagia ketika melihat putranya tenang dalam gendongan Intan. Rasanya ia gemas sekali melihat putranya itu dan Aji sendiri sampai saat ini belum berani untuk menggendong putranya.
"Nak, kamu harus belajar menggendong loh!" ujar ummi Sarah tanpa beranjak dari sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Aji masih takut, Mi! dia masih terlalu kecil," ucap Aji setelah menatap ummi Sarah sekilas.
Ummi Sarah akhirnya beranjak dari tempatnya, beliau berdiri di sisi dekat Aji sambil menatap cucunya yang tertidur pulas dalam dekapan hangat ibunya.
"sini, ummi ajari cara menggendong bayi, kalau nanti malam menangis biar kamu bisa menggendong putramu, Nak!" ujar ummi Sarah seraya mengulurkan tangannya untuk mengambil bayi yang ada dalam dekapan Intan.
Aji menarik napasnya dalam ketika ummi Sarah memposisikan bayi mungil itu di tangannya. Aji terlihat kaku saat pertama kali menggendong putranya tapi lama-lama ia mulai terbiasa. Rona bahagia terlihat jelas di wajah Aji setelah berhasil menimang putra pertamanya itu.
"oh iya, Ummi sampai lupa ... siapa nama anakmu, Nak?" tanya ummi Sarah seraya menatap Intan dan Aji bergantian.
"Biar Mas Aji yang menjawab, Mi," ucap Intan seraya menatap Aji penuh arti, "Jadi anak kita namanya siapa, Mas?" tanya Intan.
"Ghaly Majdudin Rafif ...." ucap Aji sebelum mengecup kening putranya.
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️🌹
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Hallo aku ada rekomendasi cerita keren nih, kepoin kuy😍 Aku cantumin blurbnya yah, biar kalian makin penasaran😂
Author: Warnyi
Judul: MAFIA STORY kembalinya anak tak berguna
Blurb: Fitnah telah membuatnya terusir dari rumah dan keluarganya, hingga suatu kejadian mempertemukannya dengan seorang pemimpin mafia terbesar dan menjadikannya sebagai penggantinya.
__ADS_1
Agra kembali setelah meraih kesuksesan, dengan tujuan ingin membalas dendam. Diwarnai dengan kisah percintaan bersama gadis masa kecilnya. Akankah Agra bisa membalaskan dendamnya dan mengalahkan para musuhnya?
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