Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Daffin Nanda Brahmana (bonus chapter 2)


__ADS_3

"Hallo Hafi,boleh mamah minta tolong?"


"Apa mah,katakan saja!"


"Jemput adikmu di sekolah,mamah belum selesai menemani papah meeting.Tolong ya nak?"


"Iyaa,siapp mah!"


Berkali-kali Hafi sering dimintai tolong oleh mamah nya.Hanya Hafi yang bisa di andalkan jika tentang adik-adiknya.Dia tidak pernah malu jika hanya bergabung dengan para ibu-ibu atau wanita yang seumuran nya.


Pernah satu ketika ada seorang perempuan yang mengira Hafi adalah papah dari Daffin,Bocah kecil yang masih duduk di kelas dua Sekolah Dasar.


Bergandengan dan sering kali Daffin meminta gendong di pundak kakak nya.Menjadi adik kecil yang sangat di sayangi oleh ketiga kakak kandung dan dua kakak sepupu menjadikan Daffin anak yang berhati lembut dan penyayang.


Bocah kecil itu sangat manis,dan lucu.Perawakan nya bukan seperti anak kelas dua Sekolah Dasar,terlahir prematur dan sangat di manja oleh orang tua dan kakak nya.Terlebih lagi Daffin adalah satu-satunya cucu yang di beri nama Oleh Oppa Brahmana sebelum dia wafat. Daffin Nanda Brahmana.


Daffin juga alasan kenapa Inggira tidak melanjutkan kuliah nya di luar negri seperti kedua kakak nya.


"Aku ingin merawat dan melihat tumbuh kembang adikku Mah"


Begitulah alasan Inggira empat tahun lalu.


"Kamu ingin membeli apa Fin?"


Anak kecil itu menoleh kepada kakak nya.Tangan nya masih asik bermain rubrik.Kecerdasan nya persis seperti Riza,meski sedang fokus nya teralih kan,tapi tangan nya tetap bergerak.


"Terserah kak Hafi saja,aku suka semua nya!" Matanya kembali ke mainan nya.


Hafi yang sedang menyetir pun bibir nya memulas senyuman juga melihat adik kecil nya.


Siapa sangka aku yang berumur dua puluh enam tahun memiliki adik sekecil kamu.


Awal nya menolak memiliki adik,tapi dengan segala bujuk rayu dan pengertian dari Ara dan Fandi anak-anak menerima,Bahkan sangat perhatian kepada adik nya.


.


.


Mobil berhenti di sebuah outlet ternama gerai makanan siap saji yang hampir tersebar di berbagai kota.


"Ayam goreng lagi kak?"


"Di rumah bibik masak,tenang saja Fin kita tidak akan makan disini,kita take away aja ya?"


Daffin akhirnya mengangguk jalan mengekor Hafi yang sudah lebih dulu masuk.


"Kakak tidak ke kantor lagi?"

__ADS_1


"Di kantor sudah ada kak Riza,Mamah,dan Papah.Tadi mamah menelfon ku untuk menjemput mu"


Daffin hanya menjawab Oh saja.


"Kamu tunggu di kursi sini jangan ke manapun dan jangan melakukan apapun.Kakak akan memesan dulu"


"Aku susu coklat biasa kak,untuk menemani saat menunggu pesanan siap"


Hafi mengacungkan jempol nya.


"Siap Bocil,Bos kecil" Hafi mengusak puncak kepala rambut Daffin.


.


.


Brugk!!!


Aawww!!!


"Sshhh aduh,maaf aku tidak sengaja..Maaf Tuan aku sangat terburu-buru"


Seorang gadis tidak sengaja menabrak Hafi dan menumpahkan es Lemon tea di lengan kemeja putih nya.Gadis itu berusaha mengeringkan lengan Hafi yang basah.


Hafi yang tahu itu hanya diam saja.Matanya menangkap lutut gadis itu yang terkena sudut meja.


Melihat lututnya sendiri gadis itu segera mengambil tissue yang ada di dekat nya untuk menutupi luka dan segera melangkah pergi dari hadapan Hafi tanpa menoleh sedikit pun.


Hafi melanjutkan langkahnya untuk memesan beberapa menu yang tersedia di sana.


.


.


Pandangan Daffin Teralihkan ketika melihat seorang perempuan yang merasa terganggu di dalam mobil.


Perempuan yang terus menghindar ketika di sentuh oleh seseorang lelaki di dalam sana.Hingga wajah perempuan itu terus menunduk.


Tanpa sengaja Daffin terus melihat plat mobil itu,dan bergumam sendiri.


"Ini pesanan mu Fin"


Hafi meletakkan satu cup susu coklat kesukaan adik nya.Dan dia sendiri duduk dengan menggenggam Lemon tea yang sedang dinikmatinya.


"Kenapa lengan baju kakak basah?kakak dari toilet?"


Hafi menoleh dan melihat lengan nya sendiri.

__ADS_1


"Tidak,itu tadi seorang perempuan tidak sengaja menabrak kakak dan menumpahkan minuman nya"


"Minuman Lemon tea kak?"


"Mungkin!"


Daffin melihat kaca ke arah luar lagi,mereka berdua hening sejenak dengan pikiran nya masing-masing.


Tak lama pesanan Hafi siap.Mereka pun segera mengambil dan pergi dari sana melanjutkan lagi perjalanan nya untuk pulang.


🍀


🍀


🍀


"Assalamualaikum... Daffin pulang"


Kebiasaan nya memang jika pulang dari manapun pasti Daffin Akan mengucapkan salam dan melaporkan dirinya pulang.


Inggira yang hari ini hanya kuliah pagi dan pulang cepat, tersenyum mendengar suara adiknya.Tubuhnya beranjak dari sofa dan berbalik melangkah mendekati suara itu.


"Walaikumsalam Bos kecil ku" Pelukan dan ciuman gemas di pipi Daffin.


"Kak aku sudah besar,jangan di ciumin seperti itu" Daffin mengusap kasar pipi nya,tapi Inggira mengulangi mencium nya di seluruh wajah anak kecil itu.


Dekapan Inggira sangat kuat hingga Daffin meronta.


"Kak Hafi tolong aku,Kak Inggi seperti monster.Kak Hafiii tol.."


Akhirnya Inggira melepaskan dekapan nya.Dari pada kena tabok oleh kakak nya mending Daffin di lepas saja pikir nya.


"Nggi,awas yaa.. Tubuh Daffin kecil,kasian dia!Makanya cari pacar biar gemesh sama pacarnya"


Hafi menggandeng Daffin melewati Inggira yang cengengesan di sana.


"Kakak aja yang cari pacar,umur sudah tua mau tiga puluh.Pacaran gak pernah!Nikah buruan kak,kasih mamah papah cucu!!!"


Hafi pun menoleh kebelakang "Inggi!!!! ngomong sekali lagi awas ya?!!!"


Inggi yang tahu kakak nya berbalik badan langsung lari keluar rumah menghindar jika Hafi mengejar nya.


.


.


.

__ADS_1


🤗


__ADS_2