Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Di renggut paksa


__ADS_3

Flashback ON


Beberapa tahun yang lalu,Allan tidak pernah berfikir akan terjerat dengan pesona adik Fandi,sahabat sekaligus bos nya sendiri.


Keduanya bahkan tidak pernah akur,selalu meributkan hal sekecil apapun.


Karena beberapa waktu lalu Fandi sempat menyerahkan beberapa bagian pekerjaan nya kepada gadis itu dan di bimbing oleh Allan.Hal besar yang tidak di sadari terjadi di antara mereka.


Sebenarnya perusahaan Brahmana adalah perusahaan dari berbagai saham keluarga,termasuk saham She yang beberapa persen ada di dalamnya.


Awal dari kecelakaan semalam adalah She yang taruhan dengan kolega Fandi dan berakhir minum alkohol yang terlalu banyak,namun permainan itu terus dilanjutkan Hingga Allan yang ada di sana terkena imbasnya.


Mereka menaruh sesuatu di minuman She.Awalnya mereka mengincar She saja tapi kekhawatiran Allan yang membuat dia meminum di botol yang sama.


Benar saja,merasa aneh pada tubuh mereka.She minta di antar kan kembali ke hotel.


"Terimakasih,seperti nya aku akan istirahat.Kembalilah ke kamar mu Lan!" She menutup pintu


Menekan perasaan yang begitu hebat,mencoba profesional dengan pekerjaan.She tak pernah membicarakan isi hatinya pada Allan.


Tapi apa yang di rasakan She, ternyata Allan juga merasakan itu.


Handle pintu bergerak minta di buka.She yang melihat itu akhirnya membuka nya.Otak nya masih sadar.


"Pak Hendra?"


"Nona She,bisa kita bicara sebentar?" Hendra mengangkat tangan nya,dua soft drink yang sudah terbuka.


She pun membuka pintu,dan mempersilahkan masuk.Awalnya lelaki itu duduk berhadapan lalu berpindah di sebelah She.


Mengobrol tentang segala hal pekerjaan dan merambah ke manapun termasuk bercerita tentang diri sendiri.


🍀


🍀


🍀


Shitt!!


Allan yang sudah masuk ke kamarnya,berusaha menghilangkan perasaan panas di dalam tubuh,sudah mandi di bawah shower hingga berendam,perasaan nya semakin tak bisa terkendali.


Untung aku yang paling banyak meminum,sudah aku duga.Tidak beres dengan asisten Hendra sialan itu.


Sudah sejam berlalu tapi rasa nya semakin meninggi dan tak bisa di hentikan.


aku butuh menyelesaikan ini,siapapun itu.


Keluar dari kamar,Langkahnya berhenti ketika kamar She terbuka.


"Pak Hendra?"

__ADS_1


Allan melirik She sedang meminum soft drink dengan merk yang sama dengan Hendra.


"Selamat malam Pak Allan,maaf saya sedang berdiskusi dengan Nona She, sedikit tidak mengerti beberapa hal"


Allan mengerutkan kening.


"Sekarang apa yang tidak di mengerti?"


Merasa canggung dengan kedatangan Allan,Hendra pun ijin undur diri dari sana.Rencana nya gagal dan sia-sia.


Allan menutup pintu setelah Hendra berlalu dari sana.


"Siall!! aku gagal menaklukkan She!"


.


.


"Lain kali jangan bukakan pintu untuk siapapun kecuali aku She,mereka punya maksud tidak baik kepada mu sejak di club' tadi"


She yang tidak mendengar kan Allan hanya tertunduk,kepala nya terasa sakit,tangan nya memijit pangkal hidung.


"Jangan bicara terus Lan,kepala ku pusing,tubuhku terasa panas!"


Allan yang merasa tidak beres dengan tingkah She pun mendekati nya.


Merapikan rambut She yang sangat berantakan,She pun menoleh dan menatap Allan.


"Keluar dan kembali lah ke kamar mu Lan!" Meski rasa yang sudah tak karuan tapi She masih bisa bertahan.


"Kita tak lebih bercerita tentang pekerjaan!"


Mata Allan menatap penuh damba pada She.


"Keluar Lan!!!"


She tetap bertahan pada kesadaran nya.


"Bukan kah kau mencintaiku She?Aku ..."


"Apa?..."


Kedua nya saling menatap, menyelami perasaan masing-masing.


Allan memajukan wajah,awalnya hanya menempel di bibir She, tapi untuk kedua kalinya bibir itu menyentuh bibir nya lagi.Ciuman yang awalnya biasa saja menjadi panas.She mendorong dada Allan, hingga terdengar decapan saat bibir itu terlepas.


She beranjak dan membuka pintu.


"Kembali ke kamar mu Lan.Sekarang!!"


Bukannya berdiri lalu keluar dari sana,Allan malah menutup pintu dan terkunci otomatis.

__ADS_1


She ditarik dan di gendong di pundak Allan,sudah seperti menggendong karung yang berisi beras.


"Lan,kurang ajar sekali kau.Turunkan aku!"


"Allan turunkan aku!!"


"Aku bilang!turunkan!!"


Hingga she masuk ke kamar dan dihempaskan ke ranjang.


"Mau apa kau Lan?Jangan main-main atau aku akan bilang kak Fandi!"


Allan hanya tersenyum "Kau selama ini mencintai ku kan She?kau ingin sekali dekat dengan ku kan?"


"Ingat jelita Lan,dia kekasih mu!"


Allan tak menghiraukan suara She,kaos yang dia pakai sudah terlepas menampilkan otot di lengan dan perut.


"Lan stop,aku bilang!!"


Tak juga dihiraukan,Allan menarik kaki She dan merangkak di atas tubuh wanita itu.


"Lan kau gil_"


Telat sudah, Allan sudah membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya.Mengecup dan memaksa untuk membuka.Lidah Allan memasuki rongga mulut dan mengabsen setiap inci di dalam sana.


She sudah tidak bisa melawan,bertubuh kecil dan tenaga yang tidak sebanding.Hingga She merelakan tubuhnya di jamah oleh asisten pribadi kakak nya sendiri.


"Mari kita bersenang-senang sayang!"


Bagai menemukan pelampiasannya, Allan terus menjamah dan bermain di atas She.Beberapa kali mencoba menjebol gawang dan baru sadar tidak memakai pengaman setelah sudah beberapa kali menekan nya.


Allan meraih celana nya dan mengambil sesuatu dari sana.Mata She membulat melihat itu,tidak menyangka Allan sengaja merencanakan,bahkan sudah menyiapkan pengaman di celana nya.


Pria itu memakai sendiri lalu menerjang she kembali.Menghentakan milik nya ke dalam milik She.Buliran bening jatuh dari pipi She,kehilangan milik nya yang selama ini ia jaga di renggut paksa oleh Allan,orang kepercayaan keluarga nya.


Beberapa jam berlalu She terbangun dan memunguti pakaian nya.


Dia berniat pergi dan kembali ke ibu kota seorang diri meninggalkan Allan di sana.


Hari-hari berikutnya She lebih sering menghindari Allan,memaksa kakak nya untuk kembali menghandle pekerjaan nya,dan dia pergi ke luar negri dengan alasan ingin mengembangkan keahliannya di bidang fashion lagi.


Beruntung setelah berbulan-bulan She tidak mengalami gejala kehamilan.


Dari sana juga She memutuskan komunikasi dengan siapapun kecuali Yugo,mamah Maria,Fandi dan Ara.


Flashback off


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2