
Tok ... tok ... tok ....
Aji segera bangkit dari ranjang setelah mendengar pintu kamarnya diketuk. Ia menerka siapa yang ada dibalik pintu, "ada apa, Mbok?" tanya Aji setelah melihat wanita paruh baya yang bekerja di rumah ini selama bertahun-tahun.
"Gus Aji dan Ning Intan dipanggil ummi, katanya disuruh ke ruang tamu karena ada tamu," ucap mbok Sumi setelah Aji muncul di balik pintu.
Setelah menyampaikan pesan dari ummi Sarah, mbok Sumi berlalu dari hadapan Aji. Siapakah yang sedang bertamu di saat senja seperti saat ini? mungkin pertanyaan itulah yang sedang berkeliaran dalam pikiran Aji.
"ada apa, Mas?" Intan membuka lebar pintu kamarnya. Ia berdiri di sisi Aji seraya menatap wajah tampan itu.
"kita dipanggil ummi, katanya ada tamu yang sedang menunggu di ruang tamu," ucap Aji tanpa menatap Intan.
Intan pun demikian, ia penasaran siapa kiranya yang sedang menunggu di ruang tamu dan pada akhirnya, Intan mengajak Aji bergegas turun menuju ruang tamu.
Intan menghentikan langkahnya di pintu penghubung ruang keluarga dengan ruang tamu ketika melihat Aga dan Rahma duduk di ruang tamu. Entah mengapa ia mendadak ragu untuk menemui sepasang pengantin baru tersebut. Keringat dingin mulai terasa di tubuh Intan ketika tatapannya bersirobok dengan Aga.
"Jangan takut, Sayang! kendalikan perasaanmu, ingat kesehatan kandunganmu," bisik Aji setelah mengamati sang istri, ia menggenggam tangan dingin sang istri saat melanjutkan langkah menuju ruang tamu.
Aji membimbing Intan duduk di sudut ruangan, berdampingan dengan ummi Sarah dan kyai Yusuf. Pandangan Aji tak lepas dari Intan yang sedang mengalihkan pandangan ke arah lain. Istrinya itu terlihat sekali jika tak menginginkan kehadiran sepasang pengantin baru tersebut.
"Ya Allah ... kenapa hamba setakut ini kepada dia! kenapa hamba tidak seberani malam itu, bahkan tangan ini menghajarnya tanpa belas kasih," gumam Intan dalam hatinya. Ia menautkan kedua tangannya karena rasa takut itu semakin melanda.
__ADS_1
Setelah basa-basi dan menyapa keempat orang yang ada di ruang tamu tersebut, akhirnya Aga menyampaikan maksud kedatangannya sore ini. Ia hanya ingin pamit kembali ke Surabaya untuk melanjutkan usaha orangtuanya karena saat ini ia sudah mempunyai tanggung jawab. Aga akan membawa Rahma ke Surabaya, rencananya mereka berdua akan tinggal bersama kedua orangtua Aga.
"Menjadi seorang suami memang wajib bertanggung jawab, Ga! pesan Abah semoga kamu tidak melupakan ilmu yang sudah kamu pelajari di sini meskipun setelah ini kamu akan sibuk mengelola usaha," sebuah petuah dari kyai Yusuf untuk Aga.
"ummi pun berharap, Rahma bisa menjadi istri Sholehah untuk Aga. Terapkan ilmu-ilmu yang sudah kamu dapatkan untuk menghiasi rumah tanggamu agar terlihat indah," ucap ummi Sarah dengan pandangan yang tak lepas dari Rahma.
"terima kasih Bude, semoga doa-doa dari Pakde dan Bude menjadi jalan kami menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah," ucap Aga seraya sebelum menundukkan pandangannya.
Aga dan Rahma bergantian meminta maaf kepada kedua orang yang sudah membimbingnya selama ini. Mereka pun berterima kasih atas segala hal yang sudah mereka dapatkan di pesantren milik kyai Yusuf ini. Setelah selesai berbicara dengan orang tua Aji itu, akhirnya Aga mengalihkan pandangan ke sisi ummi Sarah.
