
Fandi begitu di buat panik ketika Ara telfon,menangis dan nada nya tidak jelas.Membatalkan semua jadwal hari ini.Dan lagi-lagi Susan lah yang harus bekerja keras.
Jam makan siang baru usai,dan Fandi tidak kembali lagi.Pria itu bingung dengan kekacauan yang di buat adiknya.
Alih-alih masalah Allan resign yang masih tanda tanya,ini ada lagi adik satu-satunya dan yang paling dia lindungi tiba-tiba di kabarkan menghilang.
Mereka belum juga sadar menghilangnya She dan pengunduran diri Allan ada sangkut pautnya,hingga akhirnya Maria jatuh pingsan saat tahu She tidak membawa apapun kecuali tanda pengenal.Lemari nya masih rapih.
Fandi yang duduk di ranjang terus memandangi surat yang she tinggalkan.
"Apa sebenarnya tujuan She?Kenapa serumit ini.Hari ini kepala ku di buat pusing oleh dua orang"
Ara yang mendengar,mendekat ke suami nya.
"Dua?siapa mas?"
"Allan mengundurkan diri,Surat resign nya hanya dia tinggalkan di meja ku,semua cctv dia hapus pada saat itu.Kau tahu kan siapa Allan?"
Baru saja terdiam, Ara sudah mengerti kemana She menghilang dan Allan resign.Mata Ara membulat dan terus mengerjap,mulutnya menganga.Kaget benar-benar kaget dengan kejadian hari ini.
"Allan resign?Mana mungkin mas?"
"Tapi itu benar sayang!"
jangan-jangan!
"Jangan-jangan apa?!" Fandi yang mendengar gumaman Ara langsung mendesak nya untuk bicara.
"ssstt! mamah sadar mas!"
Ara melirik mertua nya yang sudah tersadar, beberapa detik kemudian Maria menangis.Anak gadis nya tidak pernah seperti ini sebelumnya.
"Mah,sudah jangan dipikirkan.She pasti baik-baik saja,anggap saja dia ada urusan di kota lain mah.She sudah tua mah,bukan anak kecil lagi.Umurnya hampir dua puluh sembilan.Dulu Ara juga umur segitu di culik seminggu lebih,dia tidak apa-apa!.Iya kan sayang?"
__ADS_1
Bukan nya menjawab, Ara menghadiahkan satu cubitan yang cukup keras di lengan suaminya.
"Aww!! sakit sayang!"
"Gk lucu mas.Mamah lagi panik!"
"Coba di baca saja,di surat juga dia bilang, jangan di cari pasti kembali .Sudah jelaskan She pasti kembali,She pulang mah,dia hanya meminta ijin dua hari"
Di pikir ucapan Fandi ada benar nya,tapi menurut Maria tetaplah salah.
"Bukan itu yang mamah khawatirkan!"
"Yugo?Bilang saja jika She sedang di Jawa minta restu keluarga di sana"
"Bukan itu Fan!!!"
"Lalu apa?"
"Mamah takut dia tidak kembali Fan"
"Aku percaya She pulang mah,aku percaya dengan adik ku,aku tau dia mah.Dia pasti pulang,kita berdoa saja"
Pelukan Fandi ternyata menyalurkan energi positif pada Maria,wanita yang mulai menumbuh uban itu akhirnya tenang.Namun masih ingin terus di kamar anak gadisnya.
🍀
🍀
🍀
Di kota lain, dua manusia yang ya bisa di sebut sedang jatuh cinta "kembali".She benar-benar menikmati setiap momen bersama Allan.
Tinggal di satu villa ,hanya saja kamar yang berbeda.Setelah istirahat sebentar keduanya menikmati makan siang dengan pemandangan laut dan pantai yang sangat indah.
__ADS_1
Berjemur di tepian nya,berbaring saling bersisian.She tidak memakai bikini seperti orang pada umum nya,dia hanya memakai kaos oblong dan hot pants,rambutnya selalu tergerai indah berwarna hitam legam.
"She..."
"Hemmm" dengan mata terpejam,tangan nya menjadi alas kepala untuk rebahan.
"Aku tidak akan menanyakan padamu 'Kau bahagia tidak saat ini?' tapi aku akan menanyakan 'Bagaimana perasaan mu saat ini dengan ku?'"
She membuka mata dan menoleh "aku senang,sementara hanya itu yang bisa aku ungkapkan.Pokoknya aku senang,ruang gerak ku tidak sempit"
Kemudian She bangkit dan berdiri " AKUUUU BEBAAASSSS!" gadis itu tiba-tiba menyerukan suaranya lantang ke arah laut.
Allan yang melihat itu terkekeh, menghampiri dan melingkarkan tangan nya di perut She.Tubuh She melayang berputar.
"Lepas Lan,aku pusing!" Awal nya tertawa terbahak, lama-lama pandangan nya buram.
Tanpa merasa bersalah,tidak ingat apapun masalah nya,tidak ingat rencana nya,mereka berdua saling menikmati liburan nya.
Berlarian,bermain air di tepi pantai hingga senja tiba.Merebahkan tubuhnya di pasir.Sudah tidak peduli bajunya kotor oleh pasir.
Allan menggenggam tangan She,lalu di angkat dan mencium punggung tangan yang halus dan putih itu.She yang merasa di kasihi dengan tulus mendekat dan meletakkan dagunya di pundak Allan.
Mereka memejamkan mata bersama seiring dengan matahari yang kembali ke peraduannya.
Aku mencintaimu She
Aku mencintaimu Allan,coba saja dari dulu seperti ini.
Ucapan itu hanya dapat di utarakan dalam hati saja oleh keduanya.
.
.
__ADS_1
.
to be continue