
Tadi malam She membeli tiket dan langsung pergi ke Bali,mencari Allan adalah tujuan utama nya.Menentang hal yang tak dibolehkan jika akan menikah.
Maunya Maria,anak gadis nya di pingit.Tapi demi apapun She ingin pergi dan berjanji akan kembali sebelum akad.
Maria sudah sangat marah,bukan hanya Maria.Fandi yang tahu setelah She pergi pun dibuat murka akan adiknya yang pergi ke luar kota sendirian.
Membawa Riza dan Hafi ke kamar bersama Siti adalah hal yang paling tepat bagi Ara.Di lantai bawah sedang terjadi kegaduhan.Sudah lewat pukul sepuluh tapi She belum pulang dari semalam.
Berbagai upaya Fandi lakukan hingga menelfon Yugo.Mungkin saja dia tahu dimana adiknya berada.
Yugo belum bicara sama sekali tentang permintaan She yang ingin membatalkan pernikahan.
"Bagaiman Fan?"
Fandi menggeleng "Belum ada kabar She mah!"
"Minta tolong Opa Fan,telfon Om Petra"
"Om Petra bukan nya lagi cuti dan sedang di luar negri mah?"
"Please Fan,minta tolong Opa mu!"
Fandi berpikir sejenak lalu mencoba nya.Mendatangi Opa di paviliun belakang.Lelaki tua itu tidak pernah tahu ada kejadian apa saja jika asisten nya tidak di samping nya.
"Opaa.."
Mata nya masih sangat tajam jika untuk melihat.Bukan hanya mata,telinga dan otak masih sangat baik.Hanya Jantung nya saja yang sedang masa pemulihan.
Lelaki tua itu membuka kaca mata baca nya.
"Tumben kau kemari anak nakal!Ada perlu apa?"
Fandi yang mendengar nya pun menghela nafas.
"Yang disebut anak nakal sudah mau punya anak tiga Opa!"
Opa Brahmana pun tertawa terbahak mendengar nya.
"Opa,aku akan memberi tahukan sesuatu padamu tapi janji kau akan baik-baik saja setelah ini!?"
"Katakanlah Fan!"
__ADS_1
Fandi menarik nafas nya dalam-dalam.
"She pergi dari semalam hingga saat ini belum pulang, pernikahan nya hanya tinggal besok Opa.Aku sudah mengerahkan orang-orang ku tapi hasilnya nihil"
"Lalu?"
"Demi aku dan klan Brahmana, tolong bantu aku mencari nya Opa.Jika pernikahan ini gagal keluarga yang akan di pandang tidak baik Opa!"
Brahmana pun menyunggingkan senyumnya.
"Mana bisa klan Brahmana.Yang ada adikmu saja yang tidak baik bukan seluruh Brahmana!"
"Opa aku mohon Opa?" Fandi berjongkok di depan kursi kakek tua itu.
"Kau tidak curiga dengan seseorang disekitar mu?Hanya orang dalam saja yang mampu membuat bawahan mu berbicara nihil,coba pikirkan lah Fan!"
Fandi nampak kaget,hingga mulai berfikir.
"siapa? security,art, Ara tidak mungkin.Susan sekretaris ku.Atau Allan Opa?"
"Kau tidak tahu hubungan mereka? atau tutup mata? tidak menyadari dengan kenyataan?"
Fandi mematung seketika mendengar ucapan Opa nya.
🍀
🍀
🍀
Petra sudah mengetahui akan kegaduhan yang dibuat She.Belum sempat menjawab telfon dari Tuan nya dia sudah menelfon Allan dulu.
Jawaban Allan hanya "Aku tidak bersama She!"
Semakin bingung ketika orang terpercaya Petra mengatakan,memang benar mereka ada di Bali tapi tidak sedang bersama.
"Bawa ke dua nya ke Ibu kota,entah terpisah atau bersama! Aku juga akan kembali! Tunggu aku datang baru kalian boleh membawa nya ke hadapan Tuan besar!"
Rencana hanyalah rencana.Lagi-lagi takdir Tuhan mempertemukan Allan dan She dengan yang tak terduga.
She yang sedang menikmati senja di pinggir kafe,mata nya melihat sang Surya yang mulai terbenam dari tempat dia duduk.
__ADS_1
Tiba-tiba keributan terjadi tak jauh dari nya. Seorang perempuan yang hampir saja di lecehkan oleh pengunjung berteriak melawan,bukan nya di bela dan dilindungi.Mereka yang di sana hanya menyaksikan saja,hingga terpaksa She mendekat.
"Heii Bung, Bukan seperti itu jika dengan perempuan!"
Dua lelaki hidung belang itu tersenyum melihat She,parasnya yang cantik dan body yang mendukung.Membuat keduanya mengangkat alisnya.
"Oh,kebetulan ada pahlawan disini ternyata.Kau juga boleh,jadi kita tak perlu berbagi ya kan bro?" Lelaki itu menyenggol temannya.
She yang tau maksut mereka tersenyum miring.
"Kalian pikir siapa yang mau dengan laki-laki seperti mu?!"
Wanita yang dilindungi She dari tadi dibelakang punggungnya dan memegang erat tangan She.
"Laki-laki itu melindungi bukan melecehkan,bertanggung jawab bukan jadi pecundang! Siapapun di belakang ku,aku akan tetap membela nya dari tangan-tangan kotor seperti kalian!!"
"Kak sudah kak, seperti mereka disini banyak.Mungkin salah ku saja yang memakai seperti ini dan sendirian makanya mereka mengganggu ku!" wanita itu berbisik di telinga She.
"Tenang saja,nanti aku patah kan tangan nya!"
"Kalian sedang berunding untuk ikut dengan ku kan manis?" tangan nya ingin mentoel,tapi She menyingkirkan dengan kasar hingga lelaki itu tersungkur hingga membuat kursi di sana remuk.
"Ternyata kau berani juga!" Tangan nya hendak menyentuh rambut She,tapi belum sampai di sana sudah di cekal dan di hempas kan lagi oleh seseorang.
"Pergi!! jangan buat masalah di kafe ku,jika kau masih ingin punya tangan dan lidah mu masih ingin merasakan makanan esok hari!!"
Mereka tahu sedang berhadapan dengan siapa,hingga melangkah pergi dan memberi kode pada temannya juga untuk keluar dari sana.
She tercengang melihat seseorang yang menyelamatkan nya dari dua orang preman.
Tangan nya langsung memeluk pinggang pria itu.
Berkaca mata hitam,tatanan rambutnya sudah berganti.Masih menggunakan kaos yang biasa dia gunakan dan celana joger.
"Aku mencari mu kemana-mana!"
.
.
.
__ADS_1
to be continue