Rasa sesal yang begitu dalam kembali muncul ketika Aga menatap wajah yang sedang tertunduk itu. Memori otaknya mulai mengingat kenangan buruk yang ia lakukan kepada wanita yang kini menjadi menantu budenya tersebut.
"Ji, aku minta maaf jika pernah membuat masalah di sini, jangan lupa mampir jika berkunjung ke Surabaya," ucap Aga dengan pandangan yang tak lepas dari Aji.
"Tan, aku juga minta maaf atas semua yang aku lakukan dulu," Aga menghentikan ucapannya lalu mengalihkan pandangan ke arah ummi Sarah dan kyai Yusuf, "aku menyesal melakukan semua itu, sekali lagi aku minta maaf karena menjadi penyebab kamu kabur dari pesantren," permintaan maaf Aga benar-benar ambigu di telinga Aji dan Intan.
Semua itu Aga lakukan hanya untuk melindungi Intan dihadapan mertuanya. Aga tidak mau mengulang kesalahan untuk yang kedua kalinya dengan menjatuhkan harga diri Intan. Rasa sesalnya begitu besar kepada wanita yang sedang berbadan dua itu.
Intan hanya mengangguk pelan dengan iringan senyum tipis yang menghiasi wajah manisnya. Bibirnya terasa keluh, ia tidak sanggup menjawab permintaan maaf dari Aga. Keringat dingin semakin mengalir deras hingga membuat bagian belakang gamisnya menjadi basah.
"Ma, kamu tidak ingin menyampaikan apapun kepada Aji dan istrinya?" tanya Aga setelah menatap wajah cantik istrinya itu.
__ADS_1
Rahma menggeleng pelan dengan pandangan yang tak lepas dari sepasang suami istri yang ada di sisi ummi Sarah itu. Mana mungkin ia sanggup menyampaikan rangkaian kata untuk Aji—pria yang masih memenuhi relung hatinya sampai saat ini.
"sampai kapanpun aku tidak akan pernah meminta maaf kepada istrinya Gus Aji itu!" gumam Rahma dalam hatinya.
Rasa kesal, takut dan marah telah menjadi satu dalam perasaan Intan. Ia sangat kesal setelah melihat sikap yang ditunjukkan oleh Rahma. Ingin sekali ia melempar tempat tissu yang ada di hadapannya itu ke wajah Rahma yang terlihat sangat menyebalkan.
Entah darimana datangnya, Intan tiba-tiba saja merasa mual. Perutnya bergejolak ingin mengeluarkan sesuatu. Ia segera membekap mulut seraya berdiri dari tempatnya saat ini. Tanpa berpamitan, ia masuk ke dalam rumah untuk menumpahkan sesuatu yang membuatnya mual itu.
"Aji ke dalam dulu, Mi. Aji mau melihat keadaan Intan," pamit Aji sebelum menyusul Intan.
Aji mengayun langkah menuju dapur, suara sang istri terdengar di kamar mandi beriringan dengan suara gemericik air kran yang dinyalakan. Aji pun masuk ke dalam kamar mandi tersebut dan memijat tengkuk Intan, "Sayang, kenapa muntah lagi?" tanya Aji setelah Intan menegakkan tubuhnya. Aji benar-benar khawatir saat ini.
"Saya tidak tau, Mas! saya tiba-tiba saja mual setelah melihat wajah menyebalkan Rahma! mungkin anak kita tidak suka dengan Rahma," ucap Intan dengan nafas yang terengah-engah, tangannya sibuk mengusap perutnya itu agar lebih rileks lagi.
_
_
Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️ udah up dua bab nih, jangan lupa jempolnya yak😀nah ... besok kan hari senin, jangan lupa vote ya zheyenk😘
Okeh, by the way any busway ... aku mau merekomendasikan karya keren dari temen aku nih, kepoin yuk say😍
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷🌷