Surga Hitam

Surga Hitam
Jadilah wanitaku!


__ADS_3

"Mas Farhan ...."


Suara lembut yang dulu sering berkeliaran di indera pendengaran Farhan, kini terdengar kembali setelah beberapa waktu hilang entah kemana. Sorot wanita itu mengartikan sebuah kesedihan yang bercampur aduk dengan penyesalan.


"untuk apa lagi kamu datang ke rumah ini?" tanya Farhan dengan suara yang lantang.


"aku hanya ingin menjelaskan!" ucap wanita berhijab yang berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan ke tempat Farhan berada saat ini, "siapa gadis ini?" tanya wanita itu lagi setelah melihat kedua tangan yang saling menggenggam.


"Dia calon istri ku!" ucap Farhan dengan tegas. Amarah yang besar terlihat jelas dari sorot matanya.


"Semudah itukah kamu melupakan cinta kita, Mas?" tanya wanita yang biasa di panggil Farhan dengan 'Imel' itu.


Farhan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia muak melihat wajah cantik yang ada dihadapannya itu. Rasa benci di hatinya semakin memuncak tatkala memori otaknya mengingat tentang kejadian menyakitkan beberapa waktu yang lalu.


"Cih! kamu masih bisa mengucapkan cinta di hadapanku setelah semua yang kamu lakukan?" tanya Farhan dengan tatapan tajamnya, ia tak perduli meskipun di ruang tamu itu ada mantan calon mertuanya.


"tidak ada yang perlu dibahas di antara kita! hubungan kita selesai sejak kamu pergi malam itu!" ujar Farhan dengan rahang yang mengeras karena menahan emosi yang sudah memuncak.


Tangis Imel pun pecah tatkala mendengar suara lantang Farhan. Ia menyesali semua perbuatan b-o-d-o-h nya hingga menyebabkan pria yang ada di hadapannya terluka. Imel semakin tergugu tatkala melihat kepergian Farhan ke dalam rumah dengan membawa seorang gadis yang lebih muda dari nya.


Kinar hanya diam saja ketika Farhan menuntun tangannya menuju lantai dua. Ia sendiri masih shock karena kejadian singkat yang ada di ruang tamu. Ia penasaran tapi ia sendiri takut untuk bertanya, bahkan ia tidak berani protes ketika Farhan mengajaknya masuk ke dalam kamar.


"ummb ... eee ... kenapa kita masuk kamar, Bang?" tanya Kinar dengan suara yang gugup.


"di sini lebih aman. Aku tidak mau mendengar ocehan wanita ular yang ada di ruang tamu tadi," ucap Farhan seraya menghempaskan diri di atas sofa yang ada di kamarnya.


Kinar masih berdiri di sisi ranjang, ia bingung harus duduk di mana, bertanya pun ia takut karena melihat ekspresi Farhan yang berbeda. Tatapan pria itu lurus ke depan, rahangnya terlihat mengeras seperti menahan sesuatu yang menyesakkan dada.


"Mas Farhan! buka pintunya!"


"Mas! buka!"


"Mas apa yang kamu lakukan di dalam!"


"Mas buka Mas!"


Brak ... brak ... brak ....


Farhan tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara berisik diluar kamar. Ia menghela napas panjang seraya menyandarkan tubuhnya di sofa, ia menengadahkan kepala, matanya pun terpejam.

__ADS_1


Lagi dan lagi Kinar dibuat bingung dengan situasi saat ini. Ia tidak tau harus berbuat apa saat ini, ia sendiri risih mendengar teriakan dari wanita yang ada diluar kamar Farhan. Kinar tersadar dari lamunannya karena tiba-tiba saja Farhan menarik lengannya.


"Tolong bantu aku kali ini saja!" ucap Farhan dengan sorot mata penuh harap.


Kinar tertegun setelah mendengar permintaan Farhan, ia tidak tau harus membantu Farhan bagaimana. Pandangan keduanya beralih ke arah jendela tatkala mendengar suara Imel di balkon kamar. Beberapa detik kemudian Kinar terkesiap ketika Farhan menarik tubuhnya dan menghempaskan nya di atas ranjang.


"Bang! kita mau ngapain?" tanya Kinar dengan mata yang terbelalak ketika Farhan mulai mengukung tubuhnya.


"Tolong bantu aku! bersikaplah seolah-olah kamu menikmati apa yang aku lakukan!" ucap Farhan, "tolong, bebaskan aku dari wanita ular itu! kita harus berpura-pura bercinta saat dia melihat kita lewat jendela," ucap Farhan sebelum mendaratkan bibirnya di bibir Kinar.


Kinar tidak bisa menjawab, tubuhnya terasa kaku setelah mendengar permintaan Farhan. Ia tidak tau harus berbuat apa, ingin memberontak tapi tidak bisa. Kinar membuka bibirnya tatkala Farhan menggigit bibir itu agar lidahnya bisa leluasa bermain-main di dalam sana.


"Mas Farhan! apa yang kamu lakukan!" teriak Imel sambil mengetuk jendela kaca kamar Farhan.


Imel hanya bisa menangis ketika melihat pria yang sempat disakiti nya itu sedang ber-cum-bu dengan gadis lain. Ia tidak rela jika Farhan bersama gadis itu. Imel terus mengetuk kaca jendela sambil meracau.


Api cemburu mulai membakar hati Imel tatkala melihat Farhan membuka kancing kemeja yang dipakai gadis itu. Rasanya ingin sekali ia masuk ke dalam kamar dan menghentikan semua aktifitas yang membuat hatinya terbakar.


"Stop! Mas Farhan jangan lakukan itu!" teriak Imel di sela-sela isak tangisnya. Ia berlari ke pintu kamar yang terhubung ke balkon dan berusaha untuk membuka pintu tersebut.


