
Menjalankan rutinitas biasa,Fandi sudah rapih dengan stelan kemeja abu.Istrinya masih tertidur dengan pulas.Dijadikan ratu oleh Fandi,sama sekali dia tidak bermimpi itu.
Sudah beberapa hari ini stelah Fandi pergi ke kantor akan ada orang mengurus apartemen, membersihkan seluruh ruangan,laundry,hingga membantu Ara memasak.Untuk urusan makanan, Ara yang memasak.Art nya hanya menyiapkan saja.
Bukan apa-apa, lidah Ara yang memang sulit untuk makan masakan orang lain dari dulu.
Di bekali ilmu memasak,membuat diri nya susah untuk makan di luar,kecuali jika memang sangat menginginkan.
"Sayang,aku akan berangkat.Bangun!" Fandi berbisik dan menciumi pipi istrinya.Tangan nya mengusak rambut indah Ara.
"Saayaaaaang,bangun!" Fandi mengulanginya lagi.
"hemm,," Ara mengedipkan mata,memindai cahaya lampu.Dia merenggangkan tubuhnya.
"Mandi yank!!,aku mau berangkat.Temani aku sarapan dulu di bawah"
Tanpa menjawab,Ara turun dari ranjang masuk ke dalam kamar mandi.Melakukan rutinitas mandi.Tangan nya meraba gantungan,tapi tak ada handuk di sana.
"Sayang,tolong handukku!"
Fandi mengetok pintu "Keluar yank,aku yang akan menghandukki!"
Setelah Fandi mengeringkan rambut Ara,dia berjongkok mensejajar kan wajahnya dengan perut Ara.
Kini Ara sudah siap dengan daster rumahan,berlengan pendek,yang sisi kanan dan kirinya terdapat pita kecil.Lemarinya sudah di penuhi dengan daster kekinian.Itu semua Ara dapatkan dari mamah mertua yang rajin mengirimi nya paket.
Disentuhnya perut yang sudah mulai terlihat meski sedikit.
Di usap-usap perut Ara,tak lupa juga dia mencium nya.
"Anaknya papah,jangan nakal ya!jangan buat mamah mu mual trus,sayang mamah kan?sama papah juga sayang mamah." Ara tergelak dengan obrolan Fandi yang tak terjawab itu.
"Papah bentar lagi kerja dulu,biar bisa beli mainan buat kalian besok"
Ara menjewer daun telinga Fandi,dia gemas sendiri mendengar nya.
"Apasih yank?"
"Kamu lucu,ngobrol sendirian."
Sarapan sepotong roti tawar selai kacang,dan satu gelas susu milik Fandi.Semangkok mix buah dan satu gelas susu ibu hamil untuk Ara.Lidah nya belum bisa makan nasi yang berakhir di wastafel,maka Fandi tiap pagi rela membuat kan mix buah.
Fandi berangkat,Ara yang sejak saat itu di larang mengantar,hingga pintu pun tidak boleh.Biarkan Fandi yang membuka dan menutup pintu sendiri.
Cctv sudah terpasang,Allan lah yang mengarahkan tata letak cctv.
__ADS_1
🍀
🍀
🍀
Pagi-pagi sudah di hebohkan Opa Brahma yang berkunjung sangat pagi.Bahkan Allan pun tidak di kabari oleh papah nya yang notabene nya adalah assisten Opa.
"Lan,kenapa papa mu tidak menelfon dulu sih?" Fandi berdecak kesal sambil mengancing jas nya.
"Kalau menelfon aku sudah pasti mengabari mu!"
Sama terkejutnya dengan kunjungan itu,Allan pun di buat ketar ketir.Padahal keduanya baru saja akan meninjau proyek di luar daerah.Mobil pun terpaksa putar balik.
Langkah ke dua nya sedikit berlari menuju ruang meeting.
Fandi menatap seorang yang sudah ada di depan pintu,tatapan mereka bertemu,tapi kemudian ia membungkukkan badan nya.
"Kanapa Om Pet tidak menghubungi Allan dulu?!"
"Maaf tuan,Opa meminta jangan mengabari siapa pun"
"Aysh!!!..."
