Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Sahabat baru


__ADS_3

Kejadian pagi tadi membuat Reno tak berani mengunjungi Ara hari ini.Robekan di telapak tangan nya menimbulkan luka yang lebar dan dalam.Dijahit di tiga titik dan yang paling lebar enam senti,tangisan Ara terdengar saat Reno melihat di ambang pintu,tangisan antara sakit dan pilu.


Hingga sore Ara masih merasakan perihnya.Selalu menatap tajam jika Reno ingin mendekat,bahkan tubuhnya gemetar.


Fisik yang tertekan bisa menimbulkan resiko untuk ibu hamil,itulah yang Reno tau.Dia tidak mau jika beresiko pada kehamilan Ara,dan menimbulkan benci yang semakin dalam pada dirinya.


Hanya melihat nya di pintu, Ara yang sedang di sisir rambutnya oleh Ita,melihat Reno di pantulan cermin nya.Tatapan permusuhan,Ara bahkan meminta Ita untuk tidur dengan nya setiap malam.Terpaksa Reno menyetujui dari pada Ara ngamuk.


"Kenapa kau tidak mengunci pintu, Itaa?" Ara masih duduk di depan cermin,karna Ita belum selesai mengepangnya.


"Sudah saya kunci Nona,Tuan Reno juga memiliki kunci.Jadi dia bisa membuka nya dari luar".


Ara menarik nafas nya pelan,dan menghembuskan lagi.Entah takdir apa yang sedang dia jalani.Dosa mana yang harus dia tebus,hingga hidupnya seperti ini.


Menjadi tawanan mantan suami,padahal semasa menjadi istri Reno,dia baik kepada keluarga.Bahkan ayah Reno pun Ara sangat menyayangi di bandingkan dua adik perempuan Reno.


Ara yang selalu peduli, Ara yang selalu menurut bagaimana pun keadaannya.Tapi takdir tak harus indah-indah saja,ada kalanya merasakan pahit dan pilu,marah dan kecewa.Ara sangat mengerti itu.


Pintu di tutup,Reno pergi dari sana kembali ke kamarnya.


"Nona,jika suatu hari nanti bisa selamat dari istana yang mengurung mu ini.Apa yang nona akan lakukan?"


"Maaf pertanyaan ku lancang" Ita menunduk malu.ara pun tersenyum.


"aku akan menyelamatkan mu juga Ita, bekerja dengan ku,dan jadilah sahabat baru ku"


Ita tercengang mendengarnya,sedangkan Ara tertawa melihat raut wajah Ita di pantulan cermin.


"aku serius Ita"


"Jangan seperti itu Nona,nanti saya terlalu berharap.Jika nona lupa bagaimana?"

__ADS_1


"Aku punya banyak teman,tapi ketika aku sedang di posisi sekarang hanya kamu yang selalu ada untukku,kamu juga tidak berfikir untuk menyakiti ku Ita, padahal yang membayar mu bukan aku,tapi Reno"


Hah,baik sekali nona muda brahmana ini.Masa lalu apa yang membuat nya berada di sini.


Batin Ita bergumam penasaran.


Malam itu mereka habiskan untuk mengobrol,berbagi pengalaman hidup.Dari obrolan itulah,Ita tahu jika Ara adalah mantan istri Reno,Reno masih berharap Ita kembali.


Ita juga tahu betapa kerasnya hidup Ara.Akhirnya obrolan mereka terhenti manakala Ara menguap berkali-kali.Ara mengantuk setelah makan dan minum obat.


🍀


🍀


🍀


Reno berada di ruang kerja nya, lusa dia berencana membawa Ara pergi sejauh mungkin dari pulau menggunakan helikopter pribadi.


Suara pintu terbuka,terlihat seorang pria tua masuk ke dalam ruang kerja Reno.


"Pah,belum tidur?" mata Reno melirik ke sosok itu yang ternyata adalah papah nya.


"Ren,lepaskan lah Ara!kembalikan lah dia kepada nya Ren.Kau dalam masalah besar jika tetap seperti ini."


Bukan hanya Papah nya,kedua adiknya juga tinggal di sana,hanya saja mereka tidak tahu,lantai paling atas dihuni untuk penyekapan Ara.


"Jika hanya ingin berbicara itu,kembalilah ke kamar Papah,aku tidak akan pernah melepaskan Ara!" Reno bukan hanya mengabaikan perkataan papah nya,dia bahkan cuek akan kehadiran beliau.


"Ingat Ren!!!kau sangat tahu siapa suami Ara sekarang ini.Papah tidak akan mau tahu jika terjadi sesuatu dengan mu!"


Lelaki tua itu pun pergi dari ruang kerja Reno.

__ADS_1


Reno hanya memutar mata nya malas.


tok..


tok..


tok..


Suara pintu di ketok.


"Iya..masuk!"


Seseorang menyembulkan kepalanya dari sana,yang tak lain adalah Jelita.


"Maaf Tuan,nona Ara sudah tertidur.Apa saya akan tetap tidur dengan nya?"


Reno beranjak dari kursinya,mendekati Jelita.


"Temani lah dia untuk sementara waktu,buatlah dia nyaman tinggal disini"


"Baik Tuan,saya undur diri!" Reno mengangguk.


Jelita pergi,Reno mendekati jendela ruangan itu.Matanya menatap jauh pemandangan di luar sana.


.


.


.


to be continue_

__ADS_1


__ADS_2