Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Bertemu


__ADS_3

Acara pengajian Yasin tahlil dan santunan anak yatim baru saja selesai,terlihat Ara yang sedang menyalami satu per satu dari mereka.Hari ini tepat tiga tahun alm Ayah nya menghembuskan nafas terakhir.Bapak Feryaldi,beliau cukup d kenal oleh masyarakat.Bijaksana,ramah,dan baik.Bukan hanya di lingkungan nya saja,bahkan di tempat nya bekerja pun beliau cukup di kenal.


Dilingkungan Pak Feryaldi bisa dikatakan sesepuh,beliau bekerja sebagai security sekolah dimana Ara menamatkan Sekolah Menengah Pertama nya.Perawakan nya tinggi tegap namun sangat santun,tak jauh dengan Ara meski dia perempuan prawakan nya pun bisa dibilang tinggi di banding perempuan pada umumnya.


"Alhamdulillah,selesai juga acaranya"


Di sana tinggal beberapa sanak saudara yang masih asik mengobrol dan ber sendau gurau.


"Balik Ibu kota lagi kapan Ra?"


"Jum'at mas"


"Jum'at besok?"


"Bukan.. Jum'at depan"


Prayoga Feryaldi,kakak tertua Ara.Sudah ber rumah tangga,memiliki dua orang anak gadis,kedua nya mengabdi di pondok pesantren ternama di daerah Jawa tengah.Mereka tinggal tidak cukup jauh dari kediaman utama.


"Mampir ke rumah mas Ra,kalau ada waktu"


"In syaa Allah mas,, tapi hari ini menginap kan mas?"


Yoga pun mengangguk "Mas pulang dua atau tiga harian lagi.Mba mu masih di tahan oleh yang lain tuhh"


Yoga menunjuk kerumunan para saudara yang sedang asik mengobrol.


"Rencana mau main atau kemana setelah ini Ra?"


"Aku ada acara bareng temen-temen sekolah mas,besok malam Minggu di kafe sunshine"


"Reuni?"


" Ya begitulah mas,reuni Akbar tiga angkatan"

__ADS_1


Ara tak kuasa,mata nya terus mengembun dan sudah beberapa kali dia menguap,seperti nya terkena ngantuk berat.


Beberapa orang sudah mulai beranjak dari duduk nya,Ara pun ikut meninggalkan ruangan itu,hanya tersisa para lelaki saja.


Sebenarnya belum terlalu malam untuk beranjak dari sana dan tidur,masih pukul 20.45 waktu setempat.Hanya saja pada saat pagi hingga sore mereka sudah menyiapkan segala sesuatu nya sendiri.Cape yang sedang mereka rasakan.


🍀


🍀


🍀


Terlihat beberapa orang baru saja datang.Setelah memberi salam Yoga mempersilahkan mereka masuk,ada beberapa paper bag memenuhi tangan mereka sebagai buah tangan.


Sepertinya terlambat,sangat terlambat tapi tidak apa,tidak masalah.


"Apa kabar mas?" sapa seseorang yang duduk di sebrang kursi Yoga.


Dia tertawa sumbang "Dari rumah mas,maaf baru ingat ada acara.Saya pulang kerja jam setengah sembilan.kebetulan ada yang mengabari jadi saya ingat"


"Siapa? Ara mengabari mu lewat chat?"


"Ara pulang mas?" Kebiasaan,bukan menjawab malah balik tanya.


Menyesal atau entah keceplosan Yoga memberitahukan kepulangan Ara,padahal dia tahu satu-satu nya orang yang Ara hindari adalah dia.


"Bagaimana kerjaan mu sekarang?"


Buru-buru Yoga mengalihkan perhatian orang di depannya itu.Yoga tidak mau menjadi biang kemarahan Ara jika tahu dia yang keceplosan .


"Mas,jawab pertanyaan ku dulu.Ara kembali?"


"Dia disini mas?"

__ADS_1


"Mana mas,?"


"Aku ingin bertemu dengan nya"


"Aku mohon mas!"


Pertanyaan dan permohonan terus dia ucapkan berkali-kali.Harapan dan mimpi nya ingin sekali bertemu kembali dengan Ara seperti nya akan segera terkabul.


Yoga menghembuskan nafasnya kasar,dia menatap nyalang pada seorang di depannya.


"Mas aku mohon!aku janji tidak akan menyakiti,menekan atau apapun itu.."


"Kalo tidak percaya,mas boleh di sini nanti ketika aku mengobrol dengan Ara."


"Hem.. bukan kami tidak membolehkan Ara bertemu dengan mu,tapi Ara sendiri yang tidak ingin bertemu dengan mu Reno."


Reno Prakasa,mantan suami Ara yang dahulu sempat di segani karna predikat bos mafia.Preman insaf,bisa disebut seperti itu.Karna sekarang dia hanyalah masyarakat pada umumnya.Sudah tidak memiliki kekuasaan.


Ara yang dahulu dikurung,ditekan,bahkan beberapa kali mengalami kekerasan saat menjadi istrinya.Trautama,mungkin akibat yang pernah dia dapatkan dari Reno.


Dua anak buah yang hingga saat ini masih melindungi dan mengikuti Reno kemana pun mengerti lirikan dari sudut mata nya.Keduanya bergegas pindah duduk dan menghimpit Yoga.


"Maaf mas,sekali ini saja" Reno menunduk kan wajahnya dan berlari kecil menaiki tangga menuju kamar Ara,dia tahu pasti Ara ada disana.


Tok..


Tokk...


Tokkk...


Tanpa bertanya Ara yang baru saja terlelap dalam tidurnya,mendengar ketukan pintu segera beranjak menuju pintu.


"Araa...."

__ADS_1


__ADS_2