Surga Hitam

Surga Hitam
Drama Ikan terbang,


__ADS_3

Hari demi hari terus berganti. Dua minggu setelah pernikahan Aga dan Rahma pun telah berlalu. Kondisi Intan berangsur membaik setelah istirahat dari semua aktifitas selama empat hari. Ia tak lagi merasakan keram di perutnya, kondisi janinnya pun sehat tak ada kekurangan sedikitpun.


Sang raja sinar tengah menampakkan keangkuhannya. Cuaca panas telah melanda daerah tempat tinggal kyai Yusuf, membuat siapapun enggan untuk keluar rumah. Semua orang memilih bersembunyi di dalam rumah sambil melakukan aktifitas masing-masing.


Seperti yang dilakukan Intan saat ini, setelah menunaikan sholat dhuhur, ia duduk di ruang keluarga seorang diri karena ummi Sarah belum pulang, mertuanya itu sedang menghadiri undangan istighosah akbar di salah satu pondok pesantren yang ada di Mojokerto.


Tatapan mata Intan tak lepas dari layar televisi yang ada di rak, ia sedang serius melihat FTV yang ada di chanel ikan terbang. Entah mengapa akhir-akhir ini ia sering mengikuti FTV yang sudah di putar beberapa kali itu. Setoples kripik usus pun sejak tadi ada di atas pangkuannya.


"Ih!! jadi istri lemah banget!! jangan nangis woe! lawan napa itu pelakor!" gerutu Intan ketika melihat adegan istri yang ditindas oleh pelakor.


Toples plastik tempat kripik usus itu pun harus penyok karena Intan merematnya, ia terbawa suasana dan menjadi gemas sendiri karena FTV yang sedang ia tonton saat ini.


Sementara itu, Aji baru saja masuk ke dalam rumah lewat pintu samping. Ia baru saja pulang dari mengamalkan ilmunya di sekolah. Beberapa kali ia mengucapkan salam tapi tidak ada jawaban dari sosok yang ada di ruang keluarga tersebut. Aji pun akhirnya mengayun langkah kesana untuk menemui istrinya.


Aji tertegun setelah melihat layar televisi yang menyuguhkan drama rumah tangga. Rasa kesal mulai menelusup ke dalam hatinya karena gara-gara drama tersebut, Intan tidak menyadari kehadirannya di ruang keluarga.


"wah, Intan tidak boleh terlalu sering melihat drama seperti ini nih! bisa-bisa dia terbawa suasana dan melampiaskannya ke aku," gumam Aji dalam hatinya. Otaknya mulai berpikir untuk mencari cara agar istrinya itu berhenti melihat drama yang sedang berlangsung itu.


"Mas!!" Intan terkesiap saat mengalihkan pandangannya. Ia terkejut bukan main melihat kehadiran sang suami yang ada di balik sofa ruang keluarga, "Sejak kapan Mas pulang? kok tiba-tiba udah masuk aja? enggak salam gitu?" Intan mencecar Aji dengan beberapa pertanyaan.

__ADS_1


"Nah kan, bener kan! aku pasti yang salah! padahal aku udah salam!" Aji bergumam dalam hatinya. Ia hanya diam sambil menatap wajah sang istri.


"aku udah salam berkali-kali tapi kamu sepertinya lebih asyik dengan drama itu daripada menyambut kedatanganku," ucap Aji dengan wajah yang tertekuk. Ia pun akhirnya menghempaskan diri di sisi Intan setelah meletakkan dua bungkus es oyen di atas meja.


Intan hanya diam dengan pandangan yang tak lepas dari wajah Aji. Suaminya itu duduk bersandar dengan mata yang terpejam. Terbesit rasa bersalah di hati ibu hamil itu setelah mendengar protes yang diucapkan sang suami.


"Maaf Mas, saya tidak tahu kalau Mas pulang," ucap Intan dengan nada penuh sesal. Ia mengusap lengan suaminya dengan penuh kasih, "Mas, mau makan sekarang?" tanya Intan.


Perlahan Aji membuka kelopak matanya, ia menatap Intan sekilas sebelum mengambil kantong kresek berisi es oyen kepada istrinya itu, "aku ingin menikmati ini dulu," ucap Aji seraya menyerahkan kresek tersebut kepada Intan.


Tanpa banyak bicara lagi, Intan berdiri dari sofa. Ia mengayun langkah menuju dapur—mengambil mangkuk untuk menyajikan es oyen. Tak lama setelah itu ia kembali lagi ke ruang keluarga dengan membawa dua mangkuk dan sendok.


"Gak papa, biar gak berisik!" tukas Aji seraya membantu Intan membuka bungkus es oyen tersebut.


Es oyen yang terlihat menggoda itu pun akhirnya siap dinikmati saat cuaca panas seperti ini. Rasa segar karena perpaduan buah dan bahan lain yang menjadi satu berhasil menghilangkan dahaga yang sempat menerpa.


"Setelah ini kita istirahat ya, Sayang! kamu pasti belum tidur siang 'kan?" tanya Aji seraya meletakkan mangkuk kosong di atas meja.


"Ya sudah Mas duluan saja, saya mau mencuci mangkuknya dulu," ucap Intan sebelum beranjak dari tempatnya saat ini.

__ADS_1


Setelah sang istri masuk ke dalam dapur, akhirnya Aji pun menapaki satu persatu anak tangga menuju kamarnya yang ada di lantai dua. Setelah sampai di kamar, tak lupa Aji melepas pakaian dinasnya dan setelah itu ia menghempaskan diri di atas ranjang. Rasa lelah membuatnya cepat terlelap, meski Intan masih berada di dapur.


"Kan ... kan ... kan ... dugaan ku benar, pasti Mas Aji tidur duluan!" gerutu Intan setelah masuk ke dalam kamarnya.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍 ntr malam othor up lagi ye😂sekarang ngantuk banget gara-gara terbayang es oyen👇 othor gtw ya kalau di tempat kalian namanya apa, yang pasti di tempat tinggal othor namanya es oyen😂



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


mumpung hari minggu, nih othor kasih rekomendasi karya keren yang ada di noveltoon, judulnya tuh Kembaranku Maduku, salah satu karya dari author Putri Novi ang. Kuy kepoin, ini blurbnya 😍


Melati Atmaja dan Mawar Atmaja adalah saudara kembar yang terpisah sejak mereka kecil. Mereka dipertemukan kembali setelah dewasa. Diam-diam Mawar mencintai Rafael suami dari kakak kembarnya sendiri. Melati yang di anggap mandul dan tidak bisa memberi keturunan selalu dihina oleh ibu mertuanya. Hingga Mawar merebut suami kakaknya dan didukung oleh ibu mertuanya, karena saat itu Mawar sedang mengandung anak Rafael, setelah mereka melakukan hubungan terlarang itu. Bagaimana kisah hidup Melati selanjutnya, setelah saudara kembarnya menjadi penghancur rumah tangga dalam hidupnya?


🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2