Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Dijebak


__ADS_3

Seklebatan tentang wajah yang tidak asing.Beberapa saat lalu Ara bertemu pandang dengan wajah seseorang,dia nampak berfikir.Pernah bertemu akhir-akhir ini tapi di mana,dan siapa.


Waktu terus berjalan,beberapa permainan sudah di lewatkan di acara reuni itu.Kini mereka sedang ber ramah tamah sesama alumni,bisa dikatakan acara bebas.


"Haiii,kita bertemu lagi" Fandi mendekati Ara dan sengaja bersenggolan bahu.


"Kenapa dia ada disini" Batin Ara bertanya-tanya. "Apa iya satu sekolah dengan ku?aku rasa tidak pernah bertemu dengannya."


"Sekarang masih belum ingat aku siapa A-ra?" Fandi menjeda nama Ara,sengaja agar Ara tahu jika sekarang Fandi benar-benar mengenalnya.


"Fandi Brahmana,kau adik kelas ku dulu.Tak ingat kah kau sering menjadi pemimpin regu dan berhadapan dengan ku pada saat upacara?"


Ara memikirkan perkataan Fandi,dan sejurus kemudian dia mengingat nya.


"Oh Astaga,,maaf aku sungguh tidak ingat.Mungkin sudah terlalu banyak bertemu dengan orang yg berbeda,jadi aku lupa."


Acara inti beberapa menit lagi segera di mulai,yaitu berdansa.Mereka bebas memilih pasangan masing-masing jika tak membawa kekasih atau jomblo.


"Memang acara intinya apa?" Ara bermonolog sendiri.


"Berdansa..." jawab Fandi santai.


"Ahh,terlalu ke ABG an..aku tidak suka" Ara menggeleng dan akan pergi dari sana tapi pergelangan nya di cekal oleh Fandi.


Tetap disini,kita bisa melihat nya saja.Seseorang berjalan menawarkan segelas moktail. Fandi meraih dua gelas dari nampan "Kau minum Ara?..ini untuk mu."


Belum ada jawaban namun Fandi memberikan segelas minuman itu. Ara menerimanya,dia rasa tidak apa-apa walau hanya satu gelas.Ara pernah meminum sejenisnya tapi dahulu sudah lama.


Keduanya memang tidak bergabung di lantai dansa,hanya mengobrol dan sesekali Ara tersenyum teringat dulu.

__ADS_1


"Kak.. aku ke toilet dahulu,sepertinya aku ingin membasuh muka ku"


"Kau mengantuk Ra?Aku antar kau"


dan diangguki oleh Ara.


Kedua nya berjalan menuju toilet. "Brengsek Toni,dia memberikan sesuatu di minuman tadi,kepala ku sedikit pusing"


Di toilet Ara masih di dalam,membasuh muka,sesekali dia mengerjakan mata nya. Bukan ngantuk yang sedang menyerangnya, pandangannya kabur,apa yang dia lihat serasa berputar-putar


dan Brugk!!!..


Ara terjatuh di depan wastafel.Seseorang keluar dari salah satu bilik,dan menemukan Ara tergletak,dia segera mencari pertolongan.Tampak Fandi berdiri di depan pintu.


"Maaf bisa tolong aku? seseorang pingsan di dalam" Kata perempuan itu.


"Hah,teman ku juga di dalam.kalo begitu kita lihat". Fandi menerobos masuk,meski kepala nya sedikit sakit dia tetap bertahan,lain dengan Ara.


"Kalau kau mengenalnya,lebih baik bawa saja ke kamar ku.Kebetulan aku baru saja cek in tapi belum aku tempati sama sekali"


"Apa tidak apa-apa?"


"Cek,tidak apa-apa .Aku bisa memesan kamar yang lain.Mari ikuti aku"


Fandi menggendong Ara ala bridal style,tangan Ara d tuntut untuk mengalungi leher Fandi.Dia bisa merasakan hal yang aneh menyerang pada dirinya,ketika kulitnya bersentuhan.


"Sial,kenapa dia bisa sedekat ini" Mata nya melirik ke arah dada Ara yang sedikit menyembul karna tarikan dress dari bawah.Fandi cepat-cepat menoleh ke arah lain.


🍀

__ADS_1


🍀


🍀


Ceklek..


Setelah menancapkan kartu akses pintu terbuka lebar,Fandi segera membawa Ara masuk dan meletakan di atas kasur.


"Teri..." Sudah tidak ada,perempuan tadi menghilang.Fandi mengejar nya hingga pintu dia coba membukanya,terkunci.


"Aysss,,," Dia menarik rambutnya kasar dan memukul tembok."Jebakan ini jebakan,inikah rencana Toni dan Radit?.."


tring


tring


Ponsel Fandi berbunyi,nampak dua pesan di sana.


" *Selamat bersenang-senang"


"Sebentar lagi minuman yang kau minum bereaksi,buatlah dia seutuh nya milikmu,semangat brother 🤣🤣* "


Benar saja,ponsel diakhiri.Fandi memandangi Ara yang sedang terlelap tidur di ranjang.Sial nya lagi kamar itu VIP,mereka benar-benar merencanakan dengan baik.


Tubuhnya mulai gerah,sudah menghindar dan duduk di tepi ranjang yang bersebrangan demi menghindari Ara,tapi tetap saja gairah nya menggebu-gebu.


"Ara bangun Raaa,aku mohon.Dan pergilah dari sini cepat.Aku tidak tega melakukan ini padamu".


Tapi Ara tak kunjung terbangun,padahal sudah tiga puluh menit mereka bersama di dalam. Fandi memutuskan untuk meraih guling di sebelah Ara,namun dia malah melirik ke dua benda yang terlihat menyembul.

__ADS_1


Fandi yang iman nya setipis tisu,akhirnya mendekat ke sebelah Ara. "Maafkan aku Ra ini terlalu sakit jika aku tahan."


_Tbc_


__ADS_2