Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Melahirkan dini ( Bonchap 1)


__ADS_3

Kandungan Ara sudah akan memasuki usia dua puluh sembilan Minggu,USG pun sudah dilakukan. Dan hasilnya laki-laki,baby boy. Selain senang mempunyai adik,Inggira juga meras dia benar-benar cucu perempuan pertama di Brahmana setelah anak dari Oma Sinta.


Masih merasa kesayangan,Bahkan Enzo yang tergolong masih sangat kecil sangat menyayangi Inggira melebihi sayang nya kepada Yilmaz.


Sering menyebut Inggira adalah princess dan Enzo adalan prince,namun tak membuat Inggira risih dengan sebutan itu.


Kepergian Riza dan Hafi keluar negri untuk melanjutkan kuliahnya membuat Ara sering kesepian di rumah,Hanya kedua nya yang selalu mengganggu dan memperlakukan Ara seperti teman sekaligus sahabat nya.


Bercerita banyak hal,dan pengalaman menarik.Itu pun jika sang Papah tidak di rumah,lain cerita nya jika di rumah.Mereka pasti tidak akan pernah boleh berlama-lama dengan istrinya,apalagi untuk memeluk dan mencium mamah nya.


Pagi ini suasana sangat hening,Inggira dan Yilmaz sedang study tour,Enzo ada perlombaan berenang tingkat kota dan sudah berangkat pagi-pagi sekali dengan Mommy nya She.


Suami nya sedang lari pagi,hanya menyisakan Maria dengan hobi baru nya,membuat tas dengan benang wool.


Dan Allan yang sedang bekerja di gazebo belakang.


Tiba-tiba Ara membawa cemilan dan mendekati pria itu.


"Lembur Lan?"


"Eh Ra.. tidak!! ini hanya laporan saja,Bang Fandi minta nanti segera di serahkan!"


Ara bersandar di tembok yang menjulang tinggi,tangan nya sudah memegang biskuit coklat kesukaan nya.


"Kenapa tidak di kantor saja?" mulutnya penuh dengan makanan.


Allan menghembuskan nafas pelan dan membenarkan kaca mata nya.


"Bang Fandi sangat profesional,jika dikantor dia tidak menganggap ku adik.Semua bawahannya di anggap karyawan.Tidak menganggap kerabat,adik,paman.Kecuali kakek dan kau waktu itu_"


"Oiya,kenapa kau kemari Ra? Bang Fandi belum pulang?"


Ara menggeleng "Aku bosan,di dalam hanya ada art yang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.Mamah yang sedang asik dengan hobinya.Entah lah" Ara mengedikan bahu nya.


Merasa ada yang sedikit berbeda, Allan memiringkan wajah Ara.


"Kau sakit Ra?"


Wajah yang sedikit pucat,Allan dapat melihatnya.


"Aku sebenarnya dari semalam merasakan rasa yang tidak enak, seperti gejala awal melahirkan.Tapi sementara kandungan ku baru dua puluh delapan Minggu tiga hari"


"Mungkin kau terlalu lelah Ra,dengan umur mu dan kehamilan mu yang ke tiga ini seharusnya jangan banyak gerak dan melakukan banyak hal"

__ADS_1


"Mungkin saja!"


Allan terkekeh "Tapi siapa sangka yang mengira kau hampir menginjak lima puluh tahun beberapa tahun lagi.Anak mu saja bangga membawa mu kemana-mana jika mereka di sini"


"Itu anugerah Tuhan Lan!"


"Awww!!! Rasa ini muncul lagi Lan!" Ara ingin turun dan bergeser,ternyata di rok bagian bawah sudah ada bercak darah.


"Ra,rok mu berdarah!"


"Hah??aku kira hanya aku yang ingin buang air kecil!"


Allan pun bergegas turun,dan menopang Ara berjalan.


"Kita ke rumah sakit saja Ra,aku bantu ke mobil!"


🍀


🍀


🍀


"Heh!! Kau apakan istriku Lan!Sialan kau ya,masih saja!"


Allan yang pada akhirnya menggendong Ara ala bridal style karena Ara terus merintih kesakitan.


Langkahnya begitu cepat,bogem mentah pun hampir mendarat jika tidak di tahan.


"stop mas!perut ku sakit sekali seperti kontraksi.Allan membantu ku ke rumah sakit?"


Mendengar itu,Fandi mengambil alih gendongan Allan dan memasukan Ara ke mobil yang sudah di buka pintunya.Mobil Allan.


"Lan tolong beritahu mamah!"


Allan mengangguk "Siap Bang"


.


.


Tangan Ara menggenggam lengan Fandi,suaminya pun meringis karna kuku nya yang menancap di kulit.


Fandi tidak mau mengebut,karena resiko bahaya

__ADS_1


"Mass,kenapa rasanya seperti ini!" Ara terus merintih,bulir keringat menetes deras di dahinya.


"Sabar sayang,berdoa agar boy tidak apa-apa dan sehat"


Menarik nafas dan menghembuskan perlahan adalah cara Ara menghilangkan rasa sakit nya.


Tak beberapa lama sampai di rumah sakit,Ara segera di larikan di IGD dan di tangani oleh dokter ahli.


Pintu terbuka dari dalam,seseorang dokter menghampiri Fandi " Tuan,sepertinya memang baby nya sudah tidak sabar untuk keluar"


"Tapi kan dok,usia nya belum pas untuk melahirkan"


"Usia kehamilan tujuh bulan lebih itu,sudah bisa jika janin sehat dan ibu pun juga mendukung"


"Lalu bagaimana dengan istriku?"


"Nyonya baik-baik saja Tuan!"


"Kalau begitu lakukan lah,aku akan masuk menemani!


"Silahkan,berganti pakaian terlebih dahulu"


.


.


.


Hampir satu jam Ara berjuang mengeluarkan baby boy nya,Fandi yang di sampingnya pun terus mendorong dan mensuport nya.


Hingga suara tangisan bayi terdengar,Bobot nya hanya dua koma tujuh kilogram. Dan tepat sekali USG nya,Baby boy mirip sekali dengan Fandi.


"Mau kasih nama siapa mas?Aku merasa lucu,umurku sudah tua tapi memilikianak lagi"


Fandi pun tertawa "Sama sayang,semoga nanti ada lagi ya?"


Ara langsung memasang wajah protesnya.


"Ini akan menjadi kejutan untuk Riza,Hafi dan Inggira.Karena mereka tidak tahu kalau hari ini adiknya sudah bisa melihat dunia"


.


.

__ADS_1


.


🤗


__ADS_2