Fandi berlalu,di ikuti oleh Allan.Allan berhenti sejenak menyalimi papa nya dan berpelukan saling menguatkan.Kuat jadi assiten orang-orang yang agak lain emang.
Sepintas ungkapan keinginan opa kembali lagi ingatan Fandi,dia pikir niat itu sudah lenyap seiring waktu,nyatanya opa akan membahas nya lagi,dan tentu saja Melda pasti dalang di belakang ini.
"Hai cucuku,sini duduk di sebelah opa."
Fandi menjatuhkan tubuhnya di kursi sebalah opa,bersebrangan dengan Om Gabriel dan Melda.
"Kau pasti tau kan tujuan Opa datang kemari?" matanya mlirik ke Melda,Melda pun tersenyum disana.
ke PD an sekali anak baru kemaren sore!
Persetan dengan tunangan,tunangan apa ini.Semata hanya untuk memperkokoh bisnis dan sahabat,omong kosong dengan bisnis!
Raut wajah Fandi sudah berubah sejak memasuki ruangan,di tambah lagi tebakan nya benar.
"Bertunangan lah dengan Melda,kau satu-satunya cucu opa yang meneruskan perusahaan ini.Akan semakin besar jika kau bertunangan dengan dia nak"
Allan yang di sana pun,membulatkan mata nya.Menunggu jawaban dari Fandi.Cinta atau harta nya yang akan dia genggam.
"Maaf Opa,mungkin ini akan membuat kaget Opa dan yang lainnya..." Fandi memberi jeda kalimatnya.
__ADS_1
"Tapi aku menghamili anak orang,dan sekarang aku sudah berstatus menikah.Itu terjadi lebih dari dua bulan yang lalu"
"Kau bercanda pasti nak?!" Walaupun terkejut opa Brahma masih tetap menguasai situasi.
"Kak Fandi bohong opa!" Melda ikut menimpali.
"Tidak,aku tidak berbohong.Aku sudah menikah di Jawa,ada saksi mamah dan adikku She.Pernikahan kita sah"
Opa masih bersikap setenang mungkin.
"Petraa!!! masuk dan bawa berkas yang tadi aku bilang"
Allan dan Fandi saling menatap,secepat itukah opa melempar bos nya itu menjadi gembel.batin Allan mungkin begitu.
"Ini yang kau maksud?" beberapa foto kebersamaan Fandi dan Ara.Bahkan ada foto apartemen yang Fandi tinggali saat ini terpampang di sana.
"Fahira Feryaldi,istrimu yang kau nikaih adalah karyawan biasa di perusahaan ini?"
"Ceraikan dia,tidak ada perempuan yang meninggalkan suaminya saat suaminya tak sadarkan diri"
" maksut opa apa?"
"Reno di ceraikan oleh nya pada saat dirinya koma,berkas nya yang tidak bisa di tolak karna permohonan orang dalam, keluarga nya menghalalkan segala cara untuk bisa menceraikan Reno.Dia buka wanita baik-baik Fan"
"Opa tidak tahu Ara,rumah tangga yang sesungguhnya justru di rusak oleh Reno bukan Ara!"
"Opa tahu semuanya!"
"dari siapa opa tahu?!"
"Dari mantan suaminya,opa tahu semua nya"
"Opa salah!! Aku tidak mau dan tidak akan menceraikan Ara,dan satu lagi" Matanya menatap Melda dan Gabriel bergantian.
"Maaf om aku tidak bisa, bertunangan dengan anak kesayangan anda ini,aku mencintai istriku.Dan calon anak-anak ku.permisi!!!" Fandi membungkuk dan akan melangkah pergi dari sana.
"Pikirkan sekali lagi Fan!!!" opa Brahma bersuara.
Fandi berbalik "Gunakan uang opa untuk mencari informasi yang benar,jangan untuk membayar mulut buaya sialan itu.Aku tidak akan pernah memikirkan ulang lagi!!!"
"Ayo Lan,kita buang waktu saja disini!"
Allan membungkuk hormat kepada tuan besarnya dan berbalik mengikuti langkah Fandi.
.
__ADS_1
.
._to be continue..