Tanpa di duga, pintu balkon itu ternyata tidak di kunci. Suatu kemenangan untuk Imel karena bisa masuk ke dalam kamar Farhan dan menghentikan semua aktifitas yang terjadi di atas ranjang.


Kinar membuka matanya karena terkejut dengan suara wanita yang sejak tadi berteriak itu. Ia tersadar dari getaran-getaran yang membuatnya melayang-layang karena cum-buan dari Farhan.


Farhan membantu Kinar beranjak dari ranjang. Ia menutup kembali kancing kemeja yang sempat ia buka tadi. Farhan pun menyembunyikan Kinar dibalik tubuhnya karena ia tidak mau terjadi sesuatu kepada gadis ini.


"Tunggulah di sini sebentar saja! aku mau mengurus wanita ini dulu!" ucap Farhan seraya menatap Kinar.


Kinar hanya menganggukkan kepalanya, lalu ia menatap kepergian Farhan dan wanita bernama Imel itu. Ia melihat sendiri bagaimana Farhan menarik paksa pergelangan tangan wanita berhijab itu keluar dari kamarnya.


Kepala Kinar menjadi pening karena memikirkan semua hal yang terjadi hari ini. Ia memijat pelipisnya ketika teringat perbuatan yang baru saja ia lakukan bersama Farhan. Perbuatan yang dulu pernah ia lakukan sekali ketika duduk di bangku SMA.


"Kenapa aku tidak bisa menolak sih! duh!" gumam Kinar sambil meremas rambutnya sendiri.


Beberapa puluh menit kemudian, pintu kamar itu akhirnya terbuka. Farhan masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang tertekuk. Ia terlihat frustasi karena masalah yang ia hadapi saat ini.


Farhan berjalan menuju sofa, di mana Kinar sedang duduk sambil membungkukkan tubuhnya. Pandangan Farhan tak lepas dari gadis yang sempat ia c-u-m-b-u- beberapa puluh menit yang lalu.


"Maaf aku sudah bertindak kurang ajar kepadamu!" ucap Farhan dengan nada penuh sesal.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Kinar seraya menatap Farhan.


Dengan berat hati akhirnya Farhan menceritakan apa yang sudah terjadi. Entah mengapa kali ini ia mengeluarkan semua isi hatinya kepada Kinar, ia merasa nyaman bercerita kepada gadis bertato itu.


"Lalu, apa yang Abang rasakan saat ini? apa Abang masih berharap kembali dengan dia?" tanya Kinar setelah Farhan selesai bercerita.


"Tidak! aku tidak mau kembali dengan wanita itu lagi!" ujar Farhan tanpa berpikir panjang.


"Tapi Abang masih mencintai dia 'kan?" Sarkas Kinar dengan manik hitam yang saling bersirobok dengan Farhan.


Farhan tertegun setelah mendengar pertanyaan dari Kinar. Ia hanya diam sambil mencari dimana tempat yang masih menyimpan nama Imel, "bohong jika aku mengatakan tidak mencintainya, memang benar, masih ada sedikit rasa yang tertinggal untuk Imel tapi rasa itu perlahan pudar ketika aku mulai mengenalmu," ucap Farhan dengan pandangan yang tak lepas dari Kinar.


"Memang benar, aku sudah mengusir Imel dari hati dan pikiranku, tapi aku belum bisa menghapus jejak yang dia tinggalkan, aku butuh waktu dan butuh kamu." Farhan menatap Kinar dengan intens.


Kinar tertegun setelah mendengar penjelasan Farhan. Ia tidak tau harus bagaimana setelah mengetahui bahwa pria yang ada di hadapannya itu masih menyimpan rasa kepada mantan tunangannya.


"Jadilah wanitaku, Kinar! aku ingin kamu menempati hatiku untuk menghapus nama wanita ular itu dari sini," ucap Farhan seraya mengarahkan tangan Kinar ke dadanya.


Kinar hanya diam, ia bingung harus bagaimana menyikapi situasi ini. Apakah ini yang disebut pernyataan cinta yang biasa dilakukan orang lain sebelum pacaran? lalu apa yang harus Kinar lakukan setelah ini? haruskah ia menerima permintaan Farhan? semua itu membuat Kinar semakin bingung. Setelah beberapa menit terdiam, ia menemukan sebuah jawaban untuk Farhan, ia memutuskan untuk mengikuti apa kata hatinya saja.


"Jika memang ini adalah jalan terbaik untuk menggapai kebahagiaan. Mari kita pacaran! Saya tidak butuh rangkaian kata yang indah! saya hanya ingin Abang mempunyai rasa yang sama dengan saya. Semoga Abang benar-benar menghapus jejak yang ditinggalkan wanita bernama Imel itu," ucap Kinar dengan pandangan yang tak lepas dari Farhan.


Farhan menarik tubuh Kinar begitu saja, ia mendekap tubuh itu dengan erat. Entah mengapa ia sendiri merasa lega setelah mendengar jawaban dari Kinar.


"Terima kasih," ucap Farhan seraya menghujani puncak rambut Kinar dengan kecupan penuh rasa.


_


_


Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka โ™ฅ๏ธ๐Ÿ˜


Maaf gak bisa menceritakan kisah Kinar lebih detail yak! setelah ini fokus ke Mas Aji dan Mbak Intan saja, siap-siap masuk konflik yok ๐Ÿ˜‚ kalau banyak yang mau kisah Kinar dan Farhan, nanti othor buatkan sendiri saja di karya yang baru๐Ÿ˜‰ jadi, tulis di kolom komentar yak!


_


_


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท

__ADS_1


__ADS_2