Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Murung


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Allan,She di buat bingung akan permintaan pria itu.Tidak di pungkiri rasa yang masih sama dengan beberapa saat lalu,debaran jantung nya masih sama jika berdekatan dengan nya.


Hanya permintaan bersama untuk dua hari saja tapi rasa nya seperti melakukan dosa yang tak pernah termaafkan.Sudah menjadi tunangan pria lain dan akan segera menikah tapi masih menemui pria yang dulu dia cintai.


Tapi jika tidak dilakukan She merasa mengingkari janji nya untuk mengabulkan permintaan Allan.


Egois mungkin,hanya dua hari tidak sebanding dengan Yugo yang akan memiliki selamanya.


She terus menatap keluar melalui jendela kamarnya.Berdiri dan memikirkan permintaan Allan,sudah melewati tiga puluh menit,dan sudah melewati makan malam.


Bahkan ketukan pintu dari Maria saja dia tidak mendengar nya.


"Mah,biar aku saja yang memanggil" Ara akhirnya mengalah,meski sudah mulai susah untuk berdiri,wanita itu berusaha pelan dan memegang melindungi perutnya.


.


.


"Shee...sheee!!! Kau tidur?! Shee!!!"


Ketukan yang cukup keras.She tersadar saat Ara mencoba membuka handle pintu tapi tak bisa.


Ceklek! Pintu terbuka.


"Iya kak?" She merasa aneh dengan kedatangan Ara, yang terus mengetuk pintu kamar.


"Mamah sudah mengetuk pintu,dan aku yang kedua kalinya.Kau tak mendengar?"


Alis Ara terangkat.Wajahnya penuh tanya.She pun menggeleng.

__ADS_1


"Aku hanya mendengar kakak barusan" jawabnya datar.


Ara melihat ada sesuatu hal yang She sedang pikirkan,terlihat beban yang sangat berat.


"Ada yang kau pikirkan She?"


Ara berusaha bertanya dan mencari tahu,barangkali adik ipar nya bisa bercerita kepadanya.


She menggeleng "Tidak ada kak!"


"Oh,kalau begitu turun lah.Yang lain sudah hampir selesai makan malam"


She menggeleng kan kepalanya lagi "Tidak Kak.Kalian saja dulu.Aku bisa nanti.Belum lapar"


Tampak jelas sekali jika She menyimpan sesuatu di pikiran nya.Ara bisa merasakan itu,tapi apa boleh buat,adiknya sama sekali tidak mau bercerita sedikit pun kepada Ara.


"Kalau begitu kakak tinggal, nanti jangan lupa makan!Jangan sampai tidak,kau harus jaga kesehatan.Waktu nya tidak lama lagi.Kau tahu kan maksud kakak?" Ara tersenyum.


.


.


Melihat Ara datang,mamah Maria pun memandang aneh.Wanita setengah baya itu pikir Ara lama karena membangunkan She,dan akan ke meja makan dengan She,nyata nya Ara sendirian.


"She mana sayang?" Fandi menanyakan.


Ara menggeleng "Katanya belum lapar,nanti dia akan makan sendiri"


"Kenapa anak itu?" Fandi bergumam lirih.

__ADS_1


Maria yang tahu itu terdiam,ada yang aneh dengan anak perempuan nya.Sudah mendekati hari pernikahan nya tapi wajah nya murung dua hari ini.


Apa di ada masalah dengan Yugo?apa mereka bertengkar?kenapa ya?


Banyak pertanyaan di benak mamah Maria,bukan dia saja.Ara bahkan merasakan ada suatu hal yang terjadi dengan adik iparnya.


Setelah dia meminjam mobil nya,dan pulang.Semenjak itu wajah She penuh dengan tanya bagi Ara.


Ingin bertanya pada Jelita,tapi apa mungkin Jelita tahu,dia kenapa?


🍀


🍀


🍀


Hingga malam,She memutuskan untuk menerima permintaan terakhir Allan sebelum dirinya di persunting Yugo.


📱 She : "Aku menerima permintaan mu"


Lelaki di sebrang sana tersenyum saat membuka isi pesan itu.Dia tahu perempuan yang sedang mengirim dia pesan tidak sepenuhnya menghapus cinta untuk dirinya.


Aku tahu,masih ada rasa untuk ku.walau hanya sedikit.Maaf kan aku,maafkan aku Fandi,Maafkan aku Yugo.Maaf juga Opa Brahmana.Aku akan segera menyelesaikan semua ini.Demi kebahagiaan kalian.Kebahagian mu She.


Allan membalas pesan dari She.Setelah itu dia membuka aplikasi biro perjalanan.